Home Artikel Populer
Postingan paling populer

196

Masyarakat Indonesia dikagetkan dengan berita mengenai penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Selasa (11/4). Novel dikenal berani mengungkap kasus korupsi besar seperti seperti kasus simulator SIM tahun 2012, dugaan suap proses perizinan kebun sawit, korupsi Wisma Atlet Hambalang, dan suap pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia.

Novel dikenal sebagai penyidik yang berbahaya bagi para “tikus berdasi” yang menggerogoti negara. Ketegasannya bersama penyidik KPK lainnya menjadi ujung tombak negara untuk menghabisi keserakahan dan keegoisan tokoh-tokoh penguasa, demi kesejahteraan masyarakat.

Sayangnya, kebenaran menjadi suatu hal yang mahal dan perlu pengorbanan di negeri ini. Sebelum penyerangan, upaya melemahkan Novel terjadi beberapa kali. Salah satu yang terungkap adalah penyerangan kelompok Bupati Buol, yang saat itu Amran Batalipu. Novel berupaya menangkap Arman pada Juli 2012, namun sepeda motor Novel ringsek karena ditabrak para “centeng” bayaran.

Novel adalah pejuang sejati. Dia bersama KPK tetap terus menunjukkan ketajamannya dalam memberantas korupsi. Kebenaran merupakan hal yang mutlak demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana dijelaskan dalam pancasila.

Korupsi sudah menjadi fenomena yang terus terjadi di negeri ini. Berdasarkan data Indeks Persepsi Korupsi 2016 yang dilansir Transparency International, Indonesia merupakan negara terkorup pada peringkat 90 dari 176 negara. Sangat mengkhawatirkan dan perlu tindakan tegas dan nyata.

Banyak yang beranggapan korupsi terjadi akibat dari warisan budaya penjajah, kesenjangan ekonomi atau mentalitas fast way yang dimiliki masyarakat Indonesia. Hal tersebut memang benar menjadi penyebab kecenderungan seseorang melakukan korupsi. Tetapi sebenarnya korupsi sudah menjadi penyakit lama dalam kehidupan berpolitik. Bahkan korupsi sudah dibahas oleh pemikir-pemikir politik, seperti  Plato, Aristoteles dan Rosseau.

Menurut Rosseau, korupsi merupakan proses disfungsi dan konsekuensi dari perjuangan akan kekuasaan. Jadi seseorang telah dirusak oleh kehidupan sosial dan politik yang buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan preventif dan represif untuk melindungi negara dari oknum-oknum yang telah terpengaruhi cara hidup yang korup. Kemunculan KPK menjadi pelindung negara dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab dan penjamin kesejahteraan masyarakat.

Namun, KPK sering mengalami serangan dari oknum yang tidak ingin cara hidup kotor mereka dimusnahkan. Sekarang saatnya kita khususnya para pemuda, harus memberikan dukungan kepada pelindung negara KPK dengan menunjukkan bahwa KPK tidak sendiri menghadapi panjahat-penjahat kerah putih.

Hal yang bisa dilakukan pemuda adalah sebagai berikut:

1. Gunakan media untuk mengawasi kasus penyerangan dan mega korupsi E-KTP

Media menjadi salah satu jalan untuk mengawasi berjalannya kasus penyerangan ini dan mega korupsi E-KTP. Dengan menjadikannya berita ini tetap aktual, kita dapat menunjukkan bahwa oknum-oknum tersebut tidak dapat memperoleh ketenangan dalam gaya hidup dan cara hidup yang salah.

2. Buat kampanye online di media sosial atau turun ke jalan

Kita dapat memberikan dukungan langsung dengan membuat kampanye online di media sosial atau memberikan dukungan dengan turun ke jalan. Intinya adalah kita harus melindungi keberlangsungan dan penyelesaian kasus penyerangan dan mega korupsi E-KTP.

Penyerangan Novel adalah penyerangan seluruh warga Indonesia. Mari kita awasi bersama dan tunjukkan bahwa korupsi adalah penyakit yang harus disembuhkan melalui berbagai pergerakan.

 

293

Sekarang ini, sistem politik hampir semua negara adalah sistem demokrasi yang merupakan titik terbaik dan terstabil dari suatu sistem pemerintahan. Setiap individu memiliki hak untuk menentukkan pemimpin yang akan mengatur masa depan negaranya dan setiap individu juga memiliki hak untuk memberikan aspirasinya ke pemerintah yang berkuasa. Oleh karena itu, demokrasi adalah sistem politik kerakyatan dan tanpa adanya patisipasi rakyat, demokrasi tidak akan berjalan dengan baik.

Masyarakat sebagai penggerak jalannya demokrasi tentunya harus sadar akan hak istimewa yang mereka miliki, khususnya kaum muda yang merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Sikap pasif kaum muda akan menjadi suatu proses pelemahan demokrasi, karena kaum muda merupakan individu yang sangat kritis dalam menganalisis regulasi dan peka akan pemimpin yang tepat untuk kemajuan negaranya. Generasi muda pun merupakan penerus bangsa memang dituntut untuk aktif dalam kehidupan sosial dan politik. UNDP (United Nations Development Programme) pun menguatkan pendapat ini, mereka memandang bahwa anak muda menjadi pasukan positif dalam perubahan sosial transformatif, sehingga partisipasi anak muda dalam kehidupan politik patut diperhitungkan, bukan hanya masuk hitungan (dalam Enhancing Youth Political Participation Throughout The Electoral Cycle, UNDP, 2012).

Namun, fenomena yang muncul pada saat ini adalah minat akan tema politik di antara anak-anak muda tampak tidak terlalu disukai. Berdasarkan laporan Lembaga Survei Indonesia pada tahun 2012, ketertarikan anak muda Indonesia akan persoalan politik hanya berkisar 21 % dari 64 % potensi generasi muda. Hal ini terjadi mungkin dikarenakan turunnya kepercayaan masyarakat akan politisi-politisi yang merupakan perwakilan rakyat, sehingga mereka menjadikan tema politik sebagai prioritas tak utama, dibawah masalah kesejahteraan, pekerjaan, kesehatan dan prioritas-prioritas lainnya. Sesungguhnya prioritas-prioritas tersebut sebenarnya diatur dan ditentukan oleh masalah politik bangsa dan negara.

Lalu sebenarnya apa makna politik yang dapat mengatur harkat dan martabat masyarakat suatu negara? Menurut artikel online http://www.kindersache.de, politik tidak hanya berkaitan erat dengan para politisi-politisi, tetapi masyarakat pun menentukan. Semua hal yang tidak terjadi di dalam rumah merupakan politik. Jadi semua hal yang terjadi di masyarakat umum pasti diatur oleh politik, contohnya tempat bermain, lalu lintas, sekolah, dan tempat umum lainnya. Berdasarkan etimologinya, Kata “politik” berasal dari bahasa Yunani, yakni polis atau kota dan memiliki makna, yakni hak seluruh masyarakat suatu kota dalam menentukkan takdir di masa yang akan datang.

Kemudian sebagai generasi muda kontribusi seperti apa yang dapat kita lakukan disamping memberikan suara untuk pemimpin yang tepat. Berdasarkan studi yang dilakukan Yayasan Friedrich Ebert atau Fredrich Ebert Stiftung (FES) bekerjasama dengan Deutschen Jugend-Institut (DJI), kontribusi generasi muda di Jerman menurut Johann de Rijke terdiri dari dua, yaitu partisipasi konvensional dan tidak konventional. Bekerja dan aktif dalam partai, serikat pekerja dan organisasi pemuda (kerelawanan) merupakan hal yang termasuk ke dalam partisipasi konvensional. Di samping itu, contoh dari partisipasi tidak konvensional adalah keikutsertaan dalam demonstrasi, petisi dan juga media sosial, seperti  diskusi-diskusi online atau aksi protes media sosial. Kedua kriteria partisipasi tersebut berdasarkan studi dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni ketidakmampuan seseorang, karena tidak memiliki waktu, uang atau kompetensi yang memadai, ketidakinginan karena tidak adanya motivasi serta pandangan yang sesuai, serta tidak adanya dorongan dari luar untuk aktif dalam kehidupan sosial politik.

Faktor-faktor penentu partisipasi politik menunjukkan bahwa selain alasan dan motivasi dalam diri anak muda untuk berkontribusi, terdapat juga faktor dorongan luar yang juga penting. Ketidakmampuan dan ketidakinginan dapat berubah menjadi kemampuan dan keinginan yang berpotensi, jika anak muda paham pentingnya dan berharganya kontribusi mereka dalam proses perkembangan demokrasi Indonesia. Pasti suatu awal akan diawali dari perubahan dalam dirinya. Pada proses perubahan ini, faktor luar menjadi penentu dan juga sarana dalam memahami dan menampung ide dan gagasan yang berharga untuk pembangunan Negara. Pemerintah pun telah mengambil beberapa kebijakan untuk mendorong anak muda agar nantinya aktif dalam perkembangan politik, seperti kegiatan edukasi di sekolah melalui mata pelajaran kewarganegaraan atau kegiatan kunjungan ke beberapa institusi pemerintahan. Sayangnya, setelah kegiatan belajar-mengajar, ketertarikan anak muda akan terkikis oleh rutinitas, kepentingan sendiri dan gaya hidup. Pada kasus ini, peran gerakan edukasi menjadi penting untuk mengajak aktif dalam berpolitik dan sharing gagasan. Saat ini, gerakan edukasi politik di Indonesia masih terbilang kurang dibandingkan jumlah anak muda yang ingin memahami dan ikut aktif dalam kegiatan politik.

Untuk menyadarkan anak muda mengenai hak istimewa dan manfaat dari pengetahuan politik, Turun Tangan di bulan April ini mengadakan kegiatan diskusi yang terbuka untuk kamu, seluruh generasi muda baik yang masih bersekolah, kuliah atau sudah bekerja, yang ingin menjadi pemimpin dan penggerak untuk Indonesia. Dengan tema ”Ready to Get Political — Why Is It Matters for the Youth?”, segala pertanyaan dan perspektif kamu akan berubah mengenai hal yang berkaitan dengan politik. Kegiatan diskusi ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 April 2017 Pukul 10.00-13.00 WIB di  QLUE Headquarter, Jakarta Selatan dan dihadiri oleh tokoh-tokoh yang berkompeten di bidangnya seperti Founder Limitless dan Pegiat Pendidikan Rene Suhardono.

Acara diskusi ini adalah acara kita semua sebagai generasi muda. Untuk itu mari kita sadari pentingnya hak dan kontribusi kita terhadap bangsa dan negara. Tidak ada kata “tunggu” untuk suatu perubahan baik! #GenerasiMelekPolitik, Progressively Move!

242

Kesenangan, pengalaman yang berharga dan memahami arti dari kehidupan merupakan beberapa hal yang akan kamu dapatkan ketika melakukan kegiatan kerelawanan. Tidak heran jika sekarang ini banyak individu-individu yang tergerak untuk ikut melakukan hal yang sama termasuk orang-orang terkenal.

Apa yang mereka lakukan adalah karena ingin membuat perubahan agar dunia ini menjadi lebih baik. Mereka tak hanya diam  melihat ketimpangan sosial yang terjadi. Keikutsertaan mereka pun memberikan pelajaran yang berharga yang dapat menjadi suatu peluang di masa yang akan datang. Berikut Lima orang terkenal dengan pengalaman berharganya membantu masyarakat:

1.  Agatha Christie

Agatha Christie, surrounded by some of her 80-plus crime novels.

Photo credit: Twin Cities

Agatha Christie adalah seorang penulis fiksi kriminal terkenal dari Inggris yang bukunya telah terjual lebih dari satu miliar eksemplar dalam berbagai bahasa. Dibalik kesuksesannya itu Agatha pernah menjadi perawat di Voluntary Aid detasemen rumah sakit Palang Merah, Torquay. Pada saat suaminya Archie berjuang di Perang Dunia I, Agatha bekerja sebagai perawat dan pemberi obat-obatan di rumah sakit pada tahun berikutnya.

2.  Sally Ride

Ride-s-806x1024

Photo credit: art-sheep

Bagi orang-orang yang menyukai bidang antariksa pasti tahu siapa Sally Ride. Dia adalah wanita Amerika pertama yang berada di luar angkasa. Sally merupakan pendukung besar kegiatan pramuka perempuan. Dia mendirikan kegiatan kepramukaan Girl Scout “Camp CEO” yang selalu melakukan kegiatan bersama dengan perempuan profesional dan “Sally Ride Science”.

3. Hilary Swank

Mary and Martha

Photo credit: IndieWire

Hillary Swank adalah bintang terkenal dalam film Million Dollar Baby. Dia juga aktif dalam kegiatan kerelawanan di India dengan United Planet. Hilary menjadi relawan untuk membantu anak-anak di rumah panti asuhan di daerah Palampur, sebuah kota di utara India. United Planet memberikan ucapan terima kasih yang khusus untuk partisipasinya di India.

4. George Clooney

clooney-sudan-humanitarian-data-crowd-sourced-crisis-map

Photo credit: Council on Foreign Relations

George Clooney adalah seorang aktor dan sutradara terkenal asal Amerika Serikat. Dia pun telah memainkan banyak peran di film-film, salah satunya adalah The Monuments Men (2014) dan Batman & Robin (1997). Dalam upaya untuk membantu masyarakat di Sudan, dia mendirikan kegiatan non profit bernama Not on Our Watch sebagai reaksi terhadap kekejaman yang terjadi di Darfur.

5. Angelina Jolie

wenn3269440

Photo credit: celebitchy

Jika kita mendengar nama Angelina Jolie, tentunya kita akan langsung tahu siapa dia. Dedikasinya dalam dunia film sudah menjadikan dia sebagai aktris berbakat di dunia. Tak hanya itu, Angelina pun terkenal akan peran aktifnya dalam kegiatan kerelawanan di 20 Negara, yakni Sierra Leone, Tanzania, Kamboja dan Ekuador. Angelina mulai aktif dalam kegiatan kerelawanan setelah dia manyadari krisis kemanusiaan di kamboja saat sedang melakukan syuting film “Tomb Raider”. Dia juga pernah membuat yayasan Jolie dan Pitt (Jolie-Pitt Foundation) dan diberikan tugas mulia untuk menjadi perwakilan atau ambassador UNHCR (The United Nations High Commissioner for Refugees). Sampai sekarang, Angelina masih berperan aktif dalam kegiatan ini.

 

388

Pemuda tidak hanya pemimpin di masa yang akan datang, mereka saat ini dapat melakukan perubahan besar di dunia. Salah satu perubahan yang terlihat jelas adalah peran anak muda dalam media sosial. Dengan munculnya internet sebagai sarana penyampaian pendapat dan aspirasi, pemuda memiliki akses yang mudah untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang, seperti hashtag atau tulisan online yang dapat menjadi viral di media sosial. Berikut berbagai cara yang pemuda dapat lakukan dalam membuat perubahan untuk dunia.

Menjadi Relawan

28

Banyak pemuda yang dengan tulus menjadi relawan di berbagai bidang saat ini. Hal tersebut tidak hanya untuk menambahkan pengalaman di riwayat hidup (Curriculum Vitae), tetapi kita hadir untuk membuat perubahan yang nyata. Kegiatan kerelawanan yang efektif adalah ketika kita memulainya dari daerah terdekat dan fokus memecahkan suatu masalah. Berperan langsung dalam aksi relawan akan memberikan pelajaran berharga dan dapat mengubah cara pandang hidup kita. Jadi mulailah dengan fokus pada cara membantu sekitarmu dan penyebab suatu permasalahan.

Bekerja Sama dengan Pemangku Kebijakan

KPK

Sebuah cara yang bagus untuk mulai membuat tulisan yang ditujukan kepada pemangku kebijakan adalah dengan cara meneliti beberapa masalah yang dialami negara dan bangsa. Beberapa dapat kita amati dari kegiatan amal, seperti amal untuk masyarakat ekonomi lemah atau lingkungan, kampanye advokasi dengan petisi. Melalui ini, kita dapat mempelajari cara terbaik untuk para pengambil kebijakan untuk bertindak.

Anggota parlemen sebagai perwakilan rakyat tentunya ingin mendengar aspirasi dan mengetahui ketertarikan rakyatnya – memang itulah mereka hadir di parlemen. Namun, mereka tidak dapat mengatasi kemiskinan atau perubahan iklim sendirian. Disinilah pemuda hadir untuk menulis kepada mereka atau bahkan meminta pertemuan dengan mereka, serta bekerja sama melakukan solusi yang nyata.

Sarana Online Sebagai Penggerak Massa

Screen Shot 2017-03-29 at 7.24.50 PM

Dalam sejarah belum pernah ada cara untuk menjangkau jutaan orang di seluruh dunia dengan mudah dan cepat. Namun, sekarang ini tampak sebuah Twitter hashtag dapat menciptakan kesadaran sosial yang besar, seperti #BlackLivesMatter dan #YesAllWomen. Hashtag apa yang dapat kita buat untuk bersama-sama melakukan aksi nyata? Selain itu, membuat suatu tulisan pada suatu portal online, seperti blog dapat menjadi media penghubung. Jika artikel yang kita buat menarik, tentunya akan banyak pembaca yang tertarik untuk berkontribusi.

Menginspirasi dan Menggerakkan yang Lain

Salah satu cara terbaik untuk membuat perubahan baik adalah dengan menginspirasi seseorang untuk bergabung bersama melakukan aksi nyata. Tidak hanya mengajarkan anak-anak muda lain tentang isu-isu penting, tetapi kita bisa mendorong mereka untuk mengajarkan orang lain juga. Itulah salah satu alasan mengapa banyak amal dan organisasi memiliki sumber daya muda yang terlibat sebagai duta untuk tujuan mereka. Kita bisa melakukan hal yang sama! Mungkin kita memulai kampanye pada peningkatan kesadaran dari suatu masalah sosial atau menunjukkan masalah krusial yang harus dipecahkan. Namun, kita dalam melakukan perubahan besar memerlukan sebuah tim yang di dalamnya terdapat anggota-anggota yang memiliki peran sama sebagai agen perubahan. Kita bantu pemuda-pemuda lain untuk merealisasikan ide-ide mereka.

Sekaranglah saatnya, kita sadar akan kekuatan yang kita miliki untuk melakukan perubahan. Indonesia merupakan negara yang besar dan masalah yang dimiliki ibu pertiwi pun beranekaragam. Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam mulailah melakukan hal-hal baik setiap hari.

172

Nama TurunTangan sebenarnya merupakan ajakan kepada mereka semua yang percaya akan nilai/semangat ambil bagian untuk menciptakan dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya. Namun memang selama ini saat kita bicara mengenai dampak nyata, yang ada di benak kita selalu berbicara masalah-masalah yang besar dan makro ketimbang berbicara masalah yang sederhana dan mengena langsung di masyarakat.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana sih caranya kita untuk TurunTangan langsung tanpa perlu menunggu-nunggu orang banyak, atau dalam istilah TurunTangan bagaimana caranya kita buat project sosial sederhana?

Lihat Masalah Disekitarmu

Sebelum memulai sesuatu hal tentunya kita harus melihat dan mencari tahu terlebih dahulu ada masalah apa disekitar kita? Caranya dengan bertanya dengan anggota keluarga, teman sebaya, ataupun mungkin tokoh masyarakat seperti RT/RW di sekitar lingkungan rumahmu, catatkan semua insight yang kamu dapatkan dan kumpulkan menjadi poin-poin utama yang mungkin dapat kamu selesaikan. Dari pengetahuan kita terhadap masalah inilah seringkali muncul ide-ide yang dapat menjadi solusi dan berbuah menjadi sebuah project sederhana.

Mulai dengan yang Paling Sederhana

Setelah kamu memiliki daftar masalah di lingkungan sekitar, coba kamu cari masalah apa yang paling sederhana dan mungkin cukup kamu seorang saja masalah itu sebenarnya bisa diselesaikan, dari masalah paling sederhana inilah biasanya kita mulai bisa memetakan solusi-solusi apa saja sih yang sebenarnya dibutuhkan? Atau peran apa saja yang sebenarnya dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Catatkan idemu dan jangan sampai menguap begitu saja!

Atur Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat menjadi hal yang paling penting! Kenapa? Karena project yang kamu inisiasi akan berjalan sukses jika diadakan di tempat yang tepat dalam waktu yang pas. Mengatur waktu juga akan membuat kamu dapat bersiap-siap terlebih dahulu.

Ajak Orang di Sekitarmu untuk Bergerak

Rangkul kanan dan kirimu. Kenapa? Karena bergerak sendirian itu kadang kurang asyik. Yakinlah bahwa orang-orang disekitar mu akan tertarik untuk bergabung dengan project yang kamu inisiasi, jangan pernah ragu untuk bercerita mengenai gagasan dan project yang akan kamu lakukan, karena dari berbagi cerita inilah akan menemukan banyak masukan dan atau mungkin menemukan makin banyak orang yang ingin terlibat.

Pelajaran penting untuk membuat kamu berhasil menginisiasi dan menjalankan project-mu adalah jangan pernah menyerah meskipun pada akhirnya hanya kamu seorang yang bergerak, teruslah bergerak dan sebarkan kabar baiknya, karena pada akhirnya orang lain akan membaca ceritamu dan ikut tergerakan.

 

 

317

TurunTangan merilis sembilan orang yang masuk kategori #9OrangBaik di Indonesia. Orang-orang ini berkarya sekaligus berkontribusi untuk bangsanya. Ada yang berani menyuarakan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada pertemuan parlemen ASEAN, memberikan beasiswa bagi anak bangsa yang ingin kuliah di universitas ternama baik dalam negeri maupun luar negeri, membuat gerakan sosial, memerangi kekerasan perempuan dan anak di Indonesia, dan berbagai program untuk membangun fasilitas publik.

Dalam jajaran #9OrangBaik tersebut, terdapat walikota nyentrik yang pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik di Indonesia. Berikut kesembilan orang baik versi TurunTangan yang dijamin akan menginspirasi kamu membuat inovasi untuk Indonesia yang lebih baik.

MEUTYA HAFID

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

1. Meutya Hafid

Meutya Hafid telah ikut mengharumkan dunia pers Indonesia. Beliau meraih penghargaan alumni Australia 2008 dalam kategori Jurnalisme dan media serta Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O’Neill. Tahun 2012, Meutya terpilih menjadi satu-satunya perempuan dalam lima Tokoh Pers Inspiratif versi Mizan karena telah ikut berkontribusi pada perkembangan pers Indonesia bersamaan dengan Tirto Adhi Soerjo (perintis surat kabar pertama Indonesia “Medan Prijaji”), Andy F. Noya, dan Goenawan Mohamad (pendiri Majalah Tempo).

Mantan jurnalis dan presenter ini sempat melambung namanya karena pada 18 Februari 2005, Meutya dan rekan juru kameranya, Budiyanto, diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di Irak. Meutya menyadarkan kita bahwa profesi wartawan tidak hanya membutuhkan intelektualitas dan wawasan yang luas, namun juga keberanian.

Setelah meninggalkan karier jurnalistiknya, Meutya aktif berpolitik. Saat ini ia duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I (Komisi Luar Negeri) DPR RI. Beliau dengan keras menyuarakan hak para TKI Indonesia di Malaysia. Sebagai anggota legislatif, Meutya dengan keras melontarkan pendapatnya pada pertemuan tahunan Parlemen ASEAN 2012. Dia mengkritisi delegasi parlemen Malaysia yang tidak kunjung meratifikasi berbagai konvensi internasional yang memberikan kewajiban negara ratifikatornya untuk lebih peduli terhadap nasib buruh migran. Dia juga mendesak parlemen Malaysia untuk lebih aktif menekan pemerintah Malaysia agar memperlakukan TKI Indonesia secara manusiawi.

BUDIMAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

2. Budiman Sudjatmiko

Budiman merupakan seorang aktivis yang kini menduduki kursi senayan sebagai Anggota Legislatif dari dapil Jawa Tengah VIII. Dia menyelesaikan studinya di jurusan Political Science, University of London, dan Master of International Relation, Cambridge University.

Namanya naik di era Orde Baru, karena Budiman dikenal begitu vokal dalam menyuarakan pendapatnya. Karena hal ini, Budiman dianggap sebagai “The Most Dangerous Person In This Country” dan memperoleh stigma sebagai “The Public Enemy Number One”.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan Budiman kerap dianggap mengancam dan mengganggu jalannya pemerintahan rezim Orde Baru. Dia bahkan dituduh mendalangi gerakan menentang Orde Baru dan dinilai bertanggung jawab dalam peristiwa 27 Juli 1996 dalam penyerbuan kantor Partai Demokrasi Indonesia. Karena hal itu ia divonis dengan hukuman 13 tahun penjara.

Jejak Budiman bisa dilihat sejak ia duduk di bangku kuliah. Selama empat tahun ia menjadi community organizer yang bertugas melakukan proses pemberdayaan politik, organisasi, dan ekonomi di kalangan petani dan buruh perkebunan di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan semua rekam jejak yang Budiman miliki, ia dengan mudah melenggang menduduki “kursi Senayan”.

Di masa kampanye, Budiman menyuarakan pentingnya RUU Desa dan berjanji akan memperjuangkan janjinya. Beliau berhasil membuktikan dan merealisasikan janjinya dengan menembuskan UU Desa pada tahun 2013 saat duduk sebagai Wakil Ketua Pansus RUU Desa.

GITA WIRJAWAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

3. Gita Wirjawan

Gita Wirjawan merupakan seorang pengusaha, bankir, dan pegiat sosial. Lulusan Harvard University ini pernah menjabat sebagai menteri perdagangan di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pencapaian besarnya di ranah birokrasi adalah berhasil membuat UU Perdagangan. Dengan adanya UU ini, Indonesia bisa dikatakan telah menunjukkan kemajuan di bidang perdagangan. Karena sebelumnya, selama lebih dari 80 tahun Indonesia masih menggunakan UU Perdagangan milik Belanda, Bedfrijfsreglementerings Ordonnantie (BO) — yang telah digunakan sejak zaman penjajahan Belanda sebagai dasar hukum perdagangan Indonesia. Kenapa isi UU Perdagangan ini penting? Karena peraturan di dalamnya diharapkan mampu menyinkronkan kebijakan perdagangan secara menyeluruh. Sehingga kedepannya, Indonesia siap menghadapi perkembangan situasi perdagangan era globalisasi. Di dalam UU tersebut, ada dasar hukum soal perdagangan domestik (dalam negeri) dan internasional, standardisasi barang dan jasa, pengembangan usaha kerjasama, skala kecil, mikro dan menengah, dan perdagangan melalui sistem elektronik — apalagi saat ini sudah berkembang banyak e-commerce dan fintech di Indonesia.

Sepak terjang Gita dalam ranah kebijakan perdagangan tidak hanya itu. Sebelum menjadi menteri beliau diangkat menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Selama dua tahun kepemimpinannya (2009-2011), penanaman modal langsung di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dari US $11 milyar (2009) menjadi US $19 milyar pada (2011).

Gita juga pernah menjadi Ketua Sidang dalam World Trade Organization Ministerial Conference of 2013. Tidak hanya berkarya untuk memajukan ekonomi, Gita juga berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan sosial Indonesia. Dengan mendirikan Ancora Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan khususnya pendidikan. Ancora Foundation memfokuskan diri pada donasi pendidikan untuk pemuda Indonesia dengan membuat beberapa program beasiswa bagi anak bangsa yang ingin meneruskan kuliah di beberapa universitas ternama di dalam maupun luar negeri.

ANGGA DWIMAS SASONGKO

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

4. Angga Dwimas Sasongko

Berawal dari mimpi besar, Angga Dwimas Sasongko (32) berhasil diakui sebagai salah satu sutradara film paling berpengaruh di Indonesia. Meskipun ia bukan lulusan sekolah film, Angga tidak berhenti berkarya karena film merupakan passion-nya. Angga mendapatkan pengakuan akan bakat yang dimiliki saat filmnya memenangkan kompetisi film pendek antar pelajar SMA. Padahal, film tersebut “hanya” bermodalkan handycam dan tempat editing film pernikahan di Mangga Dua. Angga mempelajari keterampilan editing secara otodidak, ia bahkan merelakan diri untuk mengedit film di rumah temannya.

Debut Angga sebagai sutradara di mulai dari film Foto, Kotak, dan Jendela (2006) saat usianya masih 20 tahun. Karyanya terus diapresiasi dan merebut perhatian dari para penikmat film. Ia sempat dipercaya menjadi asisten sutradara film Catatan Akhir Sekolah (2004) di bawah arahan Hanung Bramantyo. Tahun 2010, nama Angga berhasil masuk ke dalam nominasi Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) untuk film Hari Untuk Amanda. Puncak keberhasilan Angga adalah ketika film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014) mendapatkan penghargaan sebagai Film Terbaik di FFI 2014. Tahun berikutnya, Film Filosofi Kopi berhasil menjadi film Box Office Indonesia.

Bagi Angga, ia adalah seorang manusia politik. Setiap karya yang ia kerjakan mau tidak mau ada muatan politik — ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Penggemar sutradara Hirozaku Koreda dan Cameron Crowe ini tidak hanya berkarya lewat film, namun berkontribusi bagi Indonesia dengan menjadi aktivis kemanusiaan di Green Music Foundation yang ia kelola bersama Glenn Fredly. Lewat yayasan tersebut, Angga membuat gerakan sosial “Save Mentawai” untuk merespon bencana tsunami Mentawai tahun 2010 silam. Ia juga berperan sebagai inisiator Pondok Cerdas Indonesia (PONDASI), community learning center berbasis perpustakaan yang dibangun di komunitas-komunitas masyarakat pulau. PONDASI didirikan pertama kali di Desa Mapinang Selatan dan Desa Pasapuat, Mentawai.

Wahyu Aditya

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

5. Wahyu Aditya

Wahyu Aditya adalah seorang animator asal Indonesia. Wahyu juga mendeskripsikan dirinya sebagai seorang “aktivis animasi dan desain”. Ia merupakan founder HelloMotion Academy School of Animation and Creativity yang telah berdiri sejak tahun 2004 dan telah mencetak lebih dari 2000 lulusan. Tujuan mendirikan HelloMotion sangat jelas di benak Wahyu. HelloMotion diharapkan membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas animator Indonesia. Ia ingin agar akademi yang didirikannya itu menjadi bagian penting dalam pembangunan industri kreatif Indonesia.

Passion Wahyu di dunia animasi sudah terlihat sejak ia kecil. Ia memulai kiprahnya dengan mengikuti kejuaraan menggambar di Malang, kota kelahirannya. Selepas SMA, Wahyu melanjutkan studinya ke KvB Institute of Technology, Sydney, Australia, jurusan Interactive Multimedia. Wahyu bahkan menjadi lulusan terbaik se-angkatan. Saat kuliah, Wahyu membuat film animasi berdurasi dua menit berjudul Dapupu Project yang memperoleh juara utama dalam Pekan Komik dan Animasi oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Tahun 2007, Wahyu juga dinobatkan sebagai International Young Creative Entrepreneur of The Year untuk kategori film dari British Council.

Selain mendirikan HelloMotion, Wahyu menjadi orang yang mengarahkan HelloFest, festival film pendek dan animasi terbesar di Indonesia. HelloFest berhasil membuka 300 kesempatan kerja baru di industri animasi. Melalui HelloFest, Wahyu ingin menyuarakan bahwa animasi Indonesia masih terus bisa berkembang. Ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia merupakan negara modern dan kreatif, bukan negara korup.

Wahyu tidak hanya fokus untuk berkarya lewat animasi saja. Ia mengembangkan toko baju online bernama KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia) — yang menjual t-shirt bertema nasionalisme namun dipadu oleh unsur modern dengan sentuhan apik khas Indonesia. Lewat situs kdri.web.id, Wahyu juga memberikan motivasi kepada anak muda Indonesia untuk menanamkan jiwa nasionalisme.

ANNIESA HASIBUAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

6. Anniesa Hasibuan

Anniesa Hasibua, fashion designer asal Indonesia pertama yang berhasil menonjolkan hijab sebagai koleksi utama di New York Fashion Week 2016. Koleksi busana Anniesa terinspirasi dari kecintaannya pada keunikan yang dimiliki Indonesia, karena Indonesia terdiri dari orang-orang dengan bermacam-macam latar belakang. Kemudian Anniesa menggabungkannya dengan sentuhan dunia dongeng karena ia suka berimajinasi.

Setelah itu, Anniesa mengikuti New York Couture Week pada tahun 2015 dan New York Fashion Week Spring/Summer pada September 2016. Bahkan Anniesa juga memenangkan penghargaan di 2016 Cannes Red Carpet Fashion & Film Awards sebagai Best Fashion Designer karena koleksi couture fashion-nya dianggap paling artistik, kreatif, dan rumit. Meskipun koleksinya dianggap sebagai political statement pasca terpilihnya Donald Trump, Anniesa mengatakan bahwa ini merupakan murni seruan fashion khususnya bagi perempuan muslim.

Dengan membawakan koleksi hijabnya ke ranah internasional ia dapat menekankan nilai bahwa: Fashion is for everybody. Anniesa Hasibuan dan koleksi hijabnya menyadarkan kita bahwa ada keindahan dalam perbedaan dan keberagaman, dan kita tidak perlu takut akan hal-hal tersebut. Lewat fashion, Anniesa ingin bahwa semua orang di dunia bisa menerima latar belakang masing-masing, bahwa fashion tidak hanya terbatas bagi kaum tertentu. Kamu bisa melihat koleksi-koleksi busana hijab Anniesa di: http://nyfw.com/anniesa-hasibuan.

KANG YOTO

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

7. Kang Yoto

Sosok politik ini berhasil mengubah wajah kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam mengurangi kemiskinan. Di bawah pimpinannya, Bojonegoro berhasil menjadi salah satu dari 10 kabupaten di Jawa Timur dengan kemampuan tercepat dalam mengurangi kemiskinan versi World Bank.

Nama Kang Yoto — sapaan akrab bupati Bojonegoro Suyoto saat ini — cukup mencuat menarik perhatian publik. Ia membuat terobosan baru bagi Bojonegoro dengan enam pilar pembangunan berkelanjutan sebagai program utamanya. Enam pilar tersebut diantaranya dari segi ekonomi, lingkungan hidup, pembentukan modal sosial, peningkatan kapasitas fiskal, pengolahan pemerintah yang bersih dan tepat, dan kepemimpinan yang transformatif.

Tahun 2015, Bojonegoro berhasil memproduksi 907,000 ton gabah, meningkat di banding tahun sebelumnya. Di tahun yang sama, blok minyak Cepu Lapangan Banyu Urip mencapai puncak produksi sebanyak 170 ribu barrel per hari. Suksesnya industri migas juga tidak lepas dari human approach, di mana pengelolaan DBH Migas dilakukan lewat investasi jangka panjang sehingga mampu memberi manfaat ekonomi bagi generasi selanjutnya melalui penyertaan modal bank. Bojonegoro terpilih menjadi pilot project atau kota percontohan open government dunia mewakili Indonesia berdampingan dengan Seoul, Korea Selatan.

Kang Yoto juga dianggap berhasil membangun Bojonegoro sebagai kabupaten yang ramah dan peduli terhadap perlindungan hak asasi manusia. Keberhasilan beliau mengelola Local Governance diakui secara internasional. Dari segi kepemimpinan, Kang Yoto selalu fleksibel dan mengupayakan keterbukaan komunikasi yang luas dengan warga Bojonegoro. Ia juga mengajak agar masyarakat ikut terlibat dalam mengelola bencana — mengingat Bojonegoro merupakan daerah rawan banjir.

Bagi Kang Yoto, “Pemimpin adalah mereka yang bersama kita merumuskan mimpi menjadi visi, mengubah kepahitan masa lalu menjadi kearifan dan energi hidup, lalu memastikan hari ini kita mampu saling melengkapi karya untuk keberlanjutan kesejahteraan dan kebahagiaan sesama.”

NETY HERYAWAN

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

8. Netty Prasetiani Heryawan

Netty Heryawan, aktivis Indonesia yang memerangi perdagangan manusia (human trafficking) khususnya perempuan Beliau juga menjabat sebagai Ketua Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Netty dinobatkan sebagai Local Hero yang memerangi praktik perdangan manusia.

Lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran dan S2 Kajian Gender Universitas Indonesia ini mengajak agar kita semua bahu-membahu untuk aktif memerangi perdagangan manusia. Bagi Netty, perdagangan manusia adalah potret perbudakan modern. Itu merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diberantas mulai dari hulu sampai hilir. Ini bukan kerja ringan, namun dia yakin akan ada hasilnya jika kita semua konsisten melakukannya.

Melalui program-program P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) seluruh Jawa Barat, Netty berhasil membantu ratusan korban perdagangan manusia di Indonesia. Beliau tidak setengah-setengah memerangi isu perdagangan manusia. Ia menjemput langsung 14 anak-anak di bawah umur asal Jawa Barat yang menjadi korban perdagangan manusia di Batam.

Sejak SMA, Netty sudah aktif berkecimpung di dunia aktivis, khususnya di bidang sosial dan perempuan. Perjuangan Netty di isu ini berlanjut sampai perguruan tinggi. Setelah suaminya menjadi Gubernur Jawa Barat pada tahun 2008, Netty menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka 2011 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia karena dianggap berhasil mengembangkan budaya gemar membaca, khususnya di provinsi tersebut.

Saat ini, konsentrasi Netty masih sama yaitu berupaya memerangi kekerasan perempuan dan anak. Di Jawa Barat sendiri, tercatat 1.189 kasus kekerasan perempuan dan anak. Setiap tahun, angka kekerasan di provinsi tersebut terus meningkat, bertambah sebanyak 15 orang.

Ridwan Kamil

Ilustrasi: Ahmad Syauqi, Layout: Puji Rahajeng

9. Ridwan Kamil

Sosok Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung periode 2013-2018, tidak memiliki pengalaman birokrasi sebelumnya. Lulus dari ITB, ia magang di Amerika Serikat (AS). Saat krisis moneter melanda, Kang Emil — sapaan akrabnya — memaksa untuk menetap di AS dan berusaha mencari pekerjaan di sana sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Berkeley. Selagi mengambil S2 di universitas tersebut Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Saat ia pulang ke Indonesia tahun 2004, Kang Emil mendirikan Urbane (akronim dari ‘Urban Evolution’ atau ‘Urang Bandung Euy’) firma arsitektur skala internasional yang terdiri dari para profesional muda kreatif yang berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan.

Kang Emil membangun Bandung dengan latar belakang tata kota-nya. Ia berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat miskin perkotaan. Kolaborasi merupakan nilai utama yang beliau bawa dalam memimpin Bandung. Beliau percaya bahwa masalah masyarakat yang ada bisa diselesaikan dengan gotong royong — nilai asli bangsa Indonesia. Dalam perspektif Kang Emil, Indonesia masih bisa terus maju jika pemimpinnya mampu menggerakkan dari “tengah”. Mendorong yang sudah maju, dan menarik yang belum maju agar bisa berjalan bersamaan mencapai tujuan. Pemimpin harus mampu memberi contoh yang baik agar bisa menginspirasi. Jika ingin kotanya bersih, harus turun ke jalan membersihkan sampah bersama dinas kebersihan seperti yang dilakukan Kang Emil.

Untuk membangun kota, Kang Emil meninggalkan cara konvensional seperti menggunakan anggaran daerah. Kang Emil menjadikan pihak swasta untuk mengelola fasilitas publik yang ia ingin bangun, cara pembayarannya dicicil dengan anggaran daerah dalam periode tertentu. Baginya, “good design is good business”. Tidak hanya membangun infrastruktur, namun Kang Emil berhasil menerapkan gaya kepemimpinan yang menggerakkan.

Selama menjabat sebagai Wali Kota, Kang Emil menginisiasi gerakan Rebo Nyunda, Program Jaga Lembur, Jumat Bersepeda, Selasa Tanpa Rokok, Gerakan Sejuta Biopori, dan Kamis Inggris.

298

Relawan adalah seorang yang sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dan keahlian untuk menolong orang lain. Menjadi relawan juga tidak mendapatkan upah atau gaji atas apa yang telah disumbangkan. Meskipun begitu

menjadi relawan akan membuatmu lebih bahagia. Kamu akan sadar bahwa kebahagian tidak melulu soal uang.

Berikut tujuh alasannya.

1. Kamu akan mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya

Pemeriksaan kesehatan gratis

Relawan TurunTangan sedang membuka pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung

Selama ini kamu hanya melihat bagaimana relawan bekerja di layar televisi, membacanya di koran atau majalah dan mendengar cerita dari orang-orang. Tapi ketika kamu menjadi relawan kamu akan merasakannya secara langsung, baik suka maupun duka. Misalnya kamu akan merasakan pengalaman susahnya menyalurkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan kepada korban bencana alam.

2. Kamu mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan wawasan baru

Relawan TurunTangan Jakarta sedang berdiskusi

Relawan TurunTangan Jakarta sedang berdiskusi

Sebelumnya mungkin kamu hanya tahu tentang apa yang kamu pelajari di kampus. Saat kamu menjadi relawan, kamu akan mempelajari hal-hal baru ketika terjun ke lapangan. Bagaimana cara mendistribusikan bantuan dengan baik, menghadapi rintangan dan hambatan ketika di jalan, bercengkrama dengan penduduk lokal, dan tahu tentang daerah yang kamu datangi.

3. Teman kamu akan bertambah sangat banyak

IMG-20161128-WA0026

Relawan dari seluruh Indonesia bertemu di Gathering Nasional TurunTangan 2016 di Medan

Ketika menjadi relawan, kamu akan bertemu orang-orang baru dari berbagai latar belakang. Mau tidak mau kamu harus berkenalan dan bersosialisasi dengan mereka. Teman kamu pun akan bertambah sangat banyak. Apalagi kalau kamu menjadi relawan di berbagai kegiatan/organisasi.

4. Mengasah skill kamu

berita foto

Seorang relawan TurunTangan Jakarta yang memiliki hobi videografi sedang mengambil video

Biasanya dalam kegiatan kerelawanan, organisasi/komunitas akan membutuhkan beberapa orang dengan keahlian khusus. Misalnya menulis, memotret, dan mendesain poster. Kalau kamu mempunyai keahlian-keahlian tersebut, otomatis keahlianmu akan semakin terasah.

5. Menjadi relawan membuat karirmu semakin berkembang

Salah satu dari mereka ada yang bekerja di LSM ICW (Indonesia Corruption Watch) karena memiliki passion di politik

Mengejar Setya yang tak setia ini dipelopori oleh relawan TurunTangan Medan yang memiliki passion di politik. Sekarang dia menjadi staf LSM ICW (Indonesia Corruption Watch)

Saat menjadi relawan kamu akan bertemu dengan orang-orang baru. Ini akan membantumu untuk membangun jaringan. Kamu juga dipaksa untuk bekerjasama dengan orang lain dalam bentuk tim dan waktu yang sangat cepat.

6. Kalau kamu beruntung bisa ketemu jodoh lho!

Pasangan ini merupakan relawan TurunTangan Yogyakarta yang dipertemukan di TurunTangan

Pasangan ini merupakan relawan TurunTangan Yogyakarta yang dipertemukan di TurunTangan

Jadi relawan mempertemukanmu dengan banyak orang, teman dan sahabat baru. Baik laki-laki maupun perempuan. Bisa jadi salah satu dari mereka adalah jodoh kamu yang ditakdirkan oleh Tuhan.

 7. Memberi dampak nyata dan kesempatan berbagi

Relawan TurunTangan menghibur anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung

Relawan TurunTangan menghibur anak-anak korban erupsi Gunung Sinabung

Kamu tertarik menjadi relawan pasti karena tertarik atau suka dengan kegiatannya. Sehingga kamu akan menjalaninya dengan hati bukan karena paksaan dan itu membuat kamu bahagia. Ada hal lain yang kamu lakukan di luar rutinitas sehari-hari yang kadang membosankan.

Selain itu kamu akan menyadari bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan yang patut dibagi dan disyukuri. Saat kamu memberi sesuatu kepada orang lain, secara tidak sadar kamu sudah membuat mereka bahagia. Dan kamu akan merasa bersyukur bahwa kamu lebih beruntung daripada orang-orang yang kamu bantu.

Jadi tunggu apalagi, sibukkan dirimu di berbagai kegiatan kerelawanan dari sekarang agar hidupmu semakin bahagia.

299

“Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu, anak muda menawarkan masa depan.” - Anies Baswedan

Bangsa Indonesia lahir dari sebuah perjuangan panjang dan peran serta berbagai kalangan,  salah satu elemen terpenting yang membidani lahirnya bangsa ini adalah pemuda.

Saat ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia yang ke -88 sejak diikrarkan dalam Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 lalu. Kongres ini digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan Jong Ambon. Pengamat dari pemuda Tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie juga hadir kala itu.

Sumpah Pemuda menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.  Untuk itu sudah seharusnya, Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa pernah ada pemuda yang berani dan bersatu demi meraih kemerdekaan Indonesia. Bukan lagi sekadar sebuah peringatan yang digaungkan dalam sebuah orasi,  kemudian tenggelam dalam hiruk pikuk kehidupan.

Saya teringat beberapa kisah pemuda yang tercatat oleh sejarah dunia. Mereka adalah para pelopor,  penggerak dan penempuh jalan terjal lagi mendaki, salah satunya adalah Malalah Yusafzay. Pemuda yang lahir pada 12 Juli 1997 ini merupakan seorang murid sekolah dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat  Provinsi Pakistan. Ia seorang tokoh muda yang berani ambil bagian dan turun tangan dalam memperjuangkan hak-hak wanita dalam bidang pendidikan di tengah penindasan rezim Taliban. Malalah berani berbicara di depan publik untuk memperjuangkan hak atas pendidikan pada tahun 2008. “Berani-beraninya Taliban merampas hak saya atas pendidikan!” seruan pertamanya di depan televisi dan radio.

Terlepas dari makna Sumpah Pemuda, di dunia ini tidak akan pernah kekurangan tokoh-tokoh muda sebagai penggerak dan pejuang keadilan untuk meraih kemerdekaan. Baik kemerdekaan dalam meraih hak hidup sebagai bangsa yang bebas dari penjajahan maupun mendapatkan kehidupan yang layak dan sama dalam perlakuan.  Dapat kita bayangkan jika spirit para tokoh hebat seperti Tan Malaka,  Sjahrir, Moh Hatta ataupun Sukarno dapat menginspirasi kita di zaman sekarang ini,  dan bisa terus kita jaga “kehadirannya” dalam bentuk pemikiran cemerlang, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang mampu berdiri tegak depan bangsa-bangsa dunia.

Bangsa Indonesia yang saat ini sedang memasuki masa, di mana bonus demografi dan demokratisasi menjadi modal untuk menjadi bangsa yang kuat. Maka dapat kita ikarkan bahwa Sumpah Pemuda adalah sumpah kita sampai hari ini.

Semoga Allah meridhoi perjalanan negara-bangsa kita.

 

302

Pemilu adalah puncak dari pesta demokrasi dan ajang perubahan rezim setelah lima tahun berkuasa dalam bernegara. Meskipun begitu banyak masyarakat, khususnya pemuda yang menganggap pemilu sebagai sesuatu yang tidak menarik dan membosankan.

Dalam data Komisi Pemilihan Umum pada 2015 pemilih muda hanya 20 persen dari persentasi nasional. Angka ini tergolong besar sehingga menjadi magnet bagi para calon untuk membuat strategi khusus dalam memikat pemilih muda.

Sayangnya, strategi yang dibuat oleh calon masih menganggap pemuda sebagai objek bukan subjek yang sejatinya dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan. Alhasil, pemuda hanya ingat pemilu saat hari-H pencoblosan bukan proses dari awal pecalonan hingga terpilih dan berjalannya pemerintahan.

Masalah tersebut diperparah dengan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan baik oleh calon maupun panitia penyelenggara saat pemilihan berlangsung. Berdasarkan laporan dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pada 2016, pada Pilkada 2015 ditemukan serangan fajar atau politik uang, pelanggaran terpasangnya alat peraga kampanye di ruang publik dan banyak pemilih yang belum terdaftar. Pada pra-pelaksana pemilu banyak ditemukan mobilisasi massa untuk pengajian dan tulisan-tulisan bernada SARA. Hal itu menimbulkan keresahan di masyarakat yang berujung pada ketegangan sosial yang berujung pada bentrokan massa. Bentuk kampanye tersebut tentu tidak menarik bagi anak muda karena dipandang kuno atau ketinggalan zaman.

Ramlan Surbakti dalam bukunya “Memahami Politik” membedakan dua kategori partisipasi politik dalam konteks pemilu yaitu partisipasi pasif dan partisipasi aktif (substantif). Partisipasi pasif adalah kegiatan memilih oleh partisan karena dimobilisir oleh individu atau kelompok tertentu dalam rangka meraih suara partisan, sementara partisipasi aktif adalah kegiatan memilih partisan yang didasarkan oleh kesadaran bahwa pilihannya dapat menyalurkan aspirasi partisan. Keduanya sama-sama dalam kerangka partisipasi politis kelompok atau individu, tetapi keduanya memiliki perbedaan pada tataran prinsip daripada realitas. Bahkan tidak jarang partisan aktif turut serta dalam proses pengawasan suara dengan cara yang memungkinkan dilakukan.

Pemuda terbukti pernah melakukan banyak tindakan-tindakan heroik di masa lalu. Sebagai penerus bangsa, mereka idealnya mampu memberikan partisipasi dan kontribusi, tidak hanya sekedar urun angan. Konsep dukung orang baik maju pemilu sudah baik walaupun masih kurang berdampak nyata. Perlu ada sebuah keberpihakan. Sehingga pemuda harus memiliki sikap, entah dia memihak atau independen, tetapi mereka harus konsisten dengan apa yang mereka katakan dan kerjakan. “Pemuda harus adil sejak dalam pikiran”, begitu kata Pramoedya Ananta Toer.

Integritas pemuda dapat dibuktikan saat pesta demokrasi ini. Dimulai dengan menjaga demokrasi agar dapat menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Pemuda harus menjadi partisipasi aktif agar kampanye lebih menarik dan menawarkan pembaruan ide. Banyak yang dapat dilakukan pemuda saat momen pemilu baik sebagai organisasi ataupun individu. Saat berorganisasi dan berkolaborasi dengan organ pemuda lainnya, pemuda dapat hadir dan menyebarkan informasi mengenai ide, program, latar belakang calon kepada rakyat secara massif. Lebih bagus lagi apabila dapat memuat sebuah kontrak politik dengan calon sehingga tolak ukur kinerja calon dapat diukur. Apabila tidak ditepati, kontrak politik ini bisa menjadi bukti bahwa pemimpin tersebut tidak amanah dan tidak layak dipilih kembali. Melalui individu, pemuda dapat menyampaikan pada lingkungan keluarga dan peer group mengenai calon dengan cara yang disesuaikan.

Pilkada 2017 merupakan momen bersejarah. Pemuda generasi 45 punya Kemerdekaan, generasi 66 punya Tritura, generasi 74 punya Malari, generasi 98 punya Reformasi, di era demokrasi sekarang, pemuda mempunyai platform bersama untuk pengawalan pemilu yang bisa diwariskan untuk generasi masa depan.

Tidak penting siapa yang punya nama, yang lebih penting kita punya kesempatan dalam momen ini untuk menunjukan kekuatan pemuda yang berintegritas dan mampu memenuhi janji kemerdekaan. Jadi pilih yang mana mau jadi penonton atau mencetak sejarah?

 

Teringat semangat TurunTangan pada momen awal pergerakan di mana setiap relawan di dorong untuk mendukung orang baik masuk politik. Orang-orang baik yang selama ini memilih untuk menjadi pembayar pajak yang baik, didorong untuk menjadi pengelola pajak yang baik.

Sebentar lagi Kita semua akan menghadapi pesta demokrasi daerah 5 tahunan yang dilaksanakan serentak di ratusan kota dan kabupaten serta provinsi di Indonesia. Tentunya dengan semangat mendorong orang baik masuk politik serta mewujudkan cita-cita TurunTangan untuk mewujudkan Indonesia yang dipenuhi pemimpin bersih dan berkompeten, Relawan TurunTangan harus ikut serta berpartisipasi dalam menyambut Pilkada Serentak 2017.

Beberapa pilhan partisipasi Relawan TurunTangan dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah ini adalah sebagai berikut :

1. Komunitas TurunTangan melakukan kajian terhadap rekam jejak, kompetensi dari para calon kepala daerah masing-masing. Jika setelah kajian para relawan, ada sosok yang layak untuk diusung, maka komunitas TurunTangan daerah tersebut didorong untuk mendeklarasikan dukungan terhadap sosok orang baik tersebut.

2. Jika tidak ada yang layak untuk diusung, maka Relawan TurunTangan didorong untuk jadi wasit, menjadi pengawal pilkada agar terjadi pemilihan yang bermartabat, jauh dari kecurangan dan muncul sebagai festival gagasan bukan jadi ajang kampanye primordial dan fitnah. Pada pilkada 2015, TurunTangan membuktikan partisipasi ini dengan menjadi bagian dari gerakan KawalPilkada.

3. Ikut mengisi survei pilkada TurunTangan dengan klik link –>http://bit.ly/surveipilkadaTT

4. Pilihan politik adalah Hak Asasi masing-masing individu, sehingga TurunTangan tidak membatasi dukungan politik seseorang terhadap masing-masing calon. Setiap relawan diperbolehkan untuk mendukung calon kepala daerah yang dikehendaki jika sesuai dengan visi dan misi serta pandangan poiltiknya.

Beberapa waktu lalu ada sebuah peristiwa politik di Ibukota DKI Jakarta. Anies Baswedan, pendiri dari Gerakan TurunTangan diberikan kepercayaan untuk maju menuju DKI 1. Semenjak itu banyak orang yang bertanya-tanya, dan menunggu apakah TurunTangan akan menjadi tim sukses dan mendukung Anies Baswedan atau tidak.

Selepas kabar tersebut, pengelola gerakan TurunTangan menggali informasi dari para relawan di seluruh Indonesia. TurunTangan bukan tentang Anies Baswedan sebagai pendiri, bukan tentang jadi kendaraan politik. TurunTangan dimiliki oleh 50.000 Relawan di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2017, Pilkada tidak hanya ada di DKI, ada ratusan daerah yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi serupa. Tentunya sebagai sebuah gerakan yang bersifat nasional, turuntangan.org tidak dapat berpihak pada satu daerah saja. Sehingga untuk Pilkada di DKI,turuntangan.org menyatakan diri bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu calon yang akan maju bertarung.

TurunTangan #tetapbergerak mendorong setiap warga negara untuk turun tangan langsung, menjadi bagian dari solusi. Ada atau tidak adanya pilkada, para relawan di setiap daerah akan tetap bahu membahu dengan berbagai gerakan sosial yang telah dirancang dan dijalankan. Penyebutan turuntangan.org oleh calon kepala daerah manapun, bukan berasa dari pengelola gerakan.

Salam

 

Pengelola Gerakan TurunTangan

#tetapbergerak

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]