Home Authors Posts by TurunTangan

TurunTangan
76 POSTS
Ayo TurunTangan untuk Indonesia! Kirimkan karyamu ke blog@turuntangan.org!

395

TurunTangan Surabaya kembali menggelar Olimpiade Sekolah Rakyat (OSR). Olimpade ini merupakan  kompetisi yang diperuntukkan bagi anak-anak bimbingan Rumah Belajar seluruh Komunitas di Surabaya.

Rencananya kegiatan ini akan dihelat pada Minggu (27/11) di Kebun Bibit II Wonorejo. Ada 180 peserta dari 30 komunitas rumah belajar yang akan turut serta dalam OSR yang kedua ini.

Ketua OSR 2.0 Fita mengatakan tujuan diadakannya OSR untuk memacu semangat belajar dan memberikan apresiasi anak-anak marjinal di Kota Subaya yang dididik oleh Rumah Belajar Rakyat. Harapannya akan mendapatkan anak-anak berprestasi dari sekolah non formal dan terbentuknya forum komunikasi rumah belajar untuk anak terlantas dan putus sekolah.

“Semoga bisa memacu pemuda untuk membuka rumah belajar rakyat baik akademis maupun non akademis,” ujar Fita.

409

Pada 3 Desember mendatang, TurunTangan akan menjadi pembicara dalam Urban Social Forum (USF) 2016 di Semarang, Jawa Tengah, yang diadakan oleh Solo Kota Kita. TurunTangan akan berbicara dalam sebuah panel berjudul “Gerakan Kesukarelawanan, dan Aktivisme Pemuda untuk Kota yang Lebih Baik”.

USF adalah acara tahunan yang menyediakan ruang terbuka dan inklusif untuk bertukar pengalaman, debat, ide dan berjejaring bagi anggota organisasi kemasyarakatan, pekerja sosial, akademisi, institusi, dan mahasiswa penggiat isu-isu perkotaan di Indonesia.

Dengan mengusung slogan “Another City is Possible”, Solo Kota Kita mengundang puluhan organisasi yang akan berbicara di 26 panel, diantaranya UNESCO, ILO, WHO, Mercy Corps Indonesia, Disaster Governance Asia, Greeneration Foundation, dan Hysteria.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Bagi yang tertarik dan ingin menyampaikan ide serta gagasan mengenai pembangunan perkotaaan dapat mendaftarkan diri di bit.ly/usfsmg16.

435

Gathering Nasional (Gathnas) TurunTangan 2016 akan diselenggarakan bulan depan, Kamis-Minggu (24-27/10). Inilah hajatan besar relawan TurunTangan yang digelar untuk kali ketiga dan mengundang seluruh relawan TurunTangan di seluruh Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Semangat Kolaborasi, Sehati untuk Negeri” rencananya akan digelar di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Medan, Sumatera Utara.

Sesuai tema besar itu, acara akan dibagi ke dalam beberapa sesi talkshow. Ada enam talkshow dengan tema berbeda yang mengundang pembicara berkompeten. Mereka akan disandingkan dengan perwakilan koordinator daerah. “Acaranya bakal seru sekali dan interactive,”  ujar Programme Management Officer Social Environment TurunTangan Dimitri Dwi Putra.

Selain itu, akan ada pengabdian masyarakat ke Gunung Sinabung. Peserta akan dibagi perkelompok untuk melakukan bakti sosial dan trauma healing. “Gathnas kali ini dirancang tak sekadar ajang reuni saja tetapi juga ajang bertukar ide dan berbagi pengalaman antar relawan dan koordinator daerah,” ujarnya.

Divis acara Gathnas TurunTangan 2016 Dita mengatakan bagi relawan TurunTangan yang ingin ikut bisa mendaftarkan diri di bit.ly/daftargatnas2016.  “Ayo segera daftarkan diri,” ujar Dita.

382

Generasi muda yang membawa kontribusi nyata untuk masyarakat terus bertambah. Ini terjadi di TurunTangan, satu lagi keluarga baru kita muncul dengan semangat gerakan yang menyala-nyala.

TurunTangan Semarang diinisiasi oleh Luluk Mudhawamah. Ia tergerak oleh nurani sosialnya yang tinggi. Untuk itulah Luluk segera mengumpulkan teman-temannya  menjadi inisator baru di TT Semarang. Dahulu, Semarang memang sempat berdiri namun akhirnya vakum. Luluk dan teman-temannya lah yang kemudian bertekad melestarikan budaya gerakan sosial anak muda tersebut, diawali dengan membuka stand untuk donasi di car free day Simpang Lima Semarang lalu membuat project pendidikan bernama “Rumah Perantara”.

Relawan TT Semarang memberikan wadah kepada anak-anak Rusun Pekunden untuk bermain dan belajar secara gratis bernama “Rumah Perantara” agar hari Minggu mereka lebih bermakna dan diisi dengan hal yang positif. Rumah Perantara melaksanakan aksi pertama mereka pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016 di Rusun Pekunden, Semarang. Kegiatan yang relawan lakukan untuk anak-anak tersebut adalah senam bersama, membuat kerajinan tirai dari kertas karton, dan bermain game.

Kedatangan relawan TT Semarang ini disambut baik oleh warga Rusun Pekunden, anak-anak pun terlihat bahagia dengan kegiatan ini. Mereka bahkan meminta agar Rumah Perantara diadakan setiap Minggu.

Saat ini, Semarang memiliki sepuluh anak muda yang menjadi amunisi baru di sana. Sepuluh ana muda yang berkomitmen, bersemangat, dan tetap bergerak menyelesaikan masalah di Semarang. Semboyan yang melengkapi semangat mereka adalah “Kerja nyata demi mewujudkan cita”.

435

Festival literasi Indonesia 2016 yang diselenggarakan di kota Palu, Sulawesi Tengah tidak disia-siakan oleh sejumlah relawan komunitas Turun Tangan Palu untuk berpartisipasi.

Bersama sejumlah pegiat literasi, komunitas, dan forum taman baca masyarakat (FTBM) se-Sulawesi Tengah, TurunTangan Palu membuka stand pameran yang memperkenalakan produk dan profil dari masing-masing komunitas yang hadir.

Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel mengatakan keikutsertaan Komunitas yang dipimpinnya tersebut dalam festival literasi ialah selain untuk memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu juga untuk ikut serta menggelorakan semangat gerakan literasi di Indonesia, khususnya di kota Palu.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di TurunTangan Palu mempunyai focus bidang gerakan yakni Sosial, Pendidikan, dan Lingkungan,” ujarnya.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas TurunTangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

TurunTangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk kita dalam melunasi janji kemerdekaan yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Koordinator umum TurunTangan Palu.

398

PALU-Komunitas anak muda yang bernama TurunTangan Palu mengajak masyarakat Kota Palu untuk meningkatkan minat baca buku agar memiliki kualitas sebagai manusia yang kaya dengan ilmu dan pengetahuan.

“Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” Ujar Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel di sela-sela aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu) ” di Anjungan Pantai Talise, Palu, Ahad pagi (23/10).

Dirinya menuturkan kegiatan aksi baca buku bersama yang mengambil tema “Palu Ayo Baper” tersebut merupakan inisiatif komunitasnya dalam rangka untuk ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kegiatan sederhana ini hanya bermodalkan tikar bekas spanduk dan ratusan judul buku sumbangan dari beberapa pegiat literasi yang ada di Kota Palu, mudah-mudahan ini terus menjadi menjadi rutinitas kita setiap minggunya dengan kegiatan yang sama demi meningkatkan dan menggelorakan semangat membaca masyarakat,” tuturnya.

Dirinya pun berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat terhindar sebagai manusia bodoh karena minimnya ilmu dan pengetahuan.

”Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refreshing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel yang juga Alumni Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako tersebut.

Dari pantauan Sulteng Post , aksi ini disambut cukup antusias oleh pengunjung yang ada di anjungan Talise , terbukti dengan banyaknya masyarakat yang turut serta membaca.

“Aksi ini bagus, agar membuat orang lain gemar membaca karena buku itu gudang ilmu dimanapun bisa kita jadikan tempat untuk membaca, semoga ini bisa terus berlanjut,” ucap Rusdi salah seorang pengunjung.

Sumber: Sulteng Post News

406

PALU-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kota Palu khususnya Pantai Teluk Palu, ratusan peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan melakukan aksi bakti sosial (Baksos) bersih – bersih pantai pada Rabu (28/9).

Aksi bakti sosial yang diinisiasi oleh Komunitas Gerakan Turun Tangan Palu bekerjasama dengan Pramuka Kwarcab Palu, Komunitas Baju Kertasku, LDK An Nafi STMIK Bina Mulia Palu, Komunitas Peduliku, dan Parkour Palu dilakukan secara bergotong-royong dengan membersihkan areal pantai dari sampah yang berserakan.

Aragib Laminu salah satu pengurus Turun Tangan Palu mengatakan kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan di seputaran Pantai Talise Palu juga sekaligus menjadi kampanye kepada masyarakat umum untuk mau turun tangan langsung berpastisipasi membersihkan lingkungan sekitar.

“Aksi bersih kali ini adalah bukti bahwa masih ada banyak orang yang mau peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dan mau turun tangan langsung, kita mulai dari hal kecil seperti ini semoga bisa berdampak besar ke depannya,” ujarnya.

Aragib menambahkan kegiatan ini juga adalah yang ke dua kalinya mereka laksanakan, namun kali ini dengan lebih banyak peserta yang mau ikut terlibat.

“Alhamdulillah, promosi kegiatan yang kita lakukan melalui media sosial direspon dan didukung oleh Pramuka Kwarcab Palu serta beberapa organisasi dan komunitas lainnya, sehingga harapan kami ini juga bisa kita jadikan momen untuk bagaimana kita bisa bekerja sama dalam suatu kegiatan yang positif ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Pramuka Kwarcab Palu, Imran, yang juga ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian organisasi Pramuka dalam masalah lingkungan yang ada di kota Palu.

“Dalam kegiatan ini kami mengerahkan kurang lebih tiga ratus anggota Pramuka dari beberapa sekolah yang ada di kota Palu mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, ini juga bisa menjadi bukti bahwa Pramuka tidak sekedar berkemah tetapi mempunyai kegiatan sosial yang peduli terhadap masalah lingkungan,” pungkasnya.

Sumber: Sulteng Post News

428

PALU-Kondisi Pantai Talise, Palu yang masih cukup kotor di beberapa bagian akibat banyaknya sampah yang masih berserakan menjadi keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas relawan “TurunTangan Palu” melakukan aksi sosial turun ke pantai untuk membersihkan sampah yang berserakan, pada Minggu pagi (18/9).

Koordinator kegiatan, Fidra menyampaikan, aksi bersih-bersih Pantai Talise tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga maupun pengunjung yang ada di Pantai agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

“Tapi yang lebih penting, kami ingin memotivasi diri kami sendiri. Selebihnya, ya minimal warga yang lain dan wisatawan agar malu lah kalau buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Fidra yang juga merupakan pengurus dari komunitas TurunTangan Palu ini mengatakan bahwa kegiatan aksi sosial tersebut adalah merupakan bagian program kerja perdana yang dilakukan oleh TurunTangan Palu.

“Komunitas kita baru terbentuk satu bulan kemarin, dan ini merupakan aksi sosial pertama yang ingin kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita harus mau peduli dan ikut turun tangan langsung dalam menangani masalah lingkungan khususnya sampah,” tuturnya.

Secara praktis, Fidra juga menyarankan kepada pemerintah kota Palu untuk memperbanyak tempat sampah di sepanjang spot Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan.

“Apalagi disini akan menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni, sangat disayangkan kalau pantainya masih penuh sampah, saran kami juga petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” tandasnya.

Sumber: Sulteng Post News

Teringat semangat TurunTangan pada momen awal pergerakan di mana setiap relawan di dorong untuk mendukung orang baik masuk politik. Orang-orang baik yang selama ini memilih untuk menjadi pembayar pajak yang baik, didorong untuk menjadi pengelola pajak yang baik.

Sebentar lagi Kita semua akan menghadapi pesta demokrasi daerah 5 tahunan yang dilaksanakan serentak di ratusan kota dan kabupaten serta provinsi di Indonesia. Tentunya dengan semangat mendorong orang baik masuk politik serta mewujudkan cita-cita TurunTangan untuk mewujudkan Indonesia yang dipenuhi pemimpin bersih dan berkompeten, Relawan TurunTangan harus ikut serta berpartisipasi dalam menyambut Pilkada Serentak 2017.

Beberapa pilhan partisipasi Relawan TurunTangan dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah ini adalah sebagai berikut :

1. Komunitas TurunTangan melakukan kajian terhadap rekam jejak, kompetensi dari para calon kepala daerah masing-masing. Jika setelah kajian para relawan, ada sosok yang layak untuk diusung, maka komunitas TurunTangan daerah tersebut didorong untuk mendeklarasikan dukungan terhadap sosok orang baik tersebut.

2. Jika tidak ada yang layak untuk diusung, maka Relawan TurunTangan didorong untuk jadi wasit, menjadi pengawal pilkada agar terjadi pemilihan yang bermartabat, jauh dari kecurangan dan muncul sebagai festival gagasan bukan jadi ajang kampanye primordial dan fitnah. Pada pilkada 2015, TurunTangan membuktikan partisipasi ini dengan menjadi bagian dari gerakan KawalPilkada.

3. Ikut mengisi survei pilkada TurunTangan dengan klik link –>http://bit.ly/surveipilkadaTT

4. Pilihan politik adalah Hak Asasi masing-masing individu, sehingga TurunTangan tidak membatasi dukungan politik seseorang terhadap masing-masing calon. Setiap relawan diperbolehkan untuk mendukung calon kepala daerah yang dikehendaki jika sesuai dengan visi dan misi serta pandangan poiltiknya.

Beberapa waktu lalu ada sebuah peristiwa politik di Ibukota DKI Jakarta. Anies Baswedan, pendiri dari Gerakan TurunTangan diberikan kepercayaan untuk maju menuju DKI 1. Semenjak itu banyak orang yang bertanya-tanya, dan menunggu apakah TurunTangan akan menjadi tim sukses dan mendukung Anies Baswedan atau tidak.

Selepas kabar tersebut, pengelola gerakan TurunTangan menggali informasi dari para relawan di seluruh Indonesia. TurunTangan bukan tentang Anies Baswedan sebagai pendiri, bukan tentang jadi kendaraan politik. TurunTangan dimiliki oleh 50.000 Relawan di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2017, Pilkada tidak hanya ada di DKI, ada ratusan daerah yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi serupa. Tentunya sebagai sebuah gerakan yang bersifat nasional, turuntangan.org tidak dapat berpihak pada satu daerah saja. Sehingga untuk Pilkada di DKI,turuntangan.org menyatakan diri bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu calon yang akan maju bertarung.

TurunTangan #tetapbergerak mendorong setiap warga negara untuk turun tangan langsung, menjadi bagian dari solusi. Ada atau tidak adanya pilkada, para relawan di setiap daerah akan tetap bahu membahu dengan berbagai gerakan sosial yang telah dirancang dan dijalankan. Penyebutan turuntangan.org oleh calon kepala daerah manapun, bukan berasa dari pengelola gerakan.

Salam

 

Pengelola Gerakan TurunTangan

#tetapbergerak

71 tahun Indonesia Merdeka dan tiap tahun pula pada tanggal 17 agustus kita terus merayakannya.

Media sosial pasti penuh dengan hashtag kemerdekaan dan sebagainya, tapi semua ini tidak berlangsung lama,

tak jarang setelah perayaan 17 Agustusan, rasa nasionalisme kita semakin menurun dengan sikap pesimis akan negeri ini yang dapat kita lihat melalui berbagai komentar negatif dan keluh kesah akan Indonesia,

dimana semua ini dapat kita jumpai dengan mudahnya dikarenakan kecenderungan kita untuk meneruskan berita-berita buruk tentang Indonesia tanpa menelaah fakta yang ada. Ditambah lagi semakin banyaknya buzzer media sosial yang menyebar berita-berita hoax yang terkadang kita juga mengikutinya, semua itu tanpa sadar  membuat kita menjadi para “penyebar pesimisme”.

Tidak ada yang salah dengan kritik ataupun berkeluh kesah, memang tugas rakyatlah untuk terus mengkritisi dan menjadi watchdog terhadap pemerintahannya, tetapi sebuah masalah tak akan selesai dengan hanya kritisi dan menghancurkan semangat bangsa ini dengan menyebar rasa pesimis, seharusnya sikap tersebut dibarengi dengan solusi dan kerja nyata untuk negeri ini.

Tetapi sayangnya,

seringkali kita berkeluh kesah tanpa menyadari bahwa kita belum memberikan kontribusi apapun bagi negeri ini,

berkeluh kesah mulai dari hal-hal sederhana seperti kemacetan lalu lintas dan panas teriknya jalanan ketika kita pergi bekerja atau sekolah, kondisi jalan raya yang penuh lubang, mahalnya kebutuhan yang harus kita keluarkan untuk mengikuti gaya hidup, kritik dan keluh kesah tsb membuat seolah-olah hanya kita lah yang merasakan kesulitan di negeri ini  yang tanpa sadar kita terus menyebarkan rasa pesimis  melalui media sosial yang kita miliki.

Tak pernah kah kita memikirkan nasib saudara kita di desa-desa perbatasan Indonesia yang jauh dari perhatian pemerintah? Misalnya  nelayan Indonesia dari berbagai daerah terpencil  yang harus mencari ikan dengan merasakan teriknya panas matahari di tengah lautan. Lalu, pernahkah kita memikirkan nasib petani-petani Indonesia yang menuai hasil panen melimpah namun kehidupan mereka tidak makmur? Pernahkah kita membayangkan beratnya perjuangan para TKI di luar negeri yang terus bekerja keras meningkatkan devisa negeri ini dengan memendam rindu sanak  famili di bumi pertiwi? Nereka sedang berjuang untuk cita-cita merdeka dari kemiskinan, dan mungkin posisi seperti mereka lah yang layak untuk berkeluh kesah.

Melihat hal tersebut seharusnya kita seharusnya bersyukur karena kita masih diberi kesejahteraan dan keluangan waktu untuk lebih semangat lagi  melunasi janji kemerdekaan di negeri ini.

Ada puluhan  kekurangan di Indonesia, tetapi sebenarnya ada ratusan berita baik dari Indonesia yang dapat membangkitkan rasa optimis kita untuk melunasi janji kemerdekaan.

Pernahkan kita mendengar kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire?

Potensi sumber daya kelautan Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,8 juta km2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, menghasilkan potensi sumber daya kelautan triliunan rupiah, atau potensi sumber daya mineral & tambang yang terhampar dari sabang hingga merauke seperti  cadangan bijih besi, tembaga, bauksit, bijih timah yang nilai potensialnya mencapai ratusan triliunan rupiah lebih, bahkan Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang meliputi 68% dari wilayah negeri ini yang mencakup daerah seluas hampir 1,3 juta kilometer persegi diperkirakan menyimpan 81,2% cadangan bahan tambang Indonesia (Koesnaryo dalam PERHAPI, 2002: 1).

Kekayaan SDM Indonesia juga tak kalah hebatnya. Di masa depan  dengan adanya bonus demografi yang diperdiksi pada tahun 2020-2030, 70% penduduk Indonesia adalah penduduk dengan jumlah usia produktif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia juga merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia, terdapat lebih dari 750 suku bangsa atau etnis.

Indonesia merupakan negara ke 13 dengan militer terbaik di dunia dan berbagai prestasi militer lainnya.

Indonesia memiliki banyak sosok inspiratif muda Indonesia yang membuang rasa pesimisnya. Misalnya kisah seorang Butet Manurung, seorang sarjana yang menghabiskan waktunya untuk mendidik suku anak-anak pedalaman di Jambi tanpa berkeluh kesah akan belum meratanya infrastuktur pendidikan di Indonesia. Dr Gamal Albinsaid yang mendedikasikan ilmu kedokterannya untuk warga miskin di kota Malang dengan asuransi sampah miliknya tanpa sekedar mengkritisi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Jika hanya segelintir berita memilukan dari Indonesia dapat dengan gampang nya membuat kita menjadi para penyebar rasa pesimis yang hanya bisa mengkritik melalui media sosial di layar smartphone, maka sudah seharusnya kita optimis  mendengar berita-berita mengenai fakta potensi negeri ini diatas..

Atau kita bisa belajar dari para pejuang puluhan tahun lalu yang telah berjuang tanpa rasa pesimis didalam dirinya. Bung karno yang beberapa kali dipenjara dan diasingkan, Hatta dengan diplomasinya mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dari tangan penjajah, perjuangan Jenderal Soedirman bergerilya di hutan belantara sambil menahan sakit yang dideritanya, Tan Malaka  berulang kali berganti nama dan berpindah pindah tempat demi berjuang dari kejaran para penjajah.

Bayangkan setiap masalah dan rintangan  yang dihadapi mereka, dalam setiap perjuangan mereka, mereka  tidak tahu apakah setiap tetes keringat dan darah  yang mereka perjuangkan  akan berbuah kemerdekaan atau tidak, tetapi mereka memilih untuk tetap optimis dan berjuang, bayangkan jikalau  ditengah perjuangan mereka muncul rasa pesimis dan mengambil langkah untuk mundur pada saat itu, tentu kita tak bisa menikmati nikmat nya kemerdekaan saat ini.

Jika mereka para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan dahulu selalu optimis, sudah selayaknya kita para pemuda yang meneruskan janji kemerdekaan ini membuang rasa pesimis.

Anggapan bahwa kita belum sepenuhnya  merdeka dapat dimaklumi, hal itu dapat dilihat mulai dari sumber daya alam kita yang sebagian besar masih dikuasai asing, kesejahteraan dan pendidikan yang belum merata, SDM kita yang dengan mudahnya di propaganda media hingga korupsi yang merajalela.

Walau kita belum sepenuhnya MERDEKA secara utuh, setidaknya kita MERDEKA dari rasa pesimis dan putus asa. Mari terus berjuang karena negeri ini dibangun oleh semangat OPTIMISME!

 

Pejuang Bukan ?? Hadapi !!

#Dirgahayu R171

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]