Home Artikel Populer
Postingan paling populer

Foto Edward Suhadi bersama Anies Baswedan

Saya rasa, saya ga bego-bego amat.

Saya membangun perusahaan jasa foto dan video Edward Suhadi Productions dari nol, dari satu kamera dan satu lensa di sebuah ruang sewaan, sampai sekarang menjadi warung dengan team hampir 25 orang dan tongkrongan keren The Disco.

Saya membangun banyak teman-teman, dari ‘kertas polos’ sampai sekarang bisa melakukan hampir segalanya dengan pengalaman dan standar tinggi yang bisa dibanggakan.

Saya juga aktif di beberapa komunitas, dipercayakan jadi ketua sana-sini, dan cukup sering menjadi pembicara tentang entrepeneurship, passion, dan tentunya fotografi.

Saya juga berkesempatan untuk banyak melihat dunia dan belajar banyak dari apa yang saya lihat dan alami.

Dan saya juga banyak menulis. Banyak juga yang bilang tulisan saya bagus :) Nanti kalau selesai baca komentar ya :)

Kenapa sih jadi penyombongan aktualisasi diri dengan berbagai statusisasi ini?

Karena saya mau bilang, dengan pengalaman saya hidup di dunia sejauh ini, saya yakin banget bahwa saya akan kecewa dengan Anies Baswedan.

Mungkin sudah terlihat jelas dari timeline Twitter dan aktivitas saya bahwa saya mendukung beliau maju menjadi salah satu calon presiden di Konvensi Partai Demokrat.

Sikap saya ini, dan juga beberapa teman yang melakukan hal yang sama, diterjemahkan oleh banyak kalangan sebagai sebuah kebodohan dan buang-buang waktu saja.

“Sudahlah, kamu pasti kecewa nantinya. Ngapain?”

Sekali lagi: Saya yakin banget bahwa saya akan kecewa dengan Anies Baswedan :)

Lho kok?

Karena dalam seumur hidup saya berkarir dan berelasi, memimpin begitu banyak team, bertemu begitu banyak orang dan merajut begitu banyak hubungan, saya tahu persis bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan pasti kita akan mengalami kekecewaan.

Sahabat pergi, saudara berubah, partner bisnis menghianati, teman berpaling muka, keluarga berdiam diri. Itulah fakta kita hidup. Dan saya sudah cukup lama hidup dengan menerima bahwa saya pasti akan kecewa dengan siapapun juga.

Jadi pertanyaan yang saya ajukan kepada diri saya sendiri ketika saya memutuskan untuk ikut iuran adalah bukan “Apakah Anies Baswedan sempurna?”, tapi “Apakah Anies Baswedan layak mencoba menjadi Presiden Indonesia?”

Mantap betul jawab ‘tidak’ untuk pertanyaan nomor satu, dan mantap betul jawab ‘ya’ untuk pertanyaan nomor dua.

Sejauh yang saya tahu, AB adalah sosok bersih, berintegritas dan bisa bekerja. Tiga itu saja untuk dicari di peta politik Indonesia saat ini sama seperti mencari tiga butir permata di hamparan pasir pantai. Dan saya jika ketemu tiga permata di hamparan pasir pantai, pasti saya comot dan pegang erat-erat.

Banyak memang pertanyaan dan kesangsian khalayak tentang kemampuan dia memimpin. Tapi dari apa yang saya alami sendiri setelah sebulan di daerah terpencil hidup bersama para Pengajar Muda (video YouTube di bawah), beliau bisa mempimpin sehingga dia layak mendapat dukungan saya.

Eh, tunggu dulu deh.

Saya belakangan sering lihat kalimat tersebut. “Layak mendapat dukungan saya.” Diucapkan oleh saya sendiri dan juga banyak teman-teman di twitter dan di perbincangan langsung.

Pertanyaannya: Kite siape sih? ;D

Kite itu siape sehingga layak memberikan restu buat orang-orang yang sudah berbuat nyata buat bangsa ini.

Kite pernah kerjain ape sih? :D Nyinyir di Twitter? Numpang pup di tanah ini?

Ada satu Ibu yang sangat saya hormati di kantor Indonesia Mengajar. Namanya Ibu Yundrie. Beliau seperti ibu-ibu biasa saja, berkerudung dan selalu tersenyum, namun apa yang dia kerjakan luar biasa.

Dia adalah team advance dari para pengajar muda, mencari pelosok Indonesia yang paling pelosok yang membutuhkan tambahan guru. Naik pesawat, lalu disambung kapal, lalu disambung naik truk, lalu disambung ojek. Kadang puluhan jam untuk sampai ke suatu desa. Ke tempat-tempat yang sangat tertinggal. Duduk ngotot di kantor-kantor kepala dinas pendidikan sampai yang punya kantor menyerah dan akhirnya mau menemui dia. Sering ditolak, sering dihindari, sering dicibir dan juga pernah diusir. Bertemu dengan para pemuka agama dan pemuka desa, dari kampung ke kampung, ‘jualan’ misi Indonesia Mengajar.

Nah, orang-orang seperti dia itu baru bisa bilang, “AB layak mendapat dukungan saya.”

Orang-orang seperti Ibu Yundrie di seluruh Indonesia, yang mungkin kita ga akan kenal satu per satu, baru layak mengucapkan hal itu.

Nah kite? Yang pesen ice tea lychee tapi yang dateng ice tea doang lalu marah-marah kayak mau kiamat?

:)

Anies pasti tidak sempurna, tapi dalam pandangan saya dia layak mencoba menjadi Presiden Indonesia, dan karena itu saya akan mencoba ikut iuran dengan membantu apa yang saya bisa. Video Om Anies menceritakan alasannya maju konvensi di bawah ini salah satu iuran saya.

Teman-teman juga bisa baca blog Pandji yang membahas poin-per-poin pertanyaan-pertanyaan tentang majunya AB di Konvensi Partai Demokrat.

Tapi saya menulis blogpost ini bukan hanya untuk Anies Baswedan. Saya menulis blogpost ini juga untuk buat anak-anak muda.

Seumur hidup saya, apalagi mata saya sipit begini, saya duduk di balkon Gue Bilang Juga Apa.
Hari-hari ini saya mencoba turun ke bawah ikutan panggung Gue Mau Turun Tangan.

Dukung orang-orang baik yang adalah nafas baru di negeri muda ini. Setelah Soeharto turun kita baru belajar berdemokrasi yang sesungguhnya. Pasti masih banyak yang salah, pasti banyak yang masih norak. Tapi jika anak-anak muda, orang-orang baik yang berintegritas dan berkompetensi tidak mau ikutan, maka selamanya negeri ini akan jadi negeri dagelan. Selamanya kita akan facepalm lihat orang-orang ngomong di televisi. Anak-anak muda bisa gunakan kepintaran, integritas dan hati kita buat ikut turun tangan rame-rame buat negeri tempat kita numpang mamam dan pupup ini.

Sikap tidak mau ikutan sebetulnya adalah jelmaan rasa takut. Jangan. Jangan takut salah.

Jangan takut jagoannya ternyata orang brengsek. Selama kamunya ga ikutan brengsek ga apa-apa dong? :)

kecewaitubiasa.com

Berani kecewa itu baru luar biasa :)

Jangan cuma jadi orang-orang di film-film yang suka teriak-teriak, “I pay my taxes!” Nyebelin kan orang-orang begitu? :)

Dukung siapa yang menurut penilaian kamu baik. Jokowi sumpah keren. Dulu saya ikut main di video Jokowi lho :) Saya saat ini bantu Om Anies dan mungkin akan bantu Mas Jokowi juga kalau saya diperlukan (Mas Jokowi hayu maju apa nggak nih?). Ikut turun tangan, jangan cuma di balkon. Motto Dahlan Iskan kemarin asik banget: “Kerja! Kerja! Kerja!” Makin banyak orang-orang baik isi panggung, orang-orang ga bener akan makin tergeser.

Saat ini, buat negeri ini, saya mencoba ikut iuran.

Saya pasti kecewa dengan Anies Baswedan. Tapi di luar perasaan pribadi saya, dan beribu perdebatan tentang kriteria seorang presiden, saya nilai dia sangat layak maju.

Kan saya sudah bilang: saya ga bego-bego amat :)

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]