Home Authors Posts by TurunTangan

TurunTangan
76 POSTS
Ayo TurunTangan untuk Indonesia! Kirimkan karyamu ke blog@turuntangan.org!

62

Sudah lama aku mengenalmu

Lewat cerita dan bukumu
“Habis Gelap Terbitlah Terang”
Kau tuliskan nama untuk judul bukumu itu

Tak terasa, sudah sepekan ini
Aku baca kembali tulisan dalam bukumu itu
Dan ku coba resapi satu persatu
Banyak hal yang aku lupa ternyata
Makna dibalik kata-katamu…

Dalam bukumu itu,
Dapat ku tafsirkan bahwa perempuan itu harus mampu melawan dari bentuk ketidakadilan,
Perempuan itu harus dapat merdeka dari segala bentuk penindasan
Tentu saja, aku setuju akan hal itu.
Tak ada sama sekali terbesit keraguanku akan hal itu

Di era milenial ini, makna dari bentuk perjuangan mu begitu terasa
Keadilan sudah mulai sama rata, perempuan dan laki-laki telah memiliki hak yang tak jauh berbeda
Sudah mulai sejajar meskipun tak sama
Dan berkat perjuangan mu lah seorang perempuan bisa mampu naik tahta
Bahkan pernah menjadi seorang nomor 1 di Republik Indonesia
Selain itu sosok Sri Mulyani, Anggun C. Sasmi, Rini Sugianto adalah contoh deretan nama perempuan yang mampu berkarya dan mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia

Saat ini sudah 114 tahun kau wafat dan 54 tahun sudah kau dikenang sebagai seorang pahlawan
Kami anak-anak mu tak akan menolak lupa
Atas jasa-jasa mu yang telah kami rasa
Dan 21 April ini adalah momentum penghormatan kami kepada diriku

Yang telah berjuang atas nama perempuan dalam melawan bentuk ketidakadilan
Untukmu, kami ucapkan terima kasih

Karya: Erik Sutanto, Mahasiswa Magister Kajian Perkembangan Perkotaan Universitas Indonesia

61

Kartini …

Sebuah nama penuh arti
Sesosok wanita yang peduli
Seorang ksatria yang pemberani

Dahulu …
Perempuan dikekang
Perempuan dilarang
Perempuan terbelakang

Sekarang …
Perempuan bebas
Perempuan setara
Perempuan merdeka

Semua berkat usahamu
Memberi ilmu pada kaum mu
Memberi cahaya di rakyat mu
Berkatmu, kstariaku

Terima kasih padamu
Terima kasih atas pengorbanan mu
Atas kerja keras mu
Dan perlindungan mu
Kstariaku

Karya: Cut Maysaroh, Relawan TurunTangan Medan

125

Sebagai bentuk kepedulian dan simpati terhadap korban bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, TurunTangan Medan menggelar kegiatan “Peduli Sinabung”. Donasi yang dikumpulkan sejak 22 Februari lalu, telah diberikan secara langsung oleh relawan TurunTangan Medan kepada masyarakat Desa Temburun, Kecamatan Tiga Nderket, Minggu (11/3).

Desa Temburun terletak di radius 3,4 kilometer dari Gunung Sinabung, sehingga terkena dampak erupsi. Masyarakat Desa Temburun pun sangat membutuhkan bantuan sebab erupsi yang terus terjadi merusak ladang mereka. Sementara itu bantuan yang masuk ke Desa Temburun masih sedikit karena banyak yang tidak tahu tentang desa ini. “Makanya kami bersyukur bisa menemukan desa yang benar-benar membutuhkan,” ujar Hubungan Masyarakat TurunTangan Medan Cut Maisarah.

Kegiatan yang dilakukan oleh 16 relawan TurunTangan Medan tersebut adalah trauma healing untuk anak-anak  serta menyerahkan donasi dalam bentuk obat-obatan, pakaian laik pakai dan peralatan mandi.

Bantuan tersebut, lanjut Cut, merupakan hasil penggalangan donasi di media sosial, bantuan dari TurunTangan Banjarmasin, TurunTangan Aceh, FIS Malang, dan CAC Medan. “Semoga kegiatannya bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak Desa Temburun agar mereka terhibur dan tidak sedih menghadapi bencana tersebut,” kata mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Medan jurusan Pendidikan Matematika ini.

157

Sepanjang tahun 2017, TurunTangan mengalami perkembangan yang signifikan. Dari yang sebelumnya 14 daerah saja menjadi 28 daerah. Para relawan di daerahnya masing-masing terus bergerak. Mereka turun tangan menyelesaikan masalah sekitar dengan berbagai cara. Berikut program dan kegiatan komunitas TurunTangan di daerah selama satu tahun yang telah kami rangkum.

1. TT Lhokseumawe

TurunTangan Lhokseumawe memiliki “segudang” program yang fokus pada pendidikan dan lingkungan. Ada enam program yaitu Lhokseumawe Cerdas, Lhokseumawe Berbagi, Inspiring and Travelling, Jemuran Baca, dan Lhokseumawe Clean City.

Lhokseumawe cerdas adalah kegiatan yang membangkitkan semangat dan motivasi belajar dari anak-anak sekolah dasar yang ada di pedalaman dan pesisir Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.  Lhokseumawe Berbagi merupakan program yang di khususkan untuk membantu korban korban bencana alam, seperti gempa,banjir dan kebakaran.  Inspiring and Travelling merupakan kegiatan traveling dan berbagi dengan masyarakat sekitar. Jemuran Baca bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Aceh khususnya anak-anak Aceh. Lokasi program ini dilakukan di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, setiap Sabtu sore, sejak 2 Mei sampai dengan sekarang. Lhokseumawe Clean City (LCC) adalah kegiatan untuk membangun kesadaran masyarakat atas bahayanya buang sampah sembarangan dan nilai ekonomis dari daur ulang sampah.

2. TT Langsa

TurunTangan Langsa memiliki program GISA (Gerbang Ilmu langSA). Program ini dilatarbelakangi karena rendahnya minat belajar siswa/siswi dan guru dalam mengajar di daerah  terpencil. Kegiatan ini sudah diadakan di SD N 9 Kuala Langsa dan SD N 1 Blang Nisam.

Selain di pendidikan, TurunTangan Langsa juga peduli terhadap permasalahan lingkungan yang ada di Langsa. Sehingga setiap Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), mereka berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta mengajak para pemuda untuk membersihkan lingkungan sekitar.

3. TT Pidie

Seperti Lhokseumawe dan Langsa, relawan TurunTangan Pidie juga fokus menyelesaikan permasalahan di bidang pendidikan dan lingkungan. Ini ditunjukan dengan berbagai program yang dilaksanakan seperti aksi bersih taman hutan raya Aceh Besar, aksi bersih-bersih di Waduk Rajui, Bukit Jalin dan Wisata Sukon pada peringatan HPSN 2017, Lampu Nanggroe sebuah kegiatan untuk menambah semangat belajar siswa SDN Simpang Turue, Mane, Pidie agar siswa lebih berani bermimpi dan beraksi.

4.  TT Subulussalam

One People One Trash. Kegiatan ini merupakan gerakan pertama Turun Tangan Subulussalam.  Yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kota Subulussalam pada 9 Febuari 2017, yang bekerja sama dengan pemuda Subulussalam Barat, Duta Wisata dan Lembaga Pemerhati Flora Fauna Langka (LFFL) Subulussalam.

Kegiatan lainnya Imbang Belajakh #1. Kegiatan ini merupakan salah satu program pendidikan untuk anak-anak sekolah dasar yang ada di pedalamaan Subulussalam. Imbang Belajakh sendiri artinya teman atau sahabat belajar untuk meningkatkan minat belajar anak-anak Subulussalam.

5. TT Aceh
TurunTangan Aceh memiliki tiga program jangka panjang di bidang pendidikan. Tiga program tersebut adalah Traveling dan Berbagi, TurunTangan Aceh Mengajar, dan TuTa Menyala.

Traveling dan Berbagi merupakan program tahunan dari Turun Tangan Aceh untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa/siswi untuk meningkatkan semangat belajar mereka dalam mengejar cita – cita.

TurunTangan Aceh Mengajar merupakan program mengajar dengan cara yang menarik dan kreatif, sehingga siswa-siswi menjadi lebih bersemangat untuk belajar.  Program ini telah berjalan sebanyak 3 kali, mulai dari tahun 2015-2017.

TUTA MENYALA yaitu program yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang cinta akan budaya membaca. Dengan kehadiran program ini diharapkan minat baca siswa-siswi aceh bisa meningkat dan memudahkan mereka dalam proses belajar mengajar selama di sekolah. Jadwal program ini saat itu kita lakukan selama tiga hari dalam seminggu.

6.   TT Medan

Berbagai program dibuat oleh TurunTangan Medan. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, politik dan sosial. Di antaranya Volunteer Goes to School (VGTS), TurunTangan Peduli Atressia Bilier, Edukasi Politik, Merajut Pendidikan, Paket Berkah Ramadhan (PBR), dan Razia Paku Pohon.

VGTS merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan anak muda khususnya pelajar SMA tentang sifat kerelawanan dan nasionalisme. TurunTangan Peduli Atressia Bilier merupakan program peduli penyakit kelainan hati pada bayi, Atresia Billier. Relawan membantu pemerintah untuk ikut mensosialisasikan Atresia Bilier dan melakukan penggalangan dana untuk penderita. Edukasi Politik diadakan untuk ikut berperan andil dan turun tangan untuk lebih aware terhadap lingkungan terutama hal politik, agar generasi muda kedepannya dapat menjalankan politik yang bersih, damai dan bertanggung jawab. Merajut Pendidikan (dahulu bernama TurunTangan Mengajar Medan) yang berkonsen pada pendidikan. PBR adalah salah satu kegiatan sosial di Turun Tangan Medan. Dimana para relawan mengajak elemen masyarakat untuk berbagi berkah dengan menyisihkan sebagian rejekinya untuk anak-anak kurang mampu. Dan hasil dari donasi tersebut dibelikan beberapa arang dan dibuat seperti bingkisan. Pada kegiatan Razia Paku Pohon, para relawan berkumpul berkeliling kota untuk mencabut paku di pohon.

7. TT Binjai

Pagelaran Kreasi Anak Binjai (PERAN BINJAI) 2017 diadakan untuk menyadarkan Pemerintah bahwa anak-anak Binjai butuh ruang publik untuk berkreativitas. Passioniversity adalah program pembelajaran / pelatihan non akademik untuk anak SD dan SMP. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap Sabtu sore di Kelurahan  Jati Karya Tandem, Binjai. Para siswa diajarkan untuk mengembangkan bakat mereka seperti tari, musik, puisi, drama, menulis, menggambar, vokal, religi, olahraga, heritage, dan IT.

One Day Voluntary merupakan kegiatan untuk mengajak anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan kerelawanan. Program ini dibuat dengan inovasi yang menarik yaitu belajar bermain sambil belajar. Mengajarkan anak-anak kampung padang pedalaman untuk membentuk sikap keteraturan, strategi dan inovasi dalam sebuah permainan.

8. TT Pekanbaru

TurunTangan Pekanbaru pernah membuat program Debat Class untuk membimbing siswa dalam public speaking serta mengajarkan mereka melalui pola pemikiran konkrit sebagai problem solving dalam menilik permasalahan di Indonesia. Kegiatan ini intens dilakukan ketika akan menghadapi kompetisi.

Berbagai kegiatan lainnya juga diselenggarakan oleh TurunTangan Pekanbaru seperti  Inspiring Class in Primary School, kelas motivasi di salah satu SD Islam Terpadu di Pekanbaru tepatnya di SDIT 020 Wonorejo. Kegiatannya juga disertai dengan beberapa kompetisi seperti melukis, cerdas cermat dan lain-lain.

9. TT Banten

Meskipun dekat dengan ibukota, pendidikan di Provinsi Banten masih memprihatinkan. Di daerah-daerah pelosok seperti Pandeglang dan Lebak, pendidikan belum menjadi prioritas bagi masyarakat sehingga banyak anak yang putus sekolah dan menikah dini. TurunTangan Banten mengajak orang-orang untuk menyelesaikan masalah tersebut secara bersama dengan membuat program Gerakan Banten Mengajar.

Dalam rangka membantu Gerakan Banten Mengajar, beberapa relawan yang memiliki hobi traveling membuat program Trip4Care, mengajak para traveler untuk menyisihkan uangnya untuk membantu pendidikan di Banten. Donasi juga digunakan untuk membantu SDI Ruhul Amin.

Kepedulian relawan TurunTangan Banten terhadap pendidikan tak hanya itu saja. Mereka juga membuat Kampung Inovasi, memotivasi siswa-siswi sekolah dasar untuk semangat belajar dan mempelajarai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Para siswa dibimbing melakukan eksperimen sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

10. TurunTangan Jakarta

Sampai saat ini, relawan TurunTangan Jakarta masih menjalankan program Rumah Belajar Rawamangun dan Kelas Negarawan Muda. Selain itu melakukan kegiatan di hari-hari besar seperti bersih-bersih di Hari Peduli Sampah Nasional, kegiatan tanam dan pelihara mangrove bersama Komunitas Relawan Mangrove Indonesia (KeMANTEER). Pada Pilgub DKI Jakarta kemarin, relawan TurunTangan Jakarta membuat Vox Pop yaitu menghimpun pendapat-pendapat masyarakat Jakarta tentang permasalahan di sekitar Jakarta dan harapan untuk pasangan calon terpilih.

11. TT Cirebon

Para relawan TurunTangan Cirebon membuat program RW Madani. Adalah sebuah program TurunTangan Cirebon yang berfokus pada lingkungan dan pendidikan untuk mengembangkan pola hidup sehat yang didukung dengan lingkungan yang sehat juga. RW Madani sudah berjalan sejak awal Mei 2017 hingga ditargetkan selesai pada awal tahun 2018.

Program lainnya adalah Untuk Cirebon, sebuah program TurunTangan Cirebon yang bergerak pada bidang politik. Tahun 2018 Kota Cirebon akan mengadakan pilkada, maka TurunTangan Cirebon ingin membantu warga Kota Cirebon mendapatkan pemimpin kota yang ideal.

12. TT Kuningan

Ngawangun Desa adalah program bina desa dengan menyasar tiga isu utama, yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Program ini sudah berjalan sejak September 2017 dan direncanakan akan berjalan jangka panjang selama tiga tahun yang terbagi dalam tiga proses. Sejauh ini, relawan yang terlibat dari berbagai universitas dan masyarakat bekerjasama dalam memulai proses pertama, yaitu pendidikan.

Ngawangun Urang adalah program pembangunan karakter dan mental masyarakat melalui berbagai sub program. Ngawangun Urang sudah dilaksanakan sejak September 2017 dengan melibatkan relawan dari berbagai mahasiswa dan bekerjasama dengan beberapa organisasi lokal.

13. TT Bandung

Minimnya antusiasme warga Kota Cimahi dalam menyambut pilkada serentak Kota Cimahi 2017 mengilhami TurunTangan Bandung melahirkan Gerakan Cimahi Memilih. Gerakan ini mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan mengenal siapa calon pemimpin daerahnya.

Menjelang Pilkada Bandung, relawan tengah membuat program Jabar Sae yang akan dilaksanakan pada Januari sampai Juni 2018. Tujuannya meningkatkan kepedulian masyarakat terutama pemuda terhadap Pilkada Bandung agar dapat memilih pemimpin terbaik. Selain itu, TurunTangan Bandung juga membuat Selasar Imaji, program literasi unggulan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

14. TT Semarang

Program TurunTangan Semarang di bidang pendidikan seperti perpustakaan keliling, Rumah Perantara, dan Semarang Membaca.

Perpustakaan Keliling, diadakan di Car Free Day. Dengan begitu pengunjung dapat mengisi waktu luangnya di akhir pekan untuk membaca buku yang di sediakan oleh Turun Tangan Semarang. Rumah Perantara pertama kali dibentuk pada September 2016. Diberi nama ‘Rumah Perantara’ dengan tujuan agar kegiatan ini dapat menjadi perantara bagi anak-anak rumah rusun Pekunden Semarang untuk mempersiapkan mereka menuju sekolah formal. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016. Pada 2017, TurunTangan Semarang melanjutkan program ini. Puncak acaranya berupa Pentas Seni yang sekaligus menjadi perayaan Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak Rumah Susun Pekunden yang telah dilatih menampilkan bakat-bakat mereka dalam Pentas Seni “PEKUNDEN GAUL” pada September 2017.

Semarang Membaca adalah kegiatan untuk mencoba menanamkan jiwa semangat membaca kepada seluruh anggota Panti Asuhan Yatim Piatu “Baitus Salam” dengan mendatangkan mobil “pintar” dari Perpustakaan Daerah Semarang. Selain itu juga memberikan materi pentingnya membaca, dengan diselingi berbagai permainan.

15.  TT Yogyakarta

Relawan TurunTangan Yogyakarta menyadari sarapan pagi sangat baik untuk memulai aktivitas setiap harinya. Sehingga mereka membuat Gerakan Sarapan Pagi (GSP), dengan membagikan sarapan kepada masyarakat yang kurang mampu di jalanan.  Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali, dimulai pada 28 juli sampai 8 Agustus 2017.

Salah satu tujuan internasional SDGs ( Sustainable Development Goals) pada 2030  yaitu mengakhiri kelaparan. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu kegiatan anak muda yang mendukung program tersebut.

16.  TT Jember

TurunTangan Jember baru saja diresmikan pada Agustus 2017. Program perdananya adalah Jail Schooling, bimbingan keaksaraan (membaca dan menulis) untuk warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penuntasan buta aksara di Kabupaten Jember.

Program ini dilaksanakan setiap minggunya pada Kamis dan Sabtu dan telah dimulai sejak 14 oktober lalu. Hingga saat ini sudah tercatat 10 kali pertemuan. Program ini merupakan program jangka panjang, sehingga kedepan akan terus berjalan sampai para tahanan dapat membaca dan menulis.

17. TT Surabaya

Berbagai kegiatan dilakukan oleh relawan TurunTangan Surabaya. Beberapa di antaranya adalah program rutin. Ada Olimpiade Sekolah Rakyat (OSR), Ayo Dolanan, dan Ramadhan in Diversity.

OSR adalah kompetisi cerdas cermat dan ketangkasan yang diikuti oleh anak-anak yang putus sekolah atau yang tidak bersekolah secara formal. Ayo Dolanan dbuat untuk meminimalisir penggunaan HP pada anak-anak Rumah Belajar Urban Care Community, Jagir, Surabaya dengan memainkan permainan tradisional. Ramadhan in Diversity bertujuan mencerdaskan dan mengajak masyarakat Surabaya agar tidak mudah terpengaruh hoax dan berita – berita yang mengajak kepada intoleransi.

18. TT Malang

Program rutin TurunTangan Malang, ada Jelajah Ngalam, Pustaka Tamasya, Apa Kabar Veteran dan Ruang Sinau. Jelajah Ngalam adalah kunjungan wisata di sekitar Kota Malang, di mana setiap peserta diwajibkan membuat deskripsi tempat wisata yang dikunjungi. Pustaka Tamasya, menumbuhkan minat baca dan melestarikan budaya literasi masyarakat malang. Pelaksanaan kegiatannya dengan membuka lapak baca. Ruang Sinau, sebuah program untuk menemukan minat dan bakat siswa dalam kegiatan pembelajaran.

19. TT Banjarmasin

Relawan TurunTangan Banjarmasin setiap Minggu sore menggelar ratusan buku di Siring Kota Kita, sebuah dermaga yang terletak di Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin. Kegiatan itu dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat yang diberi nama program Tikar Baca.  Program ini telah dilakukan lebih dari 30 kali dan mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.

Selain Tikar Baca, relawan TT Banjarmasin juga memiliki program Banjarmasin City Scale. Kegiatannya melakukan pemetaan permasalahan di bidang pendidikan, kependudukan, kesehatan, kesejahteraan dan infrastruktur di Kota Banjarmasin. Banjarmasin City Scale terlaksana berkat kerjamasa dengan Yayasan Kota Kita.

20. TT Tanah Bumbu

HPSN dijadilan oleh relawan TurunTangan Tanah Bumbu  untuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan peduli tentang sampah. Kegiatan ini diadakan di Pantai Pagatan pada 7 Februari.

Relawan TurunTangan Palu membuat Gerakan Palu Bersih yang mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Januari 2017, TurunTangan Palu melakukan aksi bersih dengan kegiatan yang bertajuk “om sadar bersih om”, kegiatannya berupa pungut sampah di Anjungan Teluk Palu.

TurunTangan Palu juga membuat program Bincang Bersama Tokoh, yang bertujuan untuk menggali inspirasi wawasan dari para tokoh-tokoh yang diundang sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi. Narasumber biasanya berasal dari tokoh-tokoh anak muda Kota Palu yang konsen dalam gerakan gerakan sosial ataupun politik.

22. TT Kendari

Beberapa program TurunTangan Kendari yang dijalankan pada 2017 di antaranya English Course, Turn Back Radicalism, dan Peringatan Hari Buku Sedunia. Program English Course membantu anak sekolah dasar mengembangkan kemampuan bahasa inggris. Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam seminggu di Sekolah Satu Atap Yayasan As-Syafi’iyah yang berada di pinggiran pasar tradisional Baruga, Kec. Baruga, Kota Kendari. Turn Back Radicalism adalah program yang dilakukan untuk merawat dan menjaga NKRI dari paham-paham yang dapat menimbulkan konflik kebhinekaan atau dapat menodai serta merusak perdamaian yang ada di Indonesia, khususnya Kendari. Peringatan Hari Buku Sedunia terselenggara karena adanya kolaborasi dari berbagai komunitas dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kota Kendari.

23. TT Tinombo

Relawan TurunTangan Tinombo melaksanakan Pertandingan Futsal karena melihat potensi pemuda di wilayah kecamatan Tinombo yang cukup bagus di bidang olahraga. Lokasi kegiatan diadakan di desa Tinombo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong pada 31 Juli hingga 16 Agustus 2017.

Pawai obor diadakan dalam rangka memeriahkan malam takbiran hari raya Idul Adha tahun 2017 Kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, Kegiatan tersebut diadakan di Desa Tinombo. Tujuan besar dari kegiatan tersebut ialah menjalin silaturahim dan memperkokoh solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

 

315

Saya sempat berpikir, bagaimana saya memulai semuanya dari nol tanpa memikirkan sesuatu yang dapat membahayakan diri saya saat itu. Pikiran saya berkecamuk ketika saya mengikuti sebuah forum dan saat itu saya masuk kedalam ruang diskusi mengenai social project.

Di dalam ruang diskusi tersebut, saya sempat terdiam dan hanya mendengarkan bagaimana anak-anak muda lain bercerita tentang kegiatan yang dilakukannya sehari-hari bersama masyarakat. Malu, itu yang saya rasakan saat itu. Ketika mereka sudah berbuat banyak untuk bangsa ini, sementara saya belum pernah sama sekali.

“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” celetuk salah seorang leader kegiatan kala itu. “Sejauh ini, apa yang sudah kamu berikan untuk Indonesia dan Aceh itu sendiri? Adakah kamu hidup memikirkan orang lain? Atau hanya memikirkan dirimu sendiri dan tak memulai itu semua dari awal,” lanjutnya.

Saya tersentak, bagaikan disambar petir di siang hari.

Selesai dari kegiatan tersebut, hidup saya diwarnai dengan rasa gelisah dan mulai berkecamuk untuk mulai melakukan hal-hal positif. Semampu saya. Mulai berpikir, “apa hal menarik dalam diri saya yang bisa digali dan dicurahkan untuk membantu orang lain?” Saya cukup komunikatif namun pemalu, saya mahir desain grafis namun kurang kreatif, dan saya punya bakat berkumpul namun kurang rasa untuk menyamakan

Akhirnya kesempatan itu muncul.

Pada tahun 2015 tepat pada tanggal 17 Agustus,  saya mendirikan sebuah komunitas di bidang sosial dan pendidikan. Komunitas itu bernama TurunTangan Lhokseumawe. Dibantu oleh Ayu Fitria, Nur Intan Sari Ritonga dan Dina Tuddar, saya memberanikan diri untuk kepentingan orang banyak. Saya kemudian dipilih menjadi koordinator atas kesepakatan berempat.

Tak disangka-sangka, setiap harinya kami melukis asa dengan doa-doa agar komunitas ini terus hidup dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu. Tidak sampai tiga bulan terbentuk, komunitas ini mulai didatangi oleh orang-orang yang menginginkan perubahan untuk dirinya, masyarakat serta kotanya. Mereka, Para pejuang itu hadir, berjuang, dan membangun kekeluargaan bersama-sama di komunitas ini.

2016 adalah tahun pertama kami mengenang berdirinya komunitas ini. Kami pun bersiap membuat acara syukuran sekaligus perayaan kemerdekaan Indonesia. Sekolah demi sekolah disurvei, lokasi demi lokasi dicari untuk menyelenggarakan ‘hajatan’ TurunTangan Lhokseumawe.

Seperti sebuah ‘istana’ sosial, berbagai kegiatan digelar. Mulai dari Lhokseumawe Sehat, Lhokseumawe Berbagi, Lhokseumawe Cerdas, Lhokseumawe Clean City, Futsal Bersama, Saweu Relawan, dan Liburan Bersama. Hingga benih-benih cinta pun hadir di ‘rumah’ yang kami besarkan dan jaga bersama-sama ini.

Kini TurunTangan Lhokseumawe telah menapaki jati diri, semakin tinggi, semakin melambung namanya, semakin terpandang. Banyak juga yang telah  memuji kredibilitas para relawan yang laik disebut sebagai PEJUANG.

Selamat hari ulang tahun yang ke-2 untuk Turun Tangan Lhokseumawe.

Dari ,

Heru Tesar Ichsan

Founder Turun Tangan Lhokseumawe

Mantan Koordinator Relawan TT Lhokseumawe

706

TurunTangan merilis sembilan orang yang masuk kategori #9OrangBaik di Indonesia. Orang-orang ini berkarya sekaligus berkontribusi untuk bangsanya. Ada yang berani menyuarakan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada pertemuan parlemen ASEAN, memberikan beasiswa bagi anak bangsa yang ingin kuliah di universitas ternama baik dalam negeri maupun luar negeri, membuat gerakan sosial, memerangi kekerasan perempuan dan anak di Indonesia, dan berbagai program untuk membangun fasilitas publik.

Dalam jajaran #9OrangBaik tersebut, terdapat walikota nyentrik yang pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik di Indonesia. Berikut kesembilan orang baik versi TurunTangan yang dijamin akan menginspirasi kamu membuat inovasi untuk Indonesia yang lebih baik.

MEUTYA HAFID

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

1. Meutya Hafid

Meutya Hafid telah ikut mengharumkan dunia pers Indonesia. Beliau meraih penghargaan alumni Australia 2008 dalam kategori Jurnalisme dan media serta Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neill. Tahun 2012, Meutya terpilih menjadi satu-satunya perempuan dalam lima Tokoh Pers Inspiratif versi Mizan karena telah ikut berkontribusi pada perkembangan pers Indonesia bersamaan dengan Tirto Adhi Soerjo (perintis surat kabar pertama Indonesia “Medan Prijaji”), Andy F. Noya, dan Goenawan Mohamad (pendiri Majalah Tempo).

Mantan jurnalis dan presenter ini sempat melambung namanya karena pada 18 Februari 2005, Meutya dan rekan juru kameranya, Budiyanto, diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di Irak. Meutya menyadarkan kita bahwa profesi wartawan tidak hanya membutuhkan intelektualitas dan wawasan yang luas, namun juga keberanian.

Setelah meninggalkan karier jurnalistiknya, Meutya aktif berpolitik. Saat ini ia duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I (Komisi Luar Negeri) DPR RI. Beliau dengan keras menyuarakan hak para TKI Indonesia di Malaysia. Sebagai anggota legislatif, Meutya dengan keras melontarkan pendapatnya pada pertemuan tahunan Parlemen ASEAN 2012. Dia mengkritisi delegasi parlemen Malaysia yang tidak kunjung meratifikasi berbagai konvensi internasional yang memberikan kewajiban negara ratifikatornya untuk lebih peduli terhadap nasib buruh migran. Dia juga mendesak parlemen Malaysia untuk lebih aktif menekan pemerintah Malaysia agar memperlakukan TKI Indonesia secara manusiawi.

BUDIMAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

2. Budiman Sudjatmiko

Budiman merupakan seorang aktivis yang kini menduduki kursi senayan sebagai Anggota Legislatif dari dapil Jawa Tengah VIII. Dia menyelesaikan studinya di jurusan Political Science, University of London, dan Master of International Relation, Cambridge University.

Namanya naik di era Orde Baru, karena Budiman dikenal begitu vokal dalam menyuarakan pendapatnya. Karena hal ini, Budiman dianggap sebagai “The Most Dangerous Person In This Country” dan memperoleh stigma sebagai “The Public Enemy Number One”.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Budiman kerap dianggap mengancam dan mengganggu jalannya pemerintahan rezim Orde Baru. Dia bahkan dituduh mendalangi gerakan menentang Orde Baru dan dinilai bertanggung jawab dalam peristiwa 27 Juli 1996 dalam penyerbuan kantor Partai Demokrasi Indonesia. Karena hal itu ia divonis dengan hukuman 13 tahun penjara.

Jejak Budiman bisa dilihat sejak ia duduk di bangku kuliah. Selama empat tahun ia menjadi community organizer yang bertugas melakukan proses pemberdayaan politik, organisasi, dan ekonomi di kalangan petani dan buruh perkebunan di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan semua rekam jejak yang Budiman miliki, ia dengan mudah melenggang menduduki “kursi Senayan”.

Di masa kampanye, Budiman menyuarakan pentingnya RUU Desa dan berjanji akan memperjuangkan janjinya. Beliau berhasil membuktikan dan merealisasikan janjinya dengan menembuskan UU Desa pada tahun 2013 saat duduk sebagai Wakil Ketua Pansus RUU Desa.

GITA WIRJAWAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

3. Gita Wirjawan

Gita Wirjawan merupakan seorang pengusaha, bankir, dan pegiat sosial. Lulusan Harvard University ini pernah menjabat sebagai menteri perdagangan di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pencapaian besarnya di ranah birokrasi adalah berhasil membuat UU Perdagangan. Dengan adanya UU ini, Indonesia bisa dikatakan telah menunjukkan kemajuan di bidang perdagangan. Karena sebelumnya, selama lebih dari 80 tahun Indonesia masih menggunakan UU Perdagangan milik Belanda, Bedfrijfsreglementerings Ordonnantie (BO) — yang telah digunakan sejak zaman penjajahan Belanda sebagai dasar hukum perdagangan Indonesia. Kenapa isi UU Perdagangan ini penting? Karena peraturan di dalamnya diharapkan mampu menyinkronkan kebijakan perdagangan secara menyeluruh. Sehingga kedepannya, Indonesia siap menghadapi perkembangan situasi perdagangan era globalisasi. Di dalam UU tersebut, ada dasar hukum soal perdagangan domestik (dalam negeri) dan internasional, standardisasi barang dan jasa, pengembangan usaha kerjasama, skala kecil, mikro dan menengah, dan perdagangan melalui sistem elektronik — apalagi saat ini sudah berkembang banyak e-commerce dan fintech di Indonesia.

Sepak terjang Gita dalam ranah kebijakan perdagangan tidak hanya itu. Sebelum menjadi menteri beliau diangkat menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Selama dua tahun kepemimpinannya (2009-2011), penanaman modal langsung di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dari US $11 milyar (2009) menjadi US $19 milyar pada (2011).

Gita juga pernah menjadi Ketua Sidang dalam World Trade Organization Ministerial Conference of 2013. Tidak hanya berkarya untuk memajukan ekonomi, Gita juga berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan sosial Indonesia. Dengan mendirikan Ancora Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan khususnya pendidikan. Ancora Foundation memfokuskan diri pada donasi pendidikan untuk pemuda Indonesia dengan membuat beberapa program beasiswa bagi anak bangsa yang ingin meneruskan kuliah di beberapa universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

ANGGA DWIMAS SASONGKO

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

4. Angga Dwimas Sasongko

Berawal dari mimpi besar, Angga Dwimas Sasongko (32) berhasil diakui sebagai salah satu sutradara film paling berpengaruh di Indonesia. Meskipun ia bukan lulusan sekolah film, Angga tidak berhenti berkarya karena film merupakan passion-nya. Angga mendapatkan pengakuan akan bakat yang dimiliki saat filmnya memenangkan kompetisi film pendek antar pelajar SMA. Padahal, film tersebut “hanya” bermodalkan handycam dan tempat editing film pernikahan di Mangga Dua. Angga mempelajari keterampilan editing secara otodidak, ia bahkan merelakan diri untuk mengedit film di rumah temannya.

Debut Angga sebagai sutradara di mulai dari film Foto, Kotak, dan Jendela (2006) saat usianya masih 20 tahun. Karyanya terus diapresiasi dan merebut perhatian dari para penikmat film. Ia sempat dipercaya menjadi asisten sutradara film Catatan Akhir Sekolah (2004) di bawah arahan Hanung Bramantyo. Tahun 2010, nama Angga berhasil masuk ke dalam nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) untuk film Hari Untuk Amanda. Puncak keberhasilan Angga adalah ketika film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) mendapatkan penghargaan sebagai Film Terbaik di FFI 2014. Tahun berikutnya, Film Filosofi Kopi berhasil menjadi film Box Office Indonesia.

Bagi Angga, ia adalah seorang manusia politik. Setiap karya yang ia kerjakan mau tidak mau ada muatan politik — ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Penggemar sutradara Hirozaku Koreda dan Cameron Crowe ini tidak hanya berkarya lewat film, namun berkontribusi bagi Indonesia dengan menjadi aktivis kemanusiaan di Green Music Foundation yang ia kelola bersama Glenn Fredly. Lewat yayasan tersebut, Angga membuat gerakan sosial “Save Mentawai” untuk merespon bencana tsunami Mentawai tahun 2010 silam. Ia juga berperan sebagai inisiator Pondok Cerdas Indonesia (PONDASI), community learning center berbasis perpustakaan yang dibangun di komunitas-komunitas masyarakat pulau. PONDASI didirikan pertama kali di Desa Mapinang Selatan dan Desa Pasapuat, Mentawai.

Wahyu Aditya

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

5. Wahyu Aditya

Wahyu Aditya adalah seorang animator asal Indonesia. Wahyu juga mendeskripsikan dirinya sebagai seorang “aktivis animasi dan desain”. Ia merupakan founder HelloMotion Academy School of Animation and Creativity yang telah berdiri sejak tahun 2004 dan telah mencetak lebih dari 2000 lulusan. Tujuan mendirikan HelloMotion sangat jelas di benak Wahyu. HelloMotion diharapkan membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas animator Indonesia. Ia ingin agar akademi yang didirikannya itu menjadi bagian penting dalam pembangunan industri kreatif Indonesia.

Passion Wahyu di dunia animasi sudah terlihat sejak ia kecil. Ia memulai kiprahnya dengan mengikuti kejuaraan menggambar di Malang, kota kelahirannya. Selepas SMA, Wahyu melanjutkan studinya ke KvB Institute of Technology, Sydney, Australia, jurusan Interactive Multimedia. Wahyu bahkan menjadi lulusan terbaik se-angkatan. Saat kuliah, Wahyu membuat film animasi berdurasi dua menit berjudul Dapupu Project yang memperoleh juara utama dalam Pekan Komik dan Animasi oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Tahun 2007, Wahyu juga dinobatkan sebagai International Young Creative Entrepreneur of The Year untuk kategori film dari British Council.

Selain mendirikan HelloMotion, Wahyu menjadi orang yang mengarahkan HelloFest, festival film pendek dan animasi terbesar di Indonesia. HelloFest berhasil membuka 300 kesempatan kerja baru di industri animasi. Melalui HelloFest, Wahyu ingin menyuarakan bahwa animasi Indonesia masih terus bisa berkembang. Ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia merupakan negara modern dan kreatif, bukan negara korup.

Wahyu tidak hanya fokus untuk berkarya lewat animasi saja. Ia mengembangkan toko baju online bernama KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia) — yang menjual t-shirt bertema nasionalisme namun dipadu oleh unsur modern dengan sentuhan apik khas Indonesia. Lewat situs kdri.web.id, Wahyu juga memberikan motivasi kepada anak muda Indonesia untuk menanamkan jiwa nasionalisme.

ANNIESA HASIBUAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

6. Anniesa Hasibuan

Anniesa Hasibua, fashion designer asal Indonesia pertama yang berhasil menonjolkan hijab sebagai koleksi utama di New York Fashion Week 2016. Koleksi busana Anniesa terinspirasi dari kecintaannya pada keunikan yang dimiliki Indonesia, karena Indonesia terdiri dari orang-orang dengan bermacam-macam latar belakang. Kemudian Anniesa menggabungkannya dengan sentuhan dunia dongeng karena ia suka berimajinasi.

Setelah itu, Anniesa mengikuti New York Couture Week pada tahun 2015 dan New York Fashion Week Spring/Summer pada September 2016. Bahkan Anniesa juga memenangkan penghargaan di 2016 Cannes Red Carpet Fashion & Film Awards sebagai Best Fashion Designer karena koleksi couture fashion-nya dianggap paling artistik, kreatif, dan rumit. Meskipun koleksinya dianggap sebagai political statement pasca terpilihnya Donald Trump, Anniesa mengatakan bahwa ini merupakan murni seruan fashion khususnya bagi perempuan muslim.

Dengan membawakan koleksi hijabnya ke ranah internasional ia dapat menekankan nilai bahwa: Fashion is for everybody. Anniesa Hasibuan dan koleksi hijabnya menyadarkan kita bahwa ada keindahan dalam perbedaan dan keberagaman, dan kita tidak perlu takut akan hal-hal tersebut. Lewat fashion, Anniesa ingin bahwa semua orang di dunia bisa menerima latar belakang masing-masing, bahwa fashion tidak hanya terbatas bagi kaum tertentu. Kamu bisa melihat koleksi-koleksi busana hijab Anniesa di: http://nyfw.com/anniesa-hasibuan.

KANG YOTO

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

7. Kang Yoto

Sosok politik ini berhasil mengubah wajah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam mengurangi kemiskinan. Di bawah pimpinannya, Bojonegoro berhasil menjadi salah satu dari 10 kabupaten di Jawa Timur dengan kemampuan tercepat dalam mengurangi kemiskinan versi World Bank.

Nama Kang Yoto — sapaan akrab bupati Bojonegoro Suyoto saat ini — cukup mencuat menarik perhatian publik. Ia membuat terobosan baru bagi Bojonegoro dengan enam pilar pembangunan berkelanjutan sebagai program utamanya. Enam pilar tersebut diantaranya dari segi ekonomi, lingkungan hidup, pembentukan modal sosial, peningkatan kapasitas fiskal, pengolahan pemerintah yang bersih dan tepat, dan kepemimpinan yang transformatif.

Tahun 2015, Bojonegoro berhasil memproduksi 907,000 ton gabah, meningkat di banding tahun sebelumnya. Di tahun yang sama, blok minyak Cepu Lapangan Banyu Urip mencapai puncak produksi sebanyak 170 ribu barrel per hari. Suksesnya industri migas juga tidak lepas dari human approach, di mana pengelolaan DBH Migas dilakukan lewat investasi jangka panjang sehingga mampu memberi manfaat ekonomi bagi generasi selanjutnya melalui penyertaan modal bank. Bojonegoro terpilih menjadi pilot project atau kota percontohan open government dunia mewakili Indonesia berdampingan dengan Seoul, Korea Selatan.

Kang Yoto juga dianggap berhasil membangun Bojonegoro sebagai kabupaten yang ramah dan peduli terhadap perlindungan hak asasi manusia. Keberhasilan beliau mengelola Local Governance diakui secara internasional. Dari segi kepemimpinan, Kang Yoto selalu fleksibel dan mengupayakan keterbukaan komunikasi yang luas dengan warga Bojonegoro. Ia juga mengajak agar masyarakat ikut terlibat dalam mengelola bencana — mengingat Bojonegoro merupakan daerah rawan banjir.

Bagi Kang Yoto, “Pemimpin adalah mereka yang bersama kita merumuskan mimpi menjadi visi, mengubah kepahitan masa lalu menjadi kearifan dan energi hidup, lalu memastikan hari ini kita mampu saling melengkapi karya untuk keberlanjutan kesejahteraan dan kebahagiaan sesama.”

NETY HERYAWAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

8. Netty Prasetiani Heryawan

Netty Heryawan, aktivis Indonesia yang memerangi perdagangan manusia (human trafficking) khususnya perempuan Beliau juga menjabat sebagai Ketua Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Netty dinobatkan sebagai Local Hero yang memerangi praktik perdangan manusia.

Lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran dan S2 Kajian Gender Universitas Indonesia ini mengajak agar kita semua bahu-membahu untuk aktif memerangi perdagangan manusia. Bagi Netty, perdagangan manusia adalah potret perbudakan modern. Itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas mulai dari hulu sampai hilir. Ini bukan kerja ringan, namun dia yakin akan ada hasilnya jika kita semua konsisten melakukannya.

Melalui program-program P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) seluruh Jawa Barat, Netty berhasil membantu ratusan korban perdagangan manusia di Indonesia. Beliau tidak setengah-setengah memerangi isu perdagangan manusia. Ia menjemput langsung 14 anak-anak di bawah umur asal Jawa Barat yang menjadi korban perdagangan manusia di Batam.

Sejak SMA, Netty sudah aktif berkecimpung di dunia aktivis, khususnya di bidang sosial dan perempuan. Perjuangan Netty di isu ini berlanjut sampai perguruan tinggi. Setelah suaminya menjadi Gubernur Jawa Barat pada tahun 2008, Netty menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka 2011 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia karena dianggap berhasil mengembangkan budaya gemar membaca, khususnya di provinsi tersebut.

Saat ini, konsentrasi Netty masih sama yaitu berupaya memerangi kekerasan perempuan dan anak. Di Jawa Barat sendiri, tercatat 1.189 kasus kekerasan perempuan dan anak. Setiap tahun, angka kekerasan di provinsi tersebut terus meningkat, bertambah sebanyak 15 orang.

Ridwan Kamil

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

9. Ridwan Kamil

Sosok Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung periode 2013-2018, tidak memiliki pengalaman birokrasi sebelumnya. Lulus dari ITB, ia magang di Amerika Serikat (AS). Saat krisis moneter melanda, Kang Emil — sapaan akrabnya — memaksa untuk menetap di AS dan berusaha mencari pekerjaan di sana sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Berkeley. Selagi mengambil S2 di universitas tersebut Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Saat ia pulang ke Indonesia tahun 2004, Kang Emil mendirikan Urbane (akronim dari ‘Urban Evolution’ atau ‘Urang Bandung Euy’) firma arsitektur skala internasional yang terdiri dari para profesional muda kreatif yang berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan.

Kang Emil membangun Bandung dengan latar belakang tata kota-nya. Ia berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat miskin perkotaan. Kolaborasi merupakan nilai utama yang beliau bawa dalam memimpin Bandung. Beliau percaya bahwa masalah masyarakat yang ada bisa diselesaikan dengan gotong royong — nilai asli bangsa Indonesia. Dalam perspektif Kang Emil, Indonesia masih bisa terus maju jika pemimpinnya mampu menggerakkan dari “tengah”. Mendorong yang sudah maju, dan menarik yang belum maju agar bisa berjalan bersamaan mencapai tujuan. Pemimpin harus mampu memberi contoh yang baik agar bisa menginspirasi. Jika ingin kotanya bersih, harus turun ke jalan membersihkan sampah bersama dinas kebersihan seperti yang dilakukan Kang Emil.

Untuk membangun kota, Kang Emil meninggalkan cara konvensional seperti menggunakan anggaran daerah. Kang Emil menjadikan pihak swasta untuk mengelola fasilitas publik yang ia ingin bangun, cara pembayarannya dicicil dengan anggaran daerah dalam periode tertentu. Baginya, “good design is good business”. Tidak hanya membangun infrastruktur, namun Kang Emil berhasil menerapkan gaya kepemimpinan yang menggerakkan.

Selama menjabat sebagai Wali Kota, Kang Emil menginisiasi gerakan Rebo Nyunda, Program Jaga Lembur, Jumat Bersepeda, Selasa Tanpa Rokok, Gerakan Sejuta Biopori, dan Kamis Inggris.

436

Tahukah kamu? Berdasarkan hasil Studi Universitas Harvard dan Universitas Columbia, 91.600 jiwa meninggal dunia akibat krisis kebakaran hutan Indonesia pada tahun 2015.

Kebakaran hutan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghabisi satwa yang dilindungi, mengancam kebudayaan lokal dan ribuan orang mengalami infeksi saluran pernafasan. Hal ini dirasakan oleh Nilus Kasmi, pria asal Suku Dayak yang pernah menjadi korban. “Kebakaran hutan membuat anak-anak saya dan ribuan anak di Kalimantan, Sumatera, dan Papua sesak nafas setiap tahunnya,” ujar Nilus.

Penderitaan Nilus kala dulu, membuatnya berupaya agar anak dan istrinya dapat menghirup udara bersih setiap hari. Nilus bertekad, kebakaran hutan tidak boleh terjadi lagi dengan menjadi Tim Cegah Api, gerakan menghentikan api dan mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang di Indonesia yang diinisiasi oleh Greenpeace Indonesia.

September lalu, Nilus bersama rekan lainnya berangkat ke Riau. Tim berhasil memadamkan beberapa titik api di Kabupaten Rokan Hilir Riau. Sayangnya, peralatan seperti selang air, pompa air, boots yang dimiliki sudah bertahun-tahun usianya. Usang dan tidak bekerja maksimal.

Nilus dan Tim Cegah Api tentu membutuhkan peralatan baru dengan kualitas yang lebih baik dan bisa memberikan kemudahan saat aktivitas pencegahan dan pemadaman api. Mari turun tangan bantu Nilus dan Tim Cegah Api memperoleh peralatan baru untuk aktivitas pencegahan dan pemadaman api, dengan cara berdonasi di sini:

http://ktbs.in/turuntangancegahapi

 

Salam Hijau Damai,

 

Tim Cegah Api

Greenpeace Indonesia

TurunTangan

 

531

Alam Indonesia menawarkan kebebasan penuh untuk berpetualang tanpa  akhir. Mengarungi hutan, gunung, laut yang seakan tak bertepi. Masyarakat Indonesia telah banyak yang menyadari. Sehingga geliat traveling di alam bebas semakin diminati akhir-akhir ini.

Tak hanya untuk menguji adrenalin, menikmati alam Indonesia dan mengabadikannya dalam lensa kamera, kegiatan alam bebas juga bisa menjadi sarana untuk fundraising (penggalangan dana) untuk kegiatan sosial. Hal itu dibuktikan oleh Komunitas TurunTangan Tangerang Raya yang belakangan ini berubah menjadi TurunTangan Banten. Mereka melakukan kegiatan traveling sekaligus donasi yang diberi nama “Tripforcare” atau disingkat “Trip4Care”.

Trip4Care diinisiasi tahun lalu oleh relawan penggerak TurunTangan Banten Kushendra Tarwana, Angger Sutawijaya dan Fauzan Arrasyid. Ide ini muncul ketika mereka sedang membahas progres fundraising Gerakan Banten Mengajar (GBM) yaitu project TurunTangan Banten yang mengajak semua pihak agar ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di Banten. Ketiga penggerak tersebut memiliki hobi yang sama, traveling di alam bebas, sehingga terpikir membuat trip pendakian sekaligus fundraising untuk GBM.

Pada 25 – 27 Desember 2015 mereka bertiga mendaki Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Konsep pendakian adalah sharing cost yang sudah include dengan donasi. Tak hanya donasi, mereka juga memungut sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Papandayan.

Usai mendaki, mereka melakukan evaluasi dan sepakat kegiatan tersebut tak hanya dilakukan sekali dan dibuka untuk masyarakat luas. Tak hanya mendukung GBM, tetapi juga mendukung gerakan sosial lainnya. Mereka percaya, semakin Trip4Care sering melaksanakan open trip, akan semakin banyak orang yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program gerakan sosial.

Selama satu tahun Trip4Care berkembang. Kushendra-akrab dipanggil Hendra- mengatakan hampir  200 orang dari berbagai daerah dan profesi ikut dalam trip bareng Trip4Care. Seluruh peserta mendapat pengalaman baru sebab setiap kegiatan selalu ada acara sharing session. Yaitu sebuah ajang memperkenalkan program gerakan sosial yang didukung oleh Trip4Care dan momen saling memperkenalkan diri. Harapannya, dari sharing session tersebut terjalin silaturahmi antara peserta dan terjalin sinergi antara komunitas atau gerakan sosial yang mereka ikuti.

Selama perjalanannya Trip4Care sudah melaksanakan tujuh kali open trip yang mendukung tujuh program gerakan sosial. Yaitu Pendakian ke Gunung Papandayan (support GBM Batch 1), Campoengan (Camping di Kampung) Situ Gintung (support SDI Ruhul Amin), Backpacker ke Gunung Pulosari & Pantai Carita (support Indonesian Share), Nanjak Bareng ke Gunung Cikuray (support GBM Batch 2),  Explore Ujung Kulon National Park (Pulau Peucang) (support Iuran Guru), Cultural Trip ke Baduy Dalam (support TurunTangan Banten), dan Exploring Papandayan (support GBM Batch 3).

Trip4Care juga melakukan aksi sosial lainnya seperti menggalang donasi untuk Korban Banjir Garut dan menyalurkannya secara langsung ke lokasi beberapa waktu lalu. Rencana ke depan, Trip4Care akan membentuk struktur pengurus yang di dalamnya ada biro bisnis. Unit bisnisnya tidak hanya open trip, tetati penyewaan alat mendaki, membuka toko peralatan pendakian, percetakan/sablon t-shirt, topi, dan sebagainya. “Kami berharap, konsep Trip4Care dapat diduplikasi oleh para pecinta alam dan semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam kegiatan fun draising dengan cara yang asyik,” ujar Hendra.

424

Analisa Medan – Komunitas TurunTangan (TT) Medan meningkatkan kolaborasi antar anggota se-Indonesia demi memperkuat kontribusi pergerakan sosial untuk negeri. Hal tersebut diwujudkan dalam diskusi proyek sosial masing-masing relawan TT di daerahnya dalam gathering nasional di Gedung LPMP Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Medan, Jum’at (25/11).

“Gathering ini bertujuan untuk saling menularkan semangat, ide, dan pergerakan dari setiap daerah,” sebut Ketua Panitia Gathnas TurunTangan 2016 Ahmad Azhar Can Aritonang.

Ada enam relawan berbagi cerita tentang proyek sosial masing-masing dalam agenda panggung ide. Proyek-proyek tersebut antara lain Ruang Sinau TurunTangan Malang, Olimpiade Sekolah Rakyat TurunTangan Surabaya, Kelas Negarawan TurunTangan Jakarta, Banjarmasin City Scale Mapping TurunTangan Banjarmasin, dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) TurunTangan Pusat.

“Mereka saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman terkait kegiatan yang telah dijalani selama setahun belakangan,” ucap Penanggung Jawab Gathering Nasional TurunTangan Pusat Dimitri Dwi Putra. Kegiatan ni juga menjadi etalase dan gambaran kepada masyarakat bahwa TurunTangan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Gathering nasional ini diadakan kedua kalinya oleh Komunitas TurunTangan dengan turut menghadirkan narasumber pemuda-pemuda inspiratif berbagai bidang, yakni Muhammad Alfatih Timur, CEO dan Founder portal Crowdfunding (penggalangan donasi) kitabisa.com, Lia Toriana selaku Manajer Youth Department Transparency International Indonesia. Kemudian, Antonia Sipayung SP selaku Research and Advocacy Staff Foresty and Plantation Sector dan Tengku Adri sebagai pendiri Nyfara Foundation.

Alfatih Timur mengatakan kolaborasi penting untuk membantu sesama, seperti yang ia lakukan dalam menjalankan kitabisa.com. Dibangun sejak 2013, kitabisa.com telah banyak menampung kampanye donasi dan membantu pendanaan untuk mereka yang membutuhkan. Tanpa kepeduliaan dalam kolaborasi, niat baik bisa berhenti di rencana. “Stop jadi thinker (pemikir), mulailah menjadi doer (pelaku atau penggerak),” tegasnya.

Sedikitnya 130 peserta hadir dari berbagai daerah, antara lain, Aceh, Lhokseumawe, Medan, Binjai, Pekanbaru, Banten, Yogya, Banjarmasin, dan Kendari. Lia Maisarah, peserta dari Lhokseumawe mengaku menyambut apresiatif kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan pertamanya menghadiri gathering nasional TurunTangan.

“Kegiatannya bermanfaat, saya jadi memperoleh banyak pengetahuan dari pemuda-pemudi berbagai daerah,” tukasnya.

Sumber: Koran Analisa Medan Tanggal 26 November 2016

375

Tribunnews Medan - Turun Tangan merupakan gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat untuk peduli dan terlibat aktif mewujudkan Indonesia memiliki pemimpin berintegritas.

Dalam mewujudkannya, Turun Tangan akan menggelar gathering nasional di kota Medan pada 25-27 November 2016 di LPMP Sumut, Jl. Bunga Raya No. 96 Kelurahan Asam Kumbang, Sunggal.

Menurut Ahmad Azhar Can Aritonang, selaku ketua panitia dari Turun Tangan Medan, Gathering Nasional ini sebagai wadah berkumpulnya relawan Turun Tangan yang ada di Indonesia untuk menyampaikan ide pergerakan dari setiap daerah yang hadir.

“Gathering Nasional ini bertujuan untuk saling menularkan semangat, ide dan pergerakan dari setiap daerah”, ujar Azhar pada (23/11/2016) di Universitas Sumatera Utara.

Senada dengan Azhar, Dimitri Dwi Putra, PIC Gathnas Turun Tangan Pusat mengatakan, Gathnas sendiri merupakan ajang bagi relawan yang selama ini telah melahirkan inisiatif-inisiatif di daerah tempat mereka tinggal. Di gathnas, para penggerak akan saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman mengenai apa yang telah mereka lakukan.

“Medan menjadi tuan rumah dan titik temu untuk mereka yang telah bergerak dan di titik temu inilah para penggerak dari barat hingga timur Indonesia akan menceritakan pengalaman dan pencapaian mereka selama lebih dari setahun setelah Gathnas 2015,” ujar Dimitri dihubungi via What’s Up (25/11/2016) sore.

Gathering Nasional ini sendiri mengangkat Tema “Barat Timur Tetap Bergerak” menunjukan gerakan Turun Tangan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, memiliki satu tujuan dan konsisten untuk bergerak serta turun langsung ke permasalahan yang ada di Indonesia, khususnya di daerah masing-masing.

Menurut Dimitri, Kegiatan ini juga terbuka untuk umum, tepatnya di hari pertama, para undangan akan diajak untuk melihat kegiatan-kegiatan Turun Tangan yang ada dari Barat Indonesia sampai Timur Indonesia. Ajang gathnas menjadi etalase dan gambaran bagi para undangan bahwa Turun Tangan tidak hanya ada di Medan, atau Jakarta. Namun hadir di hampir tujuh belas kota atau kabupaten di Indonesia, dan masing-masingnya terus bergerak dan tetap bergerak dengan kearifannya masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Turun Tangan, tapi secara umum kegiatan ini juga mengajak masyarakat atau tamu undangan untuk ikut bergerak bersama,” Kata Dimitri.

“Karena Turun Tangan merupkan gerakan sosial yang berusaha membangun ekosistem untuk mendukung para penggerak dalam mengaktualisasi diri dan mengembangkan gagasan-gagasan yang mereka miliki”, sambungnya.

Kegaiatan Gathering Nasional ini turut mengundang CEO dan Co-founder KitaBisa.com M. Alfatih Timur, Manajer Youth Department Transparency International Indonesia Lia Toriana, Research and Advocacy Staff for Foresty and Plantation Sector Antonio Sipayung SP, dan Founder Nyfara FoundationTengku Adri sebagai pemberi materi.

Kegiatan ini juga akan dihadiri seratus empat puluh empat relawan Turun Tangan yang berasal dari empat belas daerah, yaitu Lhokseumawe, Aceh, Medan, Binjai, Pekanbaru, Palembang, Banten, Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Kendari.

Sumber: Tribunnews Medan

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]