Home Kabar Terbaru
Kabar terbaru dari TurunTangan

102

Sebagai bentuk kepedulian dan simpati terhadap korban bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, TurunTangan Medan menggelar kegiatan “Peduli Sinabung”. Donasi yang dikumpulkan sejak 22 Februari lalu, telah diberikan secara langsung oleh relawan TurunTangan Medan kepada masyarakat Desa Temburun, Kecamatan Tiga Nderket, Minggu (11/3).

Desa Temburun terletak di radius 3,4 kilometer dari Gunung Sinabung, sehingga terkena dampak erupsi. Masyarakat Desa Temburun pun sangat membutuhkan bantuan sebab erupsi yang terus terjadi merusak ladang mereka. Sementara itu bantuan yang masuk ke Desa Temburun masih sedikit karena banyak yang tidak tahu tentang desa ini. “Makanya kami bersyukur bisa menemukan desa yang benar-benar membutuhkan,” ujar Hubungan Masyarakat TurunTangan Medan Cut Maisarah.

Kegiatan yang dilakukan oleh 16 relawan TurunTangan Medan tersebut adalah trauma healing untuk anak-anak  serta menyerahkan donasi dalam bentuk obat-obatan, pakaian laik pakai dan peralatan mandi.

Bantuan tersebut, lanjut Cut, merupakan hasil penggalangan donasi di media sosial, bantuan dari TurunTangan Banjarmasin, TurunTangan Aceh, FIS Malang, dan CAC Medan. “Semoga kegiatannya bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak Desa Temburun agar mereka terhibur dan tidak sedih menghadapi bencana tersebut,” kata mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Medan jurusan Pendidikan Matematika ini.

132

Sepanjang tahun 2017, TurunTangan mengalami perkembangan yang signifikan. Dari yang sebelumnya 14 daerah saja menjadi 28 daerah. Para relawan di daerahnya masing-masing terus bergerak. Mereka turun tangan menyelesaikan masalah sekitar dengan berbagai cara. Berikut program dan kegiatan komunitas TurunTangan di daerah selama satu tahun yang telah kami rangkum.

1. TT Lhokseumawe

TurunTangan Lhokseumawe memiliki “segudang” program yang fokus pada pendidikan dan lingkungan. Ada enam program yaitu Lhokseumawe Cerdas, Lhokseumawe Berbagi, Inspiring and Travelling, Jemuran Baca, dan Lhokseumawe Clean City.

Lhokseumawe cerdas adalah kegiatan yang membangkitkan semangat dan motivasi belajar dari anak-anak sekolah dasar yang ada di pedalaman dan pesisir Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.  Lhokseumawe Berbagi merupakan program yang di khususkan untuk membantu korban korban bencana alam, seperti gempa,banjir dan kebakaran.  Inspiring and Travelling merupakan kegiatan traveling dan berbagi dengan masyarakat sekitar. Jemuran Baca bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Aceh khususnya anak-anak Aceh. Lokasi program ini dilakukan di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, setiap Sabtu sore, sejak 2 Mei sampai dengan sekarang. Lhokseumawe Clean City (LCC) adalah kegiatan untuk membangun kesadaran masyarakat atas bahayanya buang sampah sembarangan dan nilai ekonomis dari daur ulang sampah.

2. TT Langsa

TurunTangan Langsa memiliki program GISA (Gerbang Ilmu langSA). Program ini dilatarbelakangi karena rendahnya minat belajar siswa/siswi dan guru dalam mengajar di daerah  terpencil. Kegiatan ini sudah diadakan di SD N 9 Kuala Langsa dan SD N 1 Blang Nisam.

Selain di pendidikan, TurunTangan Langsa juga peduli terhadap permasalahan lingkungan yang ada di Langsa. Sehingga setiap Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), mereka berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat membuang sampah pada tempatnya serta mengajak para pemuda untuk membersihkan lingkungan sekitar.

3. TT Pidie

Seperti Lhokseumawe dan Langsa, relawan TurunTangan Pidie juga fokus menyelesaikan permasalahan di bidang pendidikan dan lingkungan. Ini ditunjukan dengan berbagai program yang dilaksanakan seperti aksi bersih taman hutan raya Aceh Besar, aksi bersih-bersih di Waduk Rajui, Bukit Jalin dan Wisata Sukon pada peringatan HPSN 2017, Lampu Nanggroe sebuah kegiatan untuk menambah semangat belajar siswa SDN Simpang Turue, Mane, Pidie agar siswa lebih berani bermimpi dan beraksi.

4.  TT Subulussalam

One People One Trash. Kegiatan ini merupakan gerakan pertama Turun Tangan Subulussalam.  Yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kota Subulussalam pada 9 Febuari 2017, yang bekerja sama dengan pemuda Subulussalam Barat, Duta Wisata dan Lembaga Pemerhati Flora Fauna Langka (LFFL) Subulussalam.

Kegiatan lainnya Imbang Belajakh #1. Kegiatan ini merupakan salah satu program pendidikan untuk anak-anak sekolah dasar yang ada di pedalamaan Subulussalam. Imbang Belajakh sendiri artinya teman atau sahabat belajar untuk meningkatkan minat belajar anak-anak Subulussalam.

5. TT Aceh
TurunTangan Aceh memiliki tiga program jangka panjang di bidang pendidikan. Tiga program tersebut adalah Traveling dan Berbagi, TurunTangan Aceh Mengajar, dan TuTa Menyala.

Traveling dan Berbagi merupakan program tahunan dari Turun Tangan Aceh untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa/siswi untuk meningkatkan semangat belajar mereka dalam mengejar cita – cita.

TurunTangan Aceh Mengajar merupakan program mengajar dengan cara yang menarik dan kreatif, sehingga siswa-siswi menjadi lebih bersemangat untuk belajar.  Program ini telah berjalan sebanyak 3 kali, mulai dari tahun 2015-2017.

TUTA MENYALA yaitu program yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang cinta akan budaya membaca. Dengan kehadiran program ini diharapkan minat baca siswa-siswi aceh bisa meningkat dan memudahkan mereka dalam proses belajar mengajar selama di sekolah. Jadwal program ini saat itu kita lakukan selama tiga hari dalam seminggu.

6.   TT Medan

Berbagai program dibuat oleh TurunTangan Medan. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, politik dan sosial. Di antaranya Volunteer Goes to School (VGTS), TurunTangan Peduli Atressia Bilier, Edukasi Politik, Merajut Pendidikan, Paket Berkah Ramadhan (PBR), dan Razia Paku Pohon.

VGTS merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan anak muda khususnya pelajar SMA tentang sifat kerelawanan dan nasionalisme. TurunTangan Peduli Atressia Bilier merupakan program peduli penyakit kelainan hati pada bayi, Atresia Billier. Relawan membantu pemerintah untuk ikut mensosialisasikan Atresia Bilier dan melakukan penggalangan dana untuk penderita. Edukasi Politik diadakan untuk ikut berperan andil dan turun tangan untuk lebih aware terhadap lingkungan terutama hal politik, agar generasi muda kedepannya dapat menjalankan politik yang bersih, damai dan bertanggung jawab. Merajut Pendidikan (dahulu bernama TurunTangan Mengajar Medan) yang berkonsen pada pendidikan. PBR adalah salah satu kegiatan sosial di Turun Tangan Medan. Dimana para relawan mengajak elemen masyarakat untuk berbagi berkah dengan menyisihkan sebagian rejekinya untuk anak-anak kurang mampu. Dan hasil dari donasi tersebut dibelikan beberapa arang dan dibuat seperti bingkisan. Pada kegiatan Razia Paku Pohon, para relawan berkumpul berkeliling kota untuk mencabut paku di pohon.

7. TT Binjai

Pagelaran Kreasi Anak Binjai (PERAN BINJAI) 2017 diadakan untuk menyadarkan Pemerintah bahwa anak-anak Binjai butuh ruang publik untuk berkreativitas. Passioniversity adalah program pembelajaran / pelatihan non akademik untuk anak SD dan SMP. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap Sabtu sore di Kelurahan  Jati Karya Tandem, Binjai. Para siswa diajarkan untuk mengembangkan bakat mereka seperti tari, musik, puisi, drama, menulis, menggambar, vokal, religi, olahraga, heritage, dan IT.

One Day Voluntary merupakan kegiatan untuk mengajak anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan kerelawanan. Program ini dibuat dengan inovasi yang menarik yaitu belajar bermain sambil belajar. Mengajarkan anak-anak kampung padang pedalaman untuk membentuk sikap keteraturan, strategi dan inovasi dalam sebuah permainan.

8. TT Pekanbaru

TurunTangan Pekanbaru pernah membuat program Debat Class untuk membimbing siswa dalam public speaking serta mengajarkan mereka melalui pola pemikiran konkrit sebagai problem solving dalam menilik permasalahan di Indonesia. Kegiatan ini intens dilakukan ketika akan menghadapi kompetisi.

Berbagai kegiatan lainnya juga diselenggarakan oleh TurunTangan Pekanbaru seperti  Inspiring Class in Primary School, kelas motivasi di salah satu SD Islam Terpadu di Pekanbaru tepatnya di SDIT 020 Wonorejo. Kegiatannya juga disertai dengan beberapa kompetisi seperti melukis, cerdas cermat dan lain-lain.

9. TT Banten

Meskipun dekat dengan ibukota, pendidikan di Provinsi Banten masih memprihatinkan. Di daerah-daerah pelosok seperti Pandeglang dan Lebak, pendidikan belum menjadi prioritas bagi masyarakat sehingga banyak anak yang putus sekolah dan menikah dini. TurunTangan Banten mengajak orang-orang untuk menyelesaikan masalah tersebut secara bersama dengan membuat program Gerakan Banten Mengajar.

Dalam rangka membantu Gerakan Banten Mengajar, beberapa relawan yang memiliki hobi traveling membuat program Trip4Care, mengajak para traveler untuk menyisihkan uangnya untuk membantu pendidikan di Banten. Donasi juga digunakan untuk membantu SDI Ruhul Amin.

Kepedulian relawan TurunTangan Banten terhadap pendidikan tak hanya itu saja. Mereka juga membuat Kampung Inovasi, memotivasi siswa-siswi sekolah dasar untuk semangat belajar dan mempelajarai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Para siswa dibimbing melakukan eksperimen sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

10. TurunTangan Jakarta

Sampai saat ini, relawan TurunTangan Jakarta masih menjalankan program Rumah Belajar Rawamangun dan Kelas Negarawan Muda. Selain itu melakukan kegiatan di hari-hari besar seperti bersih-bersih di Hari Peduli Sampah Nasional, kegiatan tanam dan pelihara mangrove bersama Komunitas Relawan Mangrove Indonesia (KeMANTEER). Pada Pilgub DKI Jakarta kemarin, relawan TurunTangan Jakarta membuat Vox Pop yaitu menghimpun pendapat-pendapat masyarakat Jakarta tentang permasalahan di sekitar Jakarta dan harapan untuk pasangan calon terpilih.

11. TT Cirebon

Para relawan TurunTangan Cirebon membuat program RW Madani. Adalah sebuah program TurunTangan Cirebon yang berfokus pada lingkungan dan pendidikan untuk mengembangkan pola hidup sehat yang didukung dengan lingkungan yang sehat juga. RW Madani sudah berjalan sejak awal Mei 2017 hingga ditargetkan selesai pada awal tahun 2018.

Program lainnya adalah Untuk Cirebon, sebuah program TurunTangan Cirebon yang bergerak pada bidang politik. Tahun 2018 Kota Cirebon akan mengadakan pilkada, maka TurunTangan Cirebon ingin membantu warga Kota Cirebon mendapatkan pemimpin kota yang ideal.

12. TT Kuningan

Ngawangun Desa adalah program bina desa dengan menyasar tiga isu utama, yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Program ini sudah berjalan sejak September 2017 dan direncanakan akan berjalan jangka panjang selama tiga tahun yang terbagi dalam tiga proses. Sejauh ini, relawan yang terlibat dari berbagai universitas dan masyarakat bekerjasama dalam memulai proses pertama, yaitu pendidikan.

Ngawangun Urang adalah program pembangunan karakter dan mental masyarakat melalui berbagai sub program. Ngawangun Urang sudah dilaksanakan sejak September 2017 dengan melibatkan relawan dari berbagai mahasiswa dan bekerjasama dengan beberapa organisasi lokal.

13. TT Bandung

Minimnya antusiasme warga Kota Cimahi dalam menyambut pilkada serentak Kota Cimahi 2017 mengilhami TurunTangan Bandung melahirkan Gerakan Cimahi Memilih. Gerakan ini mengedukasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan mengenal siapa calon pemimpin daerahnya.

Menjelang Pilkada Bandung, relawan tengah membuat program Jabar Sae yang akan dilaksanakan pada Januari sampai Juni 2018. Tujuannya meningkatkan kepedulian masyarakat terutama pemuda terhadap Pilkada Bandung agar dapat memilih pemimpin terbaik. Selain itu, TurunTangan Bandung juga membuat Selasar Imaji, program literasi unggulan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

14. TT Semarang

Program TurunTangan Semarang di bidang pendidikan seperti perpustakaan keliling, Rumah Perantara, dan Semarang Membaca.

Perpustakaan Keliling, diadakan di Car Free Day. Dengan begitu pengunjung dapat mengisi waktu luangnya di akhir pekan untuk membaca buku yang di sediakan oleh Turun Tangan Semarang. Rumah Perantara pertama kali dibentuk pada September 2016. Diberi nama ‘Rumah Perantara’ dengan tujuan agar kegiatan ini dapat menjadi perantara bagi anak-anak rumah rusun Pekunden Semarang untuk mempersiapkan mereka menuju sekolah formal. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016. Pada 2017, TurunTangan Semarang melanjutkan program ini. Puncak acaranya berupa Pentas Seni yang sekaligus menjadi perayaan Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak Rumah Susun Pekunden yang telah dilatih menampilkan bakat-bakat mereka dalam Pentas Seni “PEKUNDEN GAUL” pada September 2017.

Semarang Membaca adalah kegiatan untuk mencoba menanamkan jiwa semangat membaca kepada seluruh anggota Panti Asuhan Yatim Piatu “Baitus Salam” dengan mendatangkan mobil “pintar” dari Perpustakaan Daerah Semarang. Selain itu juga memberikan materi pentingnya membaca, dengan diselingi berbagai permainan.

15.  TT Yogyakarta

Relawan TurunTangan Yogyakarta menyadari sarapan pagi sangat baik untuk memulai aktivitas setiap harinya. Sehingga mereka membuat Gerakan Sarapan Pagi (GSP), dengan membagikan sarapan kepada masyarakat yang kurang mampu di jalanan.  Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali, dimulai pada 28 juli sampai 8 Agustus 2017.

Salah satu tujuan internasional SDGs ( Sustainable Development Goals) pada 2030  yaitu mengakhiri kelaparan. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi salah satu kegiatan anak muda yang mendukung program tersebut.

16.  TT Jember

TurunTangan Jember baru saja diresmikan pada Agustus 2017. Program perdananya adalah Jail Schooling, bimbingan keaksaraan (membaca dan menulis) untuk warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penuntasan buta aksara di Kabupaten Jember.

Program ini dilaksanakan setiap minggunya pada Kamis dan Sabtu dan telah dimulai sejak 14 oktober lalu. Hingga saat ini sudah tercatat 10 kali pertemuan. Program ini merupakan program jangka panjang, sehingga kedepan akan terus berjalan sampai para tahanan dapat membaca dan menulis.

17. TT Surabaya

Berbagai kegiatan dilakukan oleh relawan TurunTangan Surabaya. Beberapa di antaranya adalah program rutin. Ada Olimpiade Sekolah Rakyat (OSR), Ayo Dolanan, dan Ramadhan in Diversity.

OSR adalah kompetisi cerdas cermat dan ketangkasan yang diikuti oleh anak-anak yang putus sekolah atau yang tidak bersekolah secara formal. Ayo Dolanan dbuat untuk meminimalisir penggunaan HP pada anak-anak Rumah Belajar Urban Care Community, Jagir, Surabaya dengan memainkan permainan tradisional. Ramadhan in Diversity bertujuan mencerdaskan dan mengajak masyarakat Surabaya agar tidak mudah terpengaruh hoax dan berita – berita yang mengajak kepada intoleransi.

18. TT Malang

Program rutin TurunTangan Malang, ada Jelajah Ngalam, Pustaka Tamasya, Apa Kabar Veteran dan Ruang Sinau. Jelajah Ngalam adalah kunjungan wisata di sekitar Kota Malang, di mana setiap peserta diwajibkan membuat deskripsi tempat wisata yang dikunjungi. Pustaka Tamasya, menumbuhkan minat baca dan melestarikan budaya literasi masyarakat malang. Pelaksanaan kegiatannya dengan membuka lapak baca. Ruang Sinau, sebuah program untuk menemukan minat dan bakat siswa dalam kegiatan pembelajaran.

19. TT Banjarmasin

Relawan TurunTangan Banjarmasin setiap Minggu sore menggelar ratusan buku di Siring Kota Kita, sebuah dermaga yang terletak di Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin. Kegiatan itu dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat yang diberi nama program Tikar Baca.  Program ini telah dilakukan lebih dari 30 kali dan mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat.

Selain Tikar Baca, relawan TT Banjarmasin juga memiliki program Banjarmasin City Scale. Kegiatannya melakukan pemetaan permasalahan di bidang pendidikan, kependudukan, kesehatan, kesejahteraan dan infrastruktur di Kota Banjarmasin. Banjarmasin City Scale terlaksana berkat kerjamasa dengan Yayasan Kota Kita.

20. TT Tanah Bumbu

HPSN dijadilan oleh relawan TurunTangan Tanah Bumbu  untuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan peduli tentang sampah. Kegiatan ini diadakan di Pantai Pagatan pada 7 Februari.

Relawan TurunTangan Palu membuat Gerakan Palu Bersih yang mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Januari 2017, TurunTangan Palu melakukan aksi bersih dengan kegiatan yang bertajuk “om sadar bersih om”, kegiatannya berupa pungut sampah di Anjungan Teluk Palu.

TurunTangan Palu juga membuat program Bincang Bersama Tokoh, yang bertujuan untuk menggali inspirasi wawasan dari para tokoh-tokoh yang diundang sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi. Narasumber biasanya berasal dari tokoh-tokoh anak muda Kota Palu yang konsen dalam gerakan gerakan sosial ataupun politik.

22. TT Kendari

Beberapa program TurunTangan Kendari yang dijalankan pada 2017 di antaranya English Course, Turn Back Radicalism, dan Peringatan Hari Buku Sedunia. Program English Course membantu anak sekolah dasar mengembangkan kemampuan bahasa inggris. Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam seminggu di Sekolah Satu Atap Yayasan As-Syafi’iyah yang berada di pinggiran pasar tradisional Baruga, Kec. Baruga, Kota Kendari. Turn Back Radicalism adalah program yang dilakukan untuk merawat dan menjaga NKRI dari paham-paham yang dapat menimbulkan konflik kebhinekaan atau dapat menodai serta merusak perdamaian yang ada di Indonesia, khususnya Kendari. Peringatan Hari Buku Sedunia terselenggara karena adanya kolaborasi dari berbagai komunitas dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Kota Kendari.

23. TT Tinombo

Relawan TurunTangan Tinombo melaksanakan Pertandingan Futsal karena melihat potensi pemuda di wilayah kecamatan Tinombo yang cukup bagus di bidang olahraga. Lokasi kegiatan diadakan di desa Tinombo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong pada 31 Juli hingga 16 Agustus 2017.

Pawai obor diadakan dalam rangka memeriahkan malam takbiran hari raya Idul Adha tahun 2017 Kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat, Kegiatan tersebut diadakan di Desa Tinombo. Tujuan besar dari kegiatan tersebut ialah menjalin silaturahim dan memperkokoh solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

 

238

Pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Senin (16/10) menjadi momen yang berkesan bagi anak-anak bimbingan belajar Pena Kita. Pada hari bersejarah ibukota tersebut, mereka menjadi salah satu pengisi acara pesta rakyat di Balai Kota dengan menampilkan paduan suara dan bela diri kungfu.

WhatsApp Image 2017-10-17 at 13.53.32(6)

Anak-anak menyanyikan beberapa lagu diantaranya Gang Kelinci ciptaan Titiek Puspa, diiringi tarian lucu yang cukup menghibur penonton yang hadir. Gerakan bela diri yang ditampilkan juga terlihat lincah, penonton sangat menikmatinya.

Pena Kita sendiri merupakan bimbingan belajar berbasis parenting yang diinkubasi oleh TurunTangan. Selain pembelajaran akademik, Pena Kita juga mengajarkan ilmu bela diri wushu, keterampilan origami, dan sulap hiburan. Pena Kita berdiri sejak Mei 2017 dengan “Indonesia Cerdas Berbahagia”. Saat ini Pena Kita telah ada di empat titik yaitu di Palapa, Rawa Bambu, Jeruk Purut dan Cililitin. Anak didiknya berasal dari kaum dhuafa dan anak yatim dari Sekolah Dasar hingga Menengah Pertama.

WhatsApp Image 2017-10-17 at 13.53.32(5)

Sheny, Project Leader Pena Kita berharap gerakan pendidikan ini akan meluas di semua titik kecamatan di Jakarta. “Bahkan kalau bisa di seluruh Indonesia,” katanya. Menurutnya pendidikan yang berkualitas dan bimbingan belajar tidak harus untuk kalangan keluarga menengah ke atas. “Anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah juga bisa merasakan bimbingan belajar untuk meningkatkan kecerdasan mereka,” tambahnya.

302

Relawan TurunTangan Banjarmasin menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong masyarakat gemar membaca. Melalui program Tikar Baca yang diinisiasi empat bulan lalu, relawan menggelar ratusan buku di Kalsel Book Fair 2017 di Lapangan Murdjani, Banjarbaru, Jumat-Minggu (31 Maret-9 April).

Berbeda dari stand lainnya yang menyuguhkan berbagai buku untuk dijual, stand Tikar Baca justru memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk membaca buku tanpa dipungut biaya. “Buku-buku yang kami sajikan tidak ada yang dijual, masyarakat bebas baca buku gratis di tempat,” ujar Koordinator TurunTangan Banjarmasin Dede.

Dari hasil pantauan, banyak masyarakat khususnya anak-anak yang mengunjungi stand Tikar Baca. Bukan karena bisa membaca gratis saja, tetapi dekorasi stand yang unik menarik perhatian mereka untuk berkunjung. “Yang datang lebih banyak anak-anak bersama orang tua mereka. Tapi anak mudanya banyak juga,” kata Dede.

Keikutsertaan Tikar Baca dalam Kalsel Book Fair, mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Walikota Banjarmasin, wakil walikota Banjarbaru, anggota DPR-RI perwakilan Kalimantan Selatan, dan anggota DPRD Tanah bumbu menyatakan dukungannya. Sejumlah akademisi, pengusaha dan sastrawan pun mendukung penuh Tikar Baca dalam upayanya meningkatnya minat baca masyarakat Banjarmasin. “Generasi literasi adalah pewaris masa depan, karena membaca adalah pintu menguasi ilmu pengetahuan,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang tertulis di poster yang diunggah di instagram @turuntanganbjm.

Pada akhirnya, kehadiran Tikar Baca pada book fair juga menggerakkan masyarakat untuk menyumbangkan buku-buku baik bekas maupun baru. “Banyak yang kasih sumbangan buku juga, tapi masih kurang buku bacaan untuk anak-anak,” ungkap Dede.

Untuk itu Dede sangat berharap, akan semakin banyak masyarakat yang mau mendonasikan buku kepada TurunTangan Banjarmasin.

303

Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) setiap tanggal 25 Maret. Peringatan Earth Hour sudah memasuki satu dekade di seluruh dunia dan sembilan tahun di Indonesia.

Perayaan Earth Hour tak terbatas hanya dengan mematikan lampu penerangan di ikon-ikon kota. Setiap masyarakat bisa ikut berpartisipasi mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam, dimulai pukul 20.30-21.30, di mana pun mereka berada.

Aksi mematikan lampu tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan perubahan iklim yang terjadi di dunia. Salah satu cara menunda pemanasan global dan krisis lingkungan adalah menghemat energi. Dalam waktu satu jam saja, mampu mengistirahatkan pembangkit listrik dan menghemat energi sekian MWh. Seperti yang dirasakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Yogyakarta pada perayaan Earth Hour kemarin, mereka mencata terjadi penghematan energi sebesar 264 MWh atau 7,58 persen dibanding penggunaan biasa.

Manfaat perayaan Earth Hour disadari oleh relawan TurunTangan Banten. Mereka membuat nge-DAB (nge-Dukung Aksi untuk Bumi). Yaitu mengajak anak-anak muda dan komunitas yang ada di Banten untuk ikut terlibat dalam mengurangi dan menghemat energi listrik selama 60 menit.

Acara dimulai dengan mematikan lampu serentak pada pukul 20.30-21.30 di area Bintaro Jaya Xchange Mall. Lalu peserta dan masyarakat diajak menyalakan lilin. Perayaan ini juga diisi dengan pertunjukkan musikalisasi puisi, musik akustik, perkusi tradisional dari beberapa komunitas yang hadir.

Aksi ini menarik perhatian warga. Mereka terlihat antusias dan ikut serta dalam perayaan. “Kami berharap apa yang kami lakukan dapat berdampak baik dan seluruh masyarakat tergerak untuk ikut turun tangan mengurangi global warming bersama-sama,” ujar Koordinator TurunTangan Banten Yana Handayana.

508

Setelah sukses mengadakan diskusi Generasi Melek Politik  (GMP) satu bulan lalu, TurunTangan kembali mengadakan diskusi GMP, Sabtu (27/5) di @america, Mal Pacific Place Lantai 3, Jakarta.

18767611_673021159561653_7326896231473366073_n

Mengusung tema “Ready to Get Political: Why Does It Matter for the Youth”,  acara tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte, Ekonom dan Politikus Faisal Basri, Pengamat Hubungan Internasional Suzie Sudarman, dan Social Media Influencer Marco Ivanos.

18700117_673021162894986_1378653838307997554_n

Diskusi GMP bertujuan untuk membuat generasi milenial tidak lagi apatis terhadap politik. “Apatisme politik milenial terjadi karena kurangnya edukasi dan pemahaman politik,” ujar Social Media and Campaigner Neildeva Despendya.

18765982_673020036228432_7445834100156985141_n

GMP sendiri merupakan gerakan edukasi politik untuk anak muda. Kegiatannya diawali dengan diskusi-diskusi santai yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga, salah satunya yaitu QLUE, sebuah platform untuk masyarakat agar dapat memberikan laporan apapun secara langsung kepada pemerintah maupun swasta.

WhatsApp Image 2017-05-27 at 22.21.25

“Semoga anak muda semakin melek politik. Memahami mengapa peran mereka dibutuhkan, kenapa harus bergerak dan berkontribusi dalam gerakan di sekitarnya,” kata Neildeva, berharap.

449

Turun tangan tidak harus dengan aksi di jalan. Bisa dilakukan banyak cara salah satunya mendampingi para pelajar sekolah agar berprestasi dan melakukan kegiatan positif. Seperti yang dilakukan oleh TurunTangan Pekanbaru yang melakukan pendampingan persiapan lomba terhadap siswa-siswi SMA Negeri 1 Pekanbaru.

Sekolah tersebut mengikuti Pekan Kontitusi (Pekon) yakni suatu kegiatan yang dirancang oleh Pusat Study Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, program yang dilakukan adalah melaksanakan kegiatan berupa debat konstitusi, cerdas cermat, karya tulis, pidato konstitusi berbahasa inggris antar SMA se-Sumatera.

TurunTangan Pekanbaru mulai mendampingi SMA Negeri 1 Pekanbaru sejak November 2016 hingga Februari 2017, dimulai dari pelatihan sebelum keberangkatan dan pada saat perlombaan. “Proses pendampingan kami mulai dari substansi materi, etika komunikasi hingga mental psikologis,” ujar Relawan TurunTangan Pekanbaru Irhamni.

TurunTangan Pekanbaru membuat klub debat di sekolah tersebut pada tahun 2013. Relawan mengajarkan debat kepada anggota klub dengan pendekatan filosofi kekuatan kata-kata. Suatu kalimat akan berakhir di saat mulut mulut berhenti berbicara sebagai penegas tanda baca titik. Makna kalimat bergaung tanpa batas ruang dan waktu. Membuat orang lain belok ke kiri, ke kanan, jalan di tempat, mundur atau melakukan perubahan dalam hidupnya.

Filosofi itulah yang akhirnya mengantarkan SMA Negeri 1 Pekanbaru menjadi juara 1 lomba karya tulis konstitusi, juara 2 lomba debat konstitusi dan juara umum pada Pekon.

335

Seringkali kita menjumpai paku yang menancap di pohon. Padahal penggunaan paku, sekrup atau baut untuk menempelkan sesuatu di pohon dapat menggangu pertumbuhan pohon. Dalam jangka panjang, pohon-pohon tersebut bisa melemah, akan mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.

Kematian pohon di ruang publik yang tidak segera ditangani akan membahayakan manusia yang beraktivitas di sekitarnya. Menyelamatkan pohon dari paku bukan hanya menyelamatkan pohon dari kematian, tapi juga akan menyelamatkan kehidupan, mengingat pohon menghasilkan oksigen bagi makhluk hidup.

Menyadari hal tersebut TurunTangan Medan rutin melakukan razia paku pohon di sekitaran Jalan Juanda Medan. Aksi yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali ini juga dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November.

Razia ini menyisir seluruh pohon sepanjang jalan itu. Para relawan mencabut paku liar bekas papan kampanye mau pun reklame. “Mari sama-sama lestarikan Kota Medan dengan tidak memasang spanduk/brosur di pohon,” begitu  caption yang tertulis di Instagram TurunTangan Medan beberapa waktu lalu.

307

TurunTangan mendorong warga perkotaan untuk mengembangkan perkebunan mandiri di perumahan masing-masing yang dikelola secara kelompok melalui gerakan Bangun Jakarta (Bajak).

Program urban farming yang dilaksanakan sejak dua bulan lalu di Kelurahan Lenteng Agung dan kantor Federasi serikat Panasonic Gobel, Pasar Rebo telah menghasilkan sayur-sayuran organik siap panen.

Ada dua macam sayur organik yang dipanen, yakni sawi dan salada. Cabai dan Tomat yang ditanam sebentar lagi juga akan panen.

Koordinator Bajak Ajeng mengatakan warga Lenteng Agung dan karyawan Panasonic tak dibiarkan begitu saja setelah pelatihan. Para relawan melakukan pendampingan secara offline maupun online. Antusias peserta untuk menanam sendiri di rumah masing-masing memang sangat tinggi. Terbukti dari ramenya grup whatsapp di mana peserta berbagi foto hasil tanaman mereka dan saling berbagi solusi tentang hambatan mereka pada saat menanam di rumah.

“Kami terus memantau perkembangan tanaman jangka panjang. Mereka juga tertarik buat belajar teknik penanaman lain seperti hidroponik dan vertikultur,” kata Ajeng.

352

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia. TurunTangan Binjai membuat project Passioniversity, sebuah program yang bertujuan menggali, membentuk, dan mengasah passion (minat dan bakat) anak.

Passioniversity dilaksanakan satu kali dalam seminggu di sekretariat TurunTangan Binjai yang berlokasi di Jalan Mt. Haryono No. 235 Pasar V Jati Karyawa Tandem.

Koordinator TurunTangan Binjai Latifah Hanim Lubis mengatakan setelah minat dan bakat anak terasah, mereka akan mengembangkan passion personality profesional. Yang nantinya bisa menjadi profesi alternatif ketika akademis tidak bisa menjadi tangga satu-satunya mencari lapangan pekerjaan. “Dengan passion-nya mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” Kata Hanim.

Nantinya mereka akan didorong untuk mampu tampil di depan dan menamkan nilai-nilai bahwa anak muda harus berada di depan bukan menjadi follower. Di akhir tahun, mereka juga akan diberikan ruang dan panggung passioniversity untuk menunjukkan passion yang sudah dipelajari kepada masyarakat. “Panggung passioniversity bertujuan untuk menyadarkan para orang tua bahwa anak-anak mempunyai cita-cita yang harus diwujudkan dan usaha yang harus diapresiasi,” jelas Hanim.

TurunTangan Binjai yakin melalui project ini bisa memaksimalkan potensi anak-anak Binjai. “Kami sadar ini bukan kerja singkat, tapi kami yakin bisa,” ujar Hanim.

Selain itu, TurunTangan Binjai juga membuat project Creative Women yang rencananya akan dimulai pada 11 Maret ini. Kalau Passioniversity untuk anak-anaknya, Creative Women diperuntukkan untuk ibu-ibunya. Para ibu akan diberikan capacity building untuk menjadi ibu yang hebat bagi anak-anaknya. “Kalau cita-cita si anak sudah keren tapi orang tuanya tidak sejalan dengan mereka, tetap tidak akan terealisasi mimpinya. Makanya orang tuanya harus keren,” tutup Hanim.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]