Home Authors Posts by TurunTangan

TurunTangan
76 POSTS
Ayo TurunTangan untuk Indonesia! Kirimkan karyamu ke blog@turuntangan.org!

614

Sudah dua tahun lamanya TurunTangan Malang berdiri. Selama kurun waktu tersebut, telah banyak kegiatan yang dilakukan oleh relawan TurunTangan Malang. Ini menjadi bukti bahwa masih banyak orang-orang yang mau terlibat langsung menyelesaikan segala permasalahan di negeri ini.

TurunTangan Malang percaya gerakan TurunTangan adalah sebuah gerakan kesadaran nasional bahwa semua permasalahan ditiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Untuk itu, TurunTangan Malang membuka kesempatan kepada masyarakat Malang untuk ikut serta turun tangan dengan membuka open recruitment relawan baru yang dimulai sejak 4 Januari 2016.

Pendaftaran dilakukan secara online. Masyarakat dapat mendaftar di bit.ly/UkirRelawan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Muna di 085736281969 atau Pebri di 085299782479.

Tak hanya Malang, TurunTangan Bandung juga melakukan open recruitment relawan baru yang telah dibuka sejak 1 Januari 2016 dan telah ditutup pada 17 Januari 2016. Rencananya, relawan baru yang terdaftar akan diundang pada acara Gathering TurunTangan Bandung pada Minggu (24/01/2016) besok.

513

Terjalnya jalan menuju Pegunungan Meratus di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tidak lantas membuat semangat Relawan Turun Tangan (TT) Kalimantan Selatan (Kalsel) surut. Selama tiga hari dua malam mulai tanggal 27-29 Desember 2015 mereka melakukan survey geografis dan survey sosial pada masyarakat Banjar Archaic. Perjalanan ini dilakukan tentu bukan tanpa tujuan. Mereka tak lelah karena berjalan dengan sati visi: membangkitkan identitas asli masyarakat Adat Meratus (Banjar Archaic).

Survey Relawan TT Kalsel kali ini dilakukan bersama 143 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat. Tidak ketinggalan, Drs. Hairiyadi, M.Hum selaku mentor Pelestarian Budaya Banjar Archaic sekaligus dosen sejarah yang sudah menggeluti Banjar Archaic selama 30 tahun lebih.

Antusiasme dan semangat untuk bisa mengembalikan identitas masyarakat Banjar Archaic membuat panjangnya perjalanan menjadi tidak terasa. “Ada yang kelelahan hingga pingsan, bahkan ada dari rekan Prodi Sejarah yang notabene baru pertama kali ke sini dan mereka kewalahan, tapi mereka tetap semangat, saling membantu, dan yakin akan sampai,” jelas Muhammad Syahreza selaku project manager Pelestarian Budaya Banjar Archaic. Bahkan, dalam perjalanan, rombongan mereka sempat terpecah dan ada satu kelompok yang tidak ditemukan oleh tim penyapu perjalanan. “Sempat panik, tapi kami berusaha menenangkan dengan bercerita seputar kehidupan di kampus,” tambah pria yang akrab disapa Reza ini.

Bakti sosial (Baksos), penanaman pohon, serta pembuatan jalan setapak adalah rangkaian acara lainnya di tengah-tengah survey yang mereka lakukan. Mereka juga membuat shelter istirahat untuk warga di sekitar desa. “Pembuatan shelter ini dimaksudkan untuk membantu warga karena akses masuk desa jaraknya lumayan jauh untuk mencapai titik kendaraan,” ujar Reza menjelaskan alasan mereka membangun shelter.

“Akhirnya, setelah dua tahun, akhirnya kami (Relawan TT Kalsel) menemukan titik yang tepat buat jadi desa budaya, yakni Desa Tamburasak di sekitaran Pegunungan Meratus,” kata Reza. Selain itu, survey ini juga menemukan bahwa di Meratus terdapat dua aliran adat, yakni Adat Hinas Kanan dan Hinas Kiri. “Kendatipun ada perbedaan, secara religius mereka sebenarnya sama saja. Perilaku ritualnya saja yang berbeda,” ujar Reza menambahkan.

Secara konsisten selama dua tahun, mereka melakukan survey dan observasi ke Pegunungan Meratus. Banyak hasil yang mereka dapatkan dalam setiap perjalanan tersebut. Sebelum melakukan perjalanan mereka selalu melakukan riset dengan referensi jurnal-jurnal budaya, khususnya tentang masyarakat Banjar Archaic.

Walaupun demikian, kegiatan Relawan TT Kalsel tetap saja menemukan kendala, yakni pada  biaya transportasi dan akomodasi. Selama ini mereka menggunakan cara ‘patungan’ untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan akomodasi tersebut. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam mendeskripsikan data-data yang telah mereka kumpulkan.

Memang, kendala akan selalu ada. Dukungan dan motivasi dari berbagai pihaklah yang akan membuat kendala ini tertutupi. Dalam hal ini, diharapkan budayawan-budayawan dan kalangan akademisi di Kalimantan Selatan khususnya, dan Indonesia umumnya agar turut serta memberikan mentoring kepada mereka. Tapi, hingga hari ini, semangat kerelawanan yang tetap menyala dalam diri mereka sejatinya yang paling ampuh mengatasi kendala tersebut. Karena seperti kata ungkapan yang sering kita dengar di sampul buku, di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Semangat, Pejuang!

Dalam sebuah berita, idealnya tidak boleh terdapat opini, namun seringkali wartawan menyelipkan opini melalui pandangan narasumbernya. Ini yang seringkali dimanfaatkan untuk mengarahkan pembaca untuk memiliki persepsi tertentu. Kita harus lebih jeli mengenali saat membaca berita di media cetak, online, maupun TV, agar kita tidak mudah terhasut oleh berita yang tidak benar.

Apa pentingnya tahu fakta dan opini dalam sebuah berita?
1. Agar kita tidak tertipu/terhasut media.
2. Agar kita tidak reaktif, mudah emosi dan berprasangka buruk
3. Agar kita tidak ikut menyebarkan berita yang tidak benar

fakta-atau-opini

Lalu bagaimana merespon berita agar kita tidak terhasut atau ikut menyebarkan berita yang tidak benar?

1. Baca seluruh isi beritanya, jangan hanya judul/headlinenya saja karena headline memang diciptakan sedemikian rupa untuk menggaet perhatian pembaca.

2. Lihat reputasi dan kredibilitas penulis dan media tempat berita itu dimuat.

3. Cek topik berita sejenis di beberapa media lain dengan sudut pandang yang berbeda.

4. Klarifikasi ke orang-orang terdekat yang terpercaya & memiliki informasi luas, narasumber, atau langsung ke penulis berita tersebut mengenai kebenarannya.

Tips membaca berita online:

1.Kalau kamu baca berita di media online: baca topik terkait dari berbagai sumber yang berbeda.

2. Kalau kamu baca tulisan di facebook, twitter, path, wordpress, blogspot, atau media pribadi lainnya: jangan percaya 100% ya, telisik lebih jauh dengan melihat apakah tulisan tersebut mencantumkan sumber beritanya, siapa yang menulis/memublikasikan, dan kemudian cek lagi ke sumber beritanya.

3. Kalau kamu baca kultwit atau twit yang mencantumkan link berita: cek apakah akunnya anonim, apakah avatarnya telur, apakah followernya hanya segelintir dan telur juga, kalau iya…kemungkinan besar kultwit dan link berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Yuk, jadi pembaca berita yang kritis supaya bisa menjadi sumber informasi yang terpercaya untuk orang-orang sekitar kita.

Kita tahu bahwa 2014 tinggal hitungan hari. Dan di tahun 2014 itulah kita akan memasuki era pembaruan – di mana pada saat itu terjadi pemilu 2014. Pernahkah teman-teman memiliki harapan bahwa segala macam permasalahan di republik ini bisa kita selesaikan bersama-sama? Ini adalah waktu yang tepat untuk benar-benar menunjukkan rasa cinta kita kepada republik ini.

Seperti yang telah kita tahu, Anies Baswedan menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu tipe kepemimpinan yang menggerakkan. Di mana semua orang juga harus merasa ikut tanggung jawab atas segala permasalahan di republik ini.

Sudah ada 16.000 relawan lebih terkumpul di seluruh Indonesia.

Angka tersebut bukanlah angka yang kecil, dan juga bukan angka yang sangat besar. Kita harus terus bersemangat untuk bersinergi, dan bersatu untuk menciptakan perubahan.

Sekitar pertengahan tahun 2013, saya ingin sekali memperkenalkan Anies Baswedan kepada teman-teman saya melalui jejaring sosial. Saya mulai menulis tentang Anies Baswedan di blog pribadi saya, dan menyebar video atau tulisan yang ada di aniesbaswedan.com di jejaring sosial yang saya miliki. Berjalannya waktu, teman-teman saya mulai mengikuti akun twitter Anies Baswedan. Dari yang awalnya bisa dihitung dengan jari, sekarang sudah sekitar 14 orang yang mengikuti twitter Anies Baswedan, dan beberapa menjadi relawan.

Coba pikirkan siapa 1 orang teman yang bisa relawan ajak ikut turun tangan. Bila 16.000 relawan mampu mengajak 1 orang per minggu untuk mendaftar menjadi relawan, maka teman-teman bisa membuat total relawan menjadi 2 kali lipat lebih banyak dalam waktu yang sangat singkat.

Ada banyak hal yang bisa teman-teman lakukan untuk ikut turun tangan bersama-sama:

  1. Teman-teman relawan bisa kultwit tentang siapa Anies Baswedan, dan alasan teman-teman untuk mendukung Anies Baswedan. Gunakan tagar #ABW2014
  2. Teman-teman relawan bisa juga menyebarluaskan segala macam isi konten dari aniesbaswedan.com (tulisan, rekaman, berita, dan video)
  3. Teman-teman relawan bisa berkontribusi di blog relawan turun tangan, yaitu menulis untuk blog relawan dan mengajak yang lainnya ikut menulis di blog relawan. Email tulisan relawan ke blog@turuntangan.org

Mari kita lipat gandakan kekuatan, dan tidak mendiamkan orang-orang yang tidak baik mengatur republik ini!

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]