Home Authors Posts by Yus Naeni

Yus Naeni
49 POSTS
Yus bergabung dengan TurunTangan sejak 2013. Sarjana Matematika lulusan Universitas Lampung ini memiliki minat besar di bidang jurnalistik dan sempat bekerja di salah satu media lokal di Lampung sebagai jurnalis. Untuk itu ia dipercaya menjadi Staf Hubungan Masyarakat dan mengelola buletin TurunTangan, Kabar Relawan.

383

Provinsi Banten masuk ke dalam 101 daerah yang akan menggelar Pilkada 2017 pada 15 Februari mendatang. Tahun ini akan  diikuti oleh dua pasangan calon, yakni pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif dan Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Jauh dari penetapan calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum Banten, relawan TurunTangan Banten telah menginisiasi project Kawal Pilkada untuk kota Banten yang diberi nama Untuk Banten.

Untuk Banten adalah gerakan yang mengajak publik untuk terlibat dalam proses politik di Banten dengan cara memberikan edukasi politik, pengawalan proses politik (pilkada dan pasca pilkada) dan mendorong orang baik untuk terlibat di politik.

Gerakan ini diinsiasi oleh relawan TurunTangan Banten Dewi Mulyani sejak pertengahan tahun 2016. Sebelumnya Dewi melakukan ziarah ke Pandeglang. Sempat ke daerah pelosok dan menemukan banyak spanduk dan baliho yang mempromosikan bakal-bakal calon gubernur. Mayoritas bakal calon berasal dari dinasti Atut dan memiliki track record buruk. Kondisi ini membuat Dewi gelisah dan terpikir untuk membuat gerakan yang akan mensosialisasikan pilkada dan calon-calonnya, serta menyadarkan masyarakat akan permasalahan yang ada di Banten sehingga bisa memilih sosok yang tepat. “Momen pilkada ini harus bisa jadi turning point untuk Banten,” ujar mahasiswi Jurusan Politik Universitas Indonesia.

Setelah melewati proses diskusi dengan para relawan TurunTangan Banten, ide tersebut terealisasi. Di awali dengan open recruitment relawan pada Agustus 2016. Kini Untuk Banten telah berhasil menjaring puluhan relawan dan telah memiliki visi misi serta time line aktivitas yang jelas. “Antusias anak muda untuk mengawal Pilkada Banten luar biasa. Bahkan ada yang berasal dari luar daerah,” ujar Koordinator Umum TurunTangan Banten Andi Angger.

Adapun visi Untuk Banten adalah menjadikan Banten sebagai provinsi yang dipenuhi oleh pemimpin-pemimpin yang berintegritas. Sementara misi dari gerakan ini menjadi wadah partisipasi aktif masyarakat dalam aksi kerelawanan di bidang politik, kanal edukasi dan informasi yang komprehensif terkait perhelatan pilkada di Banten dan mendorong orang baik di Banten untuk terlibat di ranah politik.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Untuk Banten adalah produksi konten dan infografis yang disebarkan melalui media sosial, tweet talk, debat tim sukses cagub dan cawagub, debat cagub dan cawagub, sekolah demokrasi Banten, Banten Youth Leader dan mengawal suara saat pencoblosan.

Informasi mengenai project ini dapat dilihat di website www.untukbanten.org, facebook Untuk Banten, twitter dan instagram @untukbanten. Atau bisa langsung datang ke sekretariat Untuk Banten di Ruang Penggerak, Jalan Haji Abdul Gani No. 44 Rt. 002 Rw. 02 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

 

490

Kota Cimahi, Jawa Barat telah melewati beberapa kali pemilu. Mulai dari pemilihan tingkat kota hingga provinsi, pemilihan presiden dan legislatif. Namun, pendidikan politik di Kota Cimahi belum optimal, dibuktikan dengan tingkat partisipasi pemilu di kota ini yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Komisi Pemilihan Umum merilis partisipasi pemilih pada Pilkada 2012 menurun sebesar 3, 53 persen, dari 73, 59 persen pada 2007 menjadi 70, 6 persen pada 2012.

Partisipasi pemilu merupakan salah satu bagian dari partisipasi politik, salah satu indikatornya adalah jumlah partisipan dalam pemilu itu sendiri. Penurunan partisipasi di Kota Cimahi mencerminkan tingkat pendidikan politik masyarakat yang rendah. Pendidikan politik masih bersifat parsial dan temporal. Ketika pemilu masyarakat di edukasi, di luar masa itu, tidak.

Kesuksesan Pilkada adalah tanggung jawab KPUD atau pemerintah, tetapi peran serta masyarakat sangat diperlukan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2015 tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Pendidikan politik harus disosialisasikan secara tuntas kepada masyarakat agar mereka dapat berpartipasi dalam pemilu secara cerdas dan bertanggung jawab. Untuk mencapai itu dibutuhkan gerakan kolaboratif berbagai pihak, khususnya pemuda.

Sekumpulan pemuda Cimahi yang tergabung dalam Komunitas TurunTangan Bandung peduli dengan fenomena tersebut. Mereka berinisiatif membuat gerakan untuk meningkatkan kembali awaraness pemilih terutama pemilih pemula di Cimahi agar berperan aktif dalam pengawalan, pencerdasan dan pemilihan walikota Cimahi. Gerakan ini diberi nama Cimahi Memilih.

Visi Cimahi Memilih adalah meningkatkan partisipasi pemilu bagi pemuda di Kota Cimahi dan terpilihnya pemimpin Cimahi terbaik dari proses pemilihan yang berlangsung dengan baik. “Misi kami adalah kolaborasi, koordinasi, informasi, edukasi, kajian, dan kawal,” papar Project Leader Cimahi Memilih Risma Damayanti.

Cimahi Memilih akan berkolaborasi dengan himpunan mahasiswa perguruann tinggi di Cimahi dan komunitas, organisasi masyarakat, NGO (Non Government Organization), stakeholder dan pemerintah. Bentuk kegiatannya ada lima yakni kenal kandidat, cerdas memilih, dialog terbuka, Cimahi goes to school, dan festival Cimahi Memilih.

Kenal kandidat yaitu suatu program yang bertujuan mengenalkan secara lebih awal dan lebih dalam sosok calon pemimpin Kota Cimahi kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan informasi gmelalui media sosial berupa infografis trackrecord dan prestasi mengenai calon walikota.

Cerdas memilih merupakan program yang bertujuan membentuk kesadaran dalam diri masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dan mewujudkan pemilihan walikota bersih. Sama seperti kenal kandidat, dengan memberikan informasi melalui media sosial berupa infografis mengenai pentingnya memilih pemimpin.

Dialog terbuka akan mempertemukan para calon pemimpin dengan masyarakat agar dapat saling bertukar pikiran dengan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan masyarakat.

Cimahi goes to school adalah program yang bertujuan memberikan pendidikan politik bagi remaja dan mensosialisasikan tentang seluruh kegiatan pemilu, seperti memperkenalkan calon beserta visi misinya, cara dan waktu pemilihan.

Festival Cimahi Memilih  akan menyemarakan pemilu dengan pesta demokrasi. Beragam acara menarik seperti konser band, pameran komunitas dan hobi.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dapat mengunjungi instagram @cimahimemilih, facebook Cimahi Memilih dan line @ilk0782o atau bisa menghubungi langsung Project Leader Cimahi Memilih Risma di 08562251636. “Bersiap memperbaiki keadaan, tapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak sempurna dan ikhtiar tidak akan pernah selesai. Come and join us!” tutup Risma.

 

357

Menjelang Pilkada DKI Jakarta, relawan TurunTangan Jakarta mengumpulkan pendapat dan aspirasi warga Jakarta atas permasalahan yang dirasakan dan perlu diperbaiki pada periode pemerintah provinsi DKI Jakarta berikutnya, di Car Free Day Sudirman, Minggu (16/10). Rencananya, semua rekaman dan video masyarakat yang dikumpulkan akan diberikan kepada ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

 

371

TurunTangan Palu baru terbentuk pada 17 September 2016. Meski tergolong baru, para relawan aktif melakukan pergerakan di daerahnya. Belum lama ini mereka mengadakan aksi bersih-bersih, kegiatan Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu), dan ikut serta dalam Festival Literasi Indonesia 2016.

Aksi Bersih-Bersih

Kegiatan ini dilakukan di Pantai Talise dan Pantai Teluk Palu. Kedua pantai itu cukup kotor akibat warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Kondisi ini menimbulkan keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan relawan TurunTangan Palu membersihkan sampah yang berserakan di pantai tersebut.

Kegiatan bersih-bersih di Pantai Talise dilaksanakan pada Minggu (18/9) dan Pantai Teluk Palu pada Rabu (28/9) bersama dengan para pemuda palu yang tergabung dalam komunitas dan organisasi.  Koordinator kegiatan bersih-bersih Pantai Talise Fidra menyampaikan aksi tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga dan pengunjung agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

TurunTangan Palu berharap pemerintah Kota Palu memperbanyak tempat sampah di sepanjang Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan. “Pantai Talise menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni. Sangat disayangkan jika pantainya penuh sampah. Saran kami petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” ujarnya.

Relawan TurunTangan Palu Aragib Laminu mengatakan aksi bersih ini membuktikan masih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. “Ada banyak orang yang mau turun tangan langsung mulai dari hal kecil seperti ini. Semoga bisa berdampak besar ke depannya,“ ujarnya.

Aksi Palu Ayo Baper

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Palu, TurunTangan Palu mengadakan aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu)” di Anjungan Pantai Talise Palu, Minggu (23/10). Kegiatannya berupa menggelar buku hasil donasi dari pegiat literasi di Kota Palu. Masyarakat dipersilahkan untuk membacanya.

”Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel di sela-sela aksi.

Fadel berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi manusia yang kaya ilmu pengetahuan. “Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refresing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel.

Berpartisipasi dalam Festival Literasi Indonesia

Kota Palu menjadi tuan rumah Festival Literasi Indonesia 2016 dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI). Ratusan pegiat maupun komunitas berkumpul selama tiga hari penyelenggaraan, Selasa-Kamis (18-20/10) di Halaman Pagombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. TurunTangan Palu ikut serta dalam festival tahunan itu.

Seperti dengan pegiat literasi, komunitas dan organisasi, TurunTangan Palu membuka stand pameran memperkenalkan profil dan kegiatan yang sudah dilakukan kepada masyarakat.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas Turun Tangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di Turun Tangan Palu mempunyai fokus bidang gerakan yakni sosial, pendidikan, dan lingkungan,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas Turun Tangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

Turun tangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

 

403

Sukses menyulap bantaran Sungai Martapura menjadi cantik, TurunTangan Banjarmasin mulai dicari-cari oleh awak media. Pada 18-24 September lalu TurunTangan Banjarmasin mengudara di J Radio dan tampil di kolom komunitas Banjarmasin Post.

Beberapa bulan belakangan ini, TurunTangan Banjarmasin memang sangat aktif bergerak. Dari mengadakan kegiatan beautification Kampung Sasirangan,  gathering relawan hingga Banjarmasin city scale mapping. Mereka juga kerap mengajak pemuda di Banjarmasin untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Relawan TurunTangan Banjarmasin Muhammad Syahreza mengatakan, selama ini mereka bergerak secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan sepeserpun. Tagline “Kami Relawan Bukan Bayaran” selalu digaungkan dan menarik perhatian media cetak dan elektronik. “Kami telah roadshow di tiga radio Banjarmasin. Sky Radio, J Radio dan Bpost Radio,” ujar Reza.

Saat ini pemerintah kota setempat juga mendukung kegiatan yang dilakukan dan sering melibatkan mereka dalam beberapa kegiatan.

Sementara itu, TurunTangan Malang juga mengudara di Radio Andalus 91.1 FM, Kamis (13/10) dan TurunTangan Palu di Dialog Kabar Sulawesi Tenggara, Jum’at (7/10).

17 Agustus. Tanggal di mana sang saka merah putih dengan anggunnya berkibar di berbagai penjuru Nusantara.

17 Agustus. Hari istimewa karena di hari tersebut lah deklarasi kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda terjadi.

17 Agustus. Perayaan seluruh rakyat Indonesia, bagaikan pesta yang masih manyala-nyala. Mulai dari mengibarkan Sang Saka Merah Putih, lomba-lomba tradisional khas 17an, serta tak lupa  melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

17 Agustus. TurunTangan pun ikut memeriahkan semaraknya. Tahun ini, 14 daerah yakni Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekanbaru, Palembang, Banten, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Kendari, dan Ambon, memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan beragam cara.

Seperti apa ya, keseruan relawan-relawan di 14 kota tersebut untuk memeriahkan semangat perjuangan? Ini dia ulasannya!

43

TurunTangan Aceh

Relawan TurunTangan Aceh merayakan hari kemenangan 17 Agustus bersama siswa-siswi SD Negeri Monsinget, Kahju, Aceh Besar, Kamis (18/8). Bertemakan “Aku Indonesia Aku Bangga”, mereka menggelar berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang.

IMG-20160817-WA0087

TurunTangan Lhokseumawe

Di Lhokseumawe, agenda 17-an diadakan di SDN 9 Dusun Abong-Abong Desa Sukajadi, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (17/8). Di sekolah ini mereka melaksanakan upacara dan menggelar perlombaan bertemakan kemerdekaan. Sebelum lomba dimulai, siswa-siswi diberikan pengetahuan mengenai pahlawan-pahlawan Aceh oleh relawan pendidikan TurunTangan Lhokseumawe.

19

TurunTangan Medan

Perayaan 17 Agustus di Medan dilakukan di Kampung Mesjid Bengkok, Jalan Kesawan, Kota Medan. Relawan TurunTangan mengadakan upacara yang dipimpin oleh Kepala Lingkungan Kampung Mesjid Bengkok. Setelah itu mengadakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh warga seperti lomba kelereng, menggendong teman, dan balap karung. TurunTangan Medan juga kedatangan Samsudin, pendukung gerakan perlindungan hutan dan hewan langka di Sumatera. Samsudin memberikan dongeng kepada anak-anak kampung tersebut agar kedepannya mereka sadar akan pentingnya menjaga hutan bersama-sama.

10

TurunTangan Pekanbaru

Relawan TurunTangan Pekanbaru mengadakan upacara bendera di SMP N 3 Pekanbaru. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan napak tilas veteran dengan memutarkan film pendek perjuangan dan memberi pemaparan tentang kebangsaan. Kemudian relawan juga mengadakan nonton bareng film perjuangan di Jalan Pemuda Pekanbaru, Sabtu (20/8).

12

TurunTangan Palembang

Relawan TurunTangan Palembang memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke -71 dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera di Panti Sosial Bina Anak Remaja KM 5 Palembang. Setelah upacara, relawan TurunTangan Palembang menggelar lomba tradisional untuk anak-anak panti. Yap, mereka berbagi kasih sayang dengan semangat perjuangan!

IMG_6855

TurunTangan Banten

Di Banten, relawan menggelar sepuluh perlombaan yang diadakan di SD Islam Ruhul Amin Tangerang Selatan. Lomba-lomba tersebut terdiri dari lomba makan kerupuk, pukul balon, injak balon, estafet karet, bersama masukan paku, pindah air, mewarnai, hafalan surat pendek dan cerdas cermat.

1

TurunTangan Jakarta

Berkolaborasi dengan Komunitas Sekolah Kolong Pelangi, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Rumah Belajar Rawamangun, TurunTangan Jakarta menggelar upacara di Kolong Jembatan Jalan By Pass Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/8). Relawan menghiasi kolong jembatan dengan balon merah putih setelah itu melakukan prosesi upacara bersama anak-anak binaan Sekolah Kolong Pelangi secara khidmat.

26

TurunTangan Bandung

Seperti TurunTangan regional lain, TurunTangan Bandung juga melakukan upacara pengibaran bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-71. Yang membuat beda dan mengesankan, upacara kemerdekaan tersebut diselenggarakan di Lapas Anak Sukamiskin Bandung. Selain upacara, mereka juga menggelar perlombaan dan hiburan akustik.

30

TurunTangan Yogyakarta

Semarak 17-an di Yogyakarta diisi dengan kemeriahan lomba makan kerupuk, balap karung, egrang dan kelerengan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Yogyakarta, Sabtu (13/8). Pada 17 Agustus, TurunTangan Yogyakarta kembali menggelar kegiatan di SLB Negeri Pembina dengan upacara pengibaran bendera. Adik-adik SLB yang memenangkan lomba tersebut juga mendapatkan hadiah, lho! Wah, senangnya!

31

TurunTangan Surabaya

Relawan-relawan di Surabaya membuat acara “Gebyar Pitulas Agustus”. Rangkaian acaranya berupa upacara bendera dan perlombaan di Rumah Belajar Sabilul Khoir. Oh ya, adik-adik ini diajak ikut upacara karena banyak diantara mereka yang tidak mengenyam pendidikan di sekolah formal. Selain itu, lingkungan tempat tinggal adik-adik di Rumbel tersebut berdekatan dengan pusat prostitusi dan sulit ditemukan lahan kosong untuk bermain. “Gebyar Pitulas Agustus” menyuarakan semangat gotong royong, agar adik-adik tetap bisa seru bermain namun ingat dengan sesama. TurunTangan Surabaya sadar akan hal itu. Momen 17an merupakan momen yang berharga bagi adik-adik Sabilul Khoir karena mereka bisa bermain bersama secara edukatif.

TurunTangan - 9

TurunTangan Malang

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dilaksakan di Balai Kota Malang. Upacara tersebut diikuti oleh para veteran yang ada di Kota Malang. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi sekolah binaan project Ruang Sinau 2.0, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudhatul Jannah di Desa Jabung Malang. Dalam kunjungan singkat itu relawan TurunTangan Malang turut dalam keceriaan siswa-siswi MI Raudhatul Jannah dalam perlombaan balap karung. TurunTangan Malang juga mengadakan kegiatan bersama veteran di MI Raudhatul Jannah, pada hari Sabtu (27/8). Mengusung tema “Apa Kabar Veteran”, relawan TurunTangan Malang memperkenalkan veteran kepada siswa-siswi sekolah itu dengan memutarkan video lebih dekat dengan veteran dan film pendek perjuangan.

33

TurunTangan Banjarmasin

Di pulau Kalimantan tepatnya di Banjarmasin, relawan TurunTangan disana mengadakan upacara di Siring Piere Tendean Kota Banjarmasin bersama berbagai komunitas dan organisasi di Banjarmasin. Setelah itu mereka berdiskusi dengan Forum Komunikasi Komunitas Kota Banjarmasin.

28

TurunTangan Kendari

Setiap selesai perayaan, sampah berserakan di sekitaran Tugu Religi Sulawesi Tenggara. Inilah yang menjadi problem yang tidak disadari masyarakat. Untuk itu, TurunTangan Kendari melakukan aksi bersih-bersih di tugu ini setelah upacara 17an. Mereka dibantu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo dan beberapa pelajar SMA Kendari. Relawan di Kendari juga mengajak mahasiswa dan pelajar untuk berdiskusi dan mengikuti lomba bola gotong. Di akhir kegiatan, para relawan menyerahkan hadiah, sertifikat dan Kabar Relawan kepada pemenang.

23

TurunTangan Ambon

Relawan-relawan Ambon sangat bersemangat melaksanakan upacara pengibaran bendera di kawasan Instalasi Pembuangan Sampah Terpadu (IPST), Kota Ambon, Maluku. Momen 17 Agustus digunakan relawan untuk refleksi kemerdekaan bersama warga. Selain itu mereka juga mengadakan kegiatan story telling dan berbagai lomba 17-an.

 

 

443

Kabar Relawan edisi lalu mendapat pujian dari pembaca. “Design Kabar Relawannya bagus”, begitu kata mereka. Media Sosial TurunTangan pun tak luput dari komentar positif. Sejumlah poster dan video dengan karakter kartun lucu dan unik meramaikan facebook, instagram, line, dan youtube TurunTangan akhir-akhir ini. Ratusan akun juga memberikan like lantaran poster dan video yang diunggah itu dinilai kreatif dan menggugah.

“Majalahnya bagus. Tapi layout-nya masih belum nyaman dibaca,” ujar Muhammad Arkan Risadian, di Rumah Relawan TurunTangan, Jalan Aup Barat 2 No. 24 Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/8). Sambil membaca e-magazine karya salah satu komunitas di Indonesia, designer muda lulusan International Design School (IDS) Jakarta itu berceloteh lagi, “Layout majalah yang bagus itu yang ada tempat buat mata istirahat. Enggak banyak teks dan gambar maksudnya. Ini ramai sekali.”

Arkan – panggilan akrabnya – adalah orang di balik cerita sukses Kabar Relawan dan media sosial itu. Dia baru dua bulan bergabung dengan TurunTangan, tapi karyanya tak dapat diragukan. Hari itu dia mendapat tugas me-layout Kabar Relawan edisi Agustus. Seniornya di divisi Hubungan Masyarakat menyodorkan e-magazine sebagai contoh. Alih-alih agar Arkan terinspirasi, ternyata design-nya tak cukup baik untuk ditiru.

“Saya sok tahu saja sih. Karena baru pertama kali layout majalah di TurunTangan,” kata Arkan tertawa – merendah. “Kemarin sebelum me-layout observasi dulu sama Kabar Relawan yang sebelumnya. Kok enggak enak dibaca ya? Ternyata banyak teksnya, persis seperti e-magazine tadi.”

Dua jam sebelum itu, Arkan baru saja mempersentasikan video animasi #turuntangan17an kepada pengurus TurunTangan pusat. Video itu berdurasi 1 menit 90 detik dan mengajak generasi muda memaknai kemerdekaan dengan cara melunasi janji kemerdekaan. Tepuk tangan dan sorak sorai membuat ruang 3 x 4 meter itu terdengar gaduh. Mereka terpukau dan senang. “TurunTangan bangkit lagi,” celetuk salah satu pengurus.

Di IDS, pria kelahiran Yogyakarta, 28 november 1993 ini mengambil jurusan Digital Animation. Wajar jika mayoritas karyanya berupa kartun dengan karakter yang sangat khas. Tokoh-tokoh kartun seperti Batman, Dragon Ball, Doraemon, Power Rangers dan Scoobydoo adalah inspirasinya selama ini. “Kartun sewaktu kecil saya tonton semua. Malah saya punya koleksi komik Dragon Ball lengkap di rumah.”

Sejak kecil, Arkan suka menggambar. Hobi itu menjadi cara untuk menyalurkan ekspresi dan pendapat. “Alasan masuk Digital Animation simpel. Ingin karakter yang saya buat bisa gerak.”

Setelah lulus, ia kemudian bekerja di perusahaan televisi swasta. Merasa jenuh ia memutuskan resign dan menerima tawaran bekerja di TurunTangan. Menurutnya ada perbedaan bekerja di perusahaan dan organisasi masyarakat. Bekerja di organisasi lebih merdeka ketika berkarya dibanding perusahaan yang biasanya sudah ada rule-nya. “Di sini (TurunTangan) diberi kesempatan dan dukungan kalau membuat sesuatu, contohnya video animasi tadi.”

Dengan keterampilan dan minat yang dimiliki, Arkan ingin membuat TurunTangan menjadi bank ide bagi anak-anak muda di Indonesia untuk memecahkan masalah di daerahnya. Caranya dengan mengemas TurunTangan menarik secara visual dan konten. “Harapan awal kalau saya ditanya kerja di mana dan saya jawab TurunTangan, orang langsung respon “Oooh… Yang menginisiasi project keren-keren itu ya?” tutupnya.

 

390

Tak bisa dipungkiri minat baca masyarakat di Indonesia sangat rendah. Menurut data UNESCO tahun 2013, hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang membaca buku. Relawan TurunTangan Aceh sadar dan peduli akan hal ini. Maka dari itulah, TurunTangan Aceh membuat gerakan “Aceh Menyala”, project sosial yang memiliki misi mulia untuk meningkatkan minat baca anak di Aceh. Program tersebut dilakukan di SD Rumpet Banda Aceh setiap Senin, Rabu dan Jum’at.

TurunTangan Aceh bahkan telah melakukan survei ke beberapa sekolah, dan mereka menemukan bahwa anak-anak disana memiliki persoalan yang sama: kurangnya minat baca siswa.

Menurut Ketua Program ”Aceh Menyala”, Ulfa Khairurrahma, dampak dari kuranya minat baca sangat besar. Siswa akan kesulitan mengerjakan tugas dari guru dan siswa itu bisa menjadi korban bullying oleh teman-temannya. Hal ini berpengaruh pada menurunnya kepercayaan diri siswa.

“Hal ini mungkin dianggap sepele. Tapi dampaknya besar dan serius,” kata Ulfa.

Ya, jika seorang anak krisis kepercayaan diri, hal ini bisa berdampak sang anak akan merasa tidak mampu menggapai cita-citaya.

Kegiatan “Aceh Menyala” adalah mengajarkan siswa membaca. Siswa diperintahkan membaca, sementara relawan dan siswa lain akan menyimak, seperti berdongeng. “Sesekali juga ada games,” pungkasnya.

367

Paham radikalisme dan terorisme di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyebar luas. Menurut laporan mysultra.com, aparat keamanan Sultra telah mengidentifikasi setidaknya ada 21 kelompok atau organisasi yang cenderung menganut paham radikalisme.

Kondisi ini memprihatinkan karena mayoritas yang menganut paham itu adalah anak muda. Hal itu membuat relawan TurunTangan Kendari tergerak turun tangan dengan mengadakan pelatihan menangkal radikalisme dan terorisme di Kendari.

Salah satu relawan TurunTangan Kendari, Mursal, mengatakan pelatihan tersebut dilakukan pada 26 Mei lalu. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 100 orang. Mereka merupakan perwakilan mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di Kota Kendari. “Waktu itu kami bekerjasama dengan Intelkan Polda Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Sebelum kegiatan, lanjut Mursal, relawan TurunTangan Kendari telah mengumpulkan data dan deteksi potensi radikalisme di media sosial. Mereka serius menyelesaikan masalah ini sehingga untuk saat ini kegiatan di Kendari difokuskan terhadap penangkalan radikalisme dan terorisme. “Belum lama ini kami juga ikut di kegiatan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) Sulawesi Tenggara,” katanya.

311

Sudah 71 tahun Indonesia merdeka. Tentu sejarah bangsa ini mencatat bahwa kemewahan kemerdekaan bangsa Indonesia didapatkan karena perjuangan para pejuang Tanah Air di masa lalu. Cerita-cerita tentang perjuangan para pahlawan tersebut masih bisa didengar secara langsung dari pejuang kemerdekaan yang kini kita sebut veteran.

Bagaimana dengan 10 tahun mendatang? Apakah kita masih bisa mendengar cerita mereka secara langsung? Akankah bangsa ini masih menghargai jasa dan pengorbanan tak ternilai dari para pejuang?

Menyadari hal itu, TurunTangan Medan mengadakan diskusi bersama veteran Kota Medan di Gedung Bina Graha Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro No. 21 Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/8). Diskusi tersebut mengangkat tema “Meneladani Perjuangan Para Veteran di Masa Kemerdekaan hingga Masa Kini” dan dihadiri oleh berbagai komunitas yang ada di Medan.

“Selagi ada kesempatan bertemu dan bisa berbincang-bincang dengan veteran secara langsung, untuk itulah kami membuat diskus bersama para veteran,” ujar Relawan TurunTangan Medan, Gita Chantika.

TurunTangan Medan mengundang dua veteran. Mereka adalah Kliwon, pejuang agresi militer Belanda I  dan Noerwahid, Wakil Ketua Putra-Putri Perintis Kemerdekaan. Selain veteran, mereka juga mengundang sejarawan Dadang Darmawan S. Sos, M.Si dan pejuang masa kini, pemadam kebakaran Kota Medan, Haji Huddin P Hsb.

“Banyak yang melupakan perjuangan pahlawan masa lalu. Pun dengan pahlawan masa kini seperti pemadam kebakaran. Keduanya sama-sama harus dihargai dan diberikan apresiasi,” kata Gita.

Dengan diskusi ini, diharapkan TurunTangan Medan berharap generasi muda yang ada di Kota Medan dapat meneladani dan juga ikut merasakan semangat dari para pejuang. “Juga ikut bersama-sama melunasi janji kemerdekaan dengan penuh optimis,” pungkas mahasiswi Universitas Sumatera Utara yang bergabung dengan TurunTangan Medan dua tahun lalu ini.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]