Home Kabar Terbaru
Kabar terbaru dari TurunTangan

36

Pelantikan Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Senin (16/10) menjadi momen yang berkesan bagi anak-anak bimbingan belajar Pena Kita. Pada hari bersejarah ibukota tersebut, mereka menjadi salah satu pengisi acara pesta rakyat di Balai Kota dengan menampilkan paduan suara dan bela diri kungfu.

WhatsApp Image 2017-10-17 at 13.53.32(6)

Anak-anak menyanyikan beberapa lagu diantaranya Gang Kelinci ciptaan Titiek Puspa, diiringi tarian lucu yang cukup menghibur penonton yang hadir. Gerakan bela diri yang ditampilkan juga terlihat lincah, penonton sangat menikmatinya.

Pena Kita sendiri merupakan bimbingan belajar berbasis parenting yang diinkubasi oleh TurunTangan. Selain pembelajaran akademik, Pena Kita juga mengajarkan ilmu bela diri wushu, keterampilan origami, dan sulap hiburan. Pena Kita berdiri sejak Mei 2017 dengan “Indonesia Cerdas Berbahagia”. Saat ini Pena Kita telah ada di empat titik yaitu di Palapa, Rawa Bambu, Jeruk Purut dan Cililitin. Anak didiknya berasal dari kaum dhuafa dan anak yatim dari Sekolah Dasar hingga Menengah Pertama.

WhatsApp Image 2017-10-17 at 13.53.32(5)

Sheny, Project Leader Pena Kita berharap gerakan pendidikan ini akan meluas di semua titik kecamatan di Jakarta. “Bahkan kalau bisa di seluruh Indonesia,” katanya. Menurutnya pendidikan yang berkualitas dan bimbingan belajar tidak harus untuk kalangan keluarga menengah ke atas. “Anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah juga bisa merasakan bimbingan belajar untuk meningkatkan kecerdasan mereka,” tambahnya.

114

Relawan TurunTangan Banjarmasin menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong masyarakat gemar membaca. Melalui program Tikar Baca yang diinisiasi empat bulan lalu, relawan menggelar ratusan buku di Kalsel Book Fair 2017 di Lapangan Murdjani, Banjarbaru, Jumat-Minggu (31 Maret-9 April).

Berbeda dari stand lainnya yang menyuguhkan berbagai buku untuk dijual, stand Tikar Baca justru memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk membaca buku tanpa dipungut biaya. “Buku-buku yang kami sajikan tidak ada yang dijual, masyarakat bebas baca buku gratis di tempat,” ujar Koordinator TurunTangan Banjarmasin Dede.

Dari hasil pantauan, banyak masyarakat khususnya anak-anak yang mengunjungi stand Tikar Baca. Bukan karena bisa membaca gratis saja, tetapi dekorasi stand yang unik menarik perhatian mereka untuk berkunjung. “Yang datang lebih banyak anak-anak bersama orang tua mereka. Tapi anak mudanya banyak juga,” kata Dede.

Keikutsertaan Tikar Baca dalam Kalsel Book Fair, mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Walikota Banjarmasin, wakil walikota Banjarbaru, anggota DPR-RI perwakilan Kalimantan Selatan, dan anggota DPRD Tanah bumbu menyatakan dukungannya. Sejumlah akademisi, pengusaha dan sastrawan pun mendukung penuh Tikar Baca dalam upayanya meningkatnya minat baca masyarakat Banjarmasin. “Generasi literasi adalah pewaris masa depan, karena membaca adalah pintu menguasi ilmu pengetahuan,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang tertulis di poster yang diunggah di instagram @turuntanganbjm.

Pada akhirnya, kehadiran Tikar Baca pada book fair juga menggerakkan masyarakat untuk menyumbangkan buku-buku baik bekas maupun baru. “Banyak yang kasih sumbangan buku juga, tapi masih kurang buku bacaan untuk anak-anak,” ungkap Dede.

Untuk itu Dede sangat berharap, akan semakin banyak masyarakat yang mau mendonasikan buku kepada TurunTangan Banjarmasin.

131

Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) setiap tanggal 25 Maret. Peringatan Earth Hour sudah memasuki satu dekade di seluruh dunia dan sembilan tahun di Indonesia.

Perayaan Earth Hour tak terbatas hanya dengan mematikan lampu penerangan di ikon-ikon kota. Setiap masyarakat bisa ikut berpartisipasi mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam, dimulai pukul 20.30-21.30, di mana pun mereka berada.

Aksi mematikan lampu tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan perubahan iklim yang terjadi di dunia. Salah satu cara menunda pemanasan global dan krisis lingkungan adalah menghemat energi. Dalam waktu satu jam saja, mampu mengistirahatkan pembangkit listrik dan menghemat energi sekian MWh. Seperti yang dirasakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Yogyakarta pada perayaan Earth Hour kemarin, mereka mencata terjadi penghematan energi sebesar 264 MWh atau 7,58 persen dibanding penggunaan biasa.

Manfaat perayaan Earth Hour disadari oleh relawan TurunTangan Banten. Mereka membuat nge-DAB (nge-Dukung Aksi untuk Bumi). Yaitu mengajak anak-anak muda dan komunitas yang ada di Banten untuk ikut terlibat dalam mengurangi dan menghemat energi listrik selama 60 menit.

Acara dimulai dengan mematikan lampu serentak pada pukul 20.30-21.30 di area Bintaro Jaya Xchange Mall. Lalu peserta dan masyarakat diajak menyalakan lilin. Perayaan ini juga diisi dengan pertunjukkan musikalisasi puisi, musik akustik, perkusi tradisional dari beberapa komunitas yang hadir.

Aksi ini menarik perhatian warga. Mereka terlihat antusias dan ikut serta dalam perayaan. “Kami berharap apa yang kami lakukan dapat berdampak baik dan seluruh masyarakat tergerak untuk ikut turun tangan mengurangi global warming bersama-sama,” ujar Koordinator TurunTangan Banten Yana Handayana.

272

Setelah sukses mengadakan diskusi Generasi Melek Politik  (GMP) satu bulan lalu, TurunTangan kembali mengadakan diskusi GMP, Sabtu (27/5) di @america, Mal Pacific Place Lantai 3, Jakarta.

18767611_673021159561653_7326896231473366073_n

Mengusung tema “Ready to Get Political: Why Does It Matter for the Youth”,  acara tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte, Ekonom dan Politikus Faisal Basri, Pengamat Hubungan Internasional Suzie Sudarman, dan Social Media Influencer Marco Ivanos.

18700117_673021162894986_1378653838307997554_n

Diskusi GMP bertujuan untuk membuat generasi milenial tidak lagi apatis terhadap politik. “Apatisme politik milenial terjadi karena kurangnya edukasi dan pemahaman politik,” ujar Social Media and Campaigner Neildeva Despendya.

18765982_673020036228432_7445834100156985141_n

GMP sendiri merupakan gerakan edukasi politik untuk anak muda. Kegiatannya diawali dengan diskusi-diskusi santai yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga, salah satunya yaitu QLUE, sebuah platform untuk masyarakat agar dapat memberikan laporan apapun secara langsung kepada pemerintah maupun swasta.

WhatsApp Image 2017-05-27 at 22.21.25

“Semoga anak muda semakin melek politik. Memahami mengapa peran mereka dibutuhkan, kenapa harus bergerak dan berkontribusi dalam gerakan di sekitarnya,” kata Neildeva, berharap.

272

Turun tangan tidak harus dengan aksi di jalan. Bisa dilakukan banyak cara salah satunya mendampingi para pelajar sekolah agar berprestasi dan melakukan kegiatan positif. Seperti yang dilakukan oleh TurunTangan Pekanbaru yang melakukan pendampingan persiapan lomba terhadap siswa-siswi SMA Negeri 1 Pekanbaru.

Sekolah tersebut mengikuti Pekan Kontitusi (Pekon) yakni suatu kegiatan yang dirancang oleh Pusat Study Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, program yang dilakukan adalah melaksanakan kegiatan berupa debat konstitusi, cerdas cermat, karya tulis, pidato konstitusi berbahasa inggris antar SMA se-Sumatera.

TurunTangan Pekanbaru mulai mendampingi SMA Negeri 1 Pekanbaru sejak November 2016 hingga Februari 2017, dimulai dari pelatihan sebelum keberangkatan dan pada saat perlombaan. “Proses pendampingan kami mulai dari substansi materi, etika komunikasi hingga mental psikologis,” ujar Relawan TurunTangan Pekanbaru Irhamni.

TurunTangan Pekanbaru membuat klub debat di sekolah tersebut pada tahun 2013. Relawan mengajarkan debat kepada anggota klub dengan pendekatan filosofi kekuatan kata-kata. Suatu kalimat akan berakhir di saat mulut mulut berhenti berbicara sebagai penegas tanda baca titik. Makna kalimat bergaung tanpa batas ruang dan waktu. Membuat orang lain belok ke kiri, ke kanan, jalan di tempat, mundur atau melakukan perubahan dalam hidupnya.

Filosofi itulah yang akhirnya mengantarkan SMA Negeri 1 Pekanbaru menjadi juara 1 lomba karya tulis konstitusi, juara 2 lomba debat konstitusi dan juara umum pada Pekon.

194

Seringkali kita menjumpai paku yang menancap di pohon. Padahal penggunaan paku, sekrup atau baut untuk menempelkan sesuatu di pohon dapat menggangu pertumbuhan pohon. Dalam jangka panjang, pohon-pohon tersebut bisa melemah, akan mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.

Kematian pohon di ruang publik yang tidak segera ditangani akan membahayakan manusia yang beraktivitas di sekitarnya. Menyelamatkan pohon dari paku bukan hanya menyelamatkan pohon dari kematian, tapi juga akan menyelamatkan kehidupan, mengingat pohon menghasilkan oksigen bagi makhluk hidup.

Menyadari hal tersebut TurunTangan Medan rutin melakukan razia paku pohon di sekitaran Jalan Juanda Medan. Aksi yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali ini juga dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 21 November.

Razia ini menyisir seluruh pohon sepanjang jalan itu. Para relawan mencabut paku liar bekas papan kampanye mau pun reklame. “Mari sama-sama lestarikan Kota Medan dengan tidak memasang spanduk/brosur di pohon,” begitu  caption yang tertulis di Instagram TurunTangan Medan beberapa waktu lalu.

182

TurunTangan mendorong warga perkotaan untuk mengembangkan perkebunan mandiri di perumahan masing-masing yang dikelola secara kelompok melalui gerakan Bangun Jakarta (Bajak).

Program urban farming yang dilaksanakan sejak dua bulan lalu di Kelurahan Lenteng Agung dan kantor Federasi serikat Panasonic Gobel, Pasar Rebo telah menghasilkan sayur-sayuran organik siap panen.

Ada dua macam sayur organik yang dipanen, yakni sawi dan salada. Cabai dan Tomat yang ditanam sebentar lagi juga akan panen.

Koordinator Bajak Ajeng mengatakan warga Lenteng Agung dan karyawan Panasonic tak dibiarkan begitu saja setelah pelatihan. Para relawan melakukan pendampingan secara offline maupun online. Antusias peserta untuk menanam sendiri di rumah masing-masing memang sangat tinggi. Terbukti dari ramenya grup whatsapp di mana peserta berbagi foto hasil tanaman mereka dan saling berbagi solusi tentang hambatan mereka pada saat menanam di rumah.

“Kami terus memantau perkembangan tanaman jangka panjang. Mereka juga tertarik buat belajar teknik penanaman lain seperti hidroponik dan vertikultur,” kata Ajeng.

180

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia. TurunTangan Binjai membuat project Passioniversity, sebuah program yang bertujuan menggali, membentuk, dan mengasah passion (minat dan bakat) anak.

Passioniversity dilaksanakan satu kali dalam seminggu di sekretariat TurunTangan Binjai yang berlokasi di Jalan Mt. Haryono No. 235 Pasar V Jati Karyawa Tandem.

Koordinator TurunTangan Binjai Latifah Hanim Lubis mengatakan setelah minat dan bakat anak terasah, mereka akan mengembangkan passion personality profesional. Yang nantinya bisa menjadi profesi alternatif ketika akademis tidak bisa menjadi tangga satu-satunya mencari lapangan pekerjaan. “Dengan passion-nya mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” Kata Hanim.

Nantinya mereka akan didorong untuk mampu tampil di depan dan menamkan nilai-nilai bahwa anak muda harus berada di depan bukan menjadi follower. Di akhir tahun, mereka juga akan diberikan ruang dan panggung passioniversity untuk menunjukkan passion yang sudah dipelajari kepada masyarakat. “Panggung passioniversity bertujuan untuk menyadarkan para orang tua bahwa anak-anak mempunyai cita-cita yang harus diwujudkan dan usaha yang harus diapresiasi,” jelas Hanim.

TurunTangan Binjai yakin melalui project ini bisa memaksimalkan potensi anak-anak Binjai. “Kami sadar ini bukan kerja singkat, tapi kami yakin bisa,” ujar Hanim.

Selain itu, TurunTangan Binjai juga membuat project Creative Women yang rencananya akan dimulai pada 11 Maret ini. Kalau Passioniversity untuk anak-anaknya, Creative Women diperuntukkan untuk ibu-ibunya. Para ibu akan diberikan capacity building untuk menjadi ibu yang hebat bagi anak-anaknya. “Kalau cita-cita si anak sudah keren tapi orang tuanya tidak sejalan dengan mereka, tetap tidak akan terealisasi mimpinya. Makanya orang tuanya harus keren,” tutup Hanim.

217

Khalisa Qairen Sakhi (1) asal Bireun, sudah berbulan-bulan tergolek lemah. Benjolan sebesar bola tenis di mata kanannya membuatnya lebih banyak diam karena membatasi pergerakannya.

Anak pasangan Abu Bakar dan Sri Wahyuni ini divonis menginap kanker mata oleh dokter 10 bulan lalu. Awalnya mata memerah, terjadi pembengkakan dan semakin membesar. Kini sel-sel kanker itu telah menjalar ke otak, sehingga dokter menyatakan penyakit Khalisa sudah sulit untuk di sembuhkan.

Meskipun begitu, kedua orang tua Khalisa tetap optimis. Anaknya masih bisa sembuh. Mereka membawa Khalisa ke Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital Medan untuk menjalani pengobatan.

Tahun lalu, pengobatan Khalisa ditanggung oleh sebuah yayasan budha. Sempat membaik, tetapi akhir tahun lalu kambuh lagi dan langsung mengganas dua kali lipat.

Saat ini, satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan adalah kemoterapi. Seperti yang diketahui biaya untuk sekali kemo cukup besar. Sehingga Khalisa membutuhkan bantuan kita semua.

Sepupu Khalisa merupakan relawan TurunTangan Binjai. Mengetahui hal tersebut, TurunTangan Binjai tergerak membantu Khalisa dengan membuka donasi dan sampai sekarang masih dibuka. “Kanker bukan penyakit seperti demam yang sekali berobat bisa sembuh. Butuh banyak biaya jadi tidak bisa hanya sekali bikin penggalangan dana lalu selesai. Jadi tidak akan berhenti sampai ada vonis Khalisa sembuh,” ujar Koordinator TurunTangan Binjai, Latifah Hanim Lubis.

Menurut Hanim, beberapa relawan TurunTangan Binjai adalah pendamping anak-anak penderita kanker. Sehingga tak hanya membuka donasi, mereka pun sering menjenguk Khalisa di rumah sakit. “Dokter bilang Khalisa sulit disembuhkan. Tapi orang tuanya tetap berusaha. Siapa yang tega membiarkan semangat orang tua yang punya ikhtiar sebesar itu,” ujarnya.

Hanim melanjutkan, sejak lima tahun mendampingi anak-anak penderita kanker, banyak penderita yang meninggal dunia karena usaha yang dilakukan belum maksimal. Banyak orang tua yang langsung pasrah padahal anak-anak juga punya hak untuk diperjuangkan. “Bertemu dengan orang tua Khalisa yang berjuang seperti ini, membuat kami tergerak untuk berjuang juga,” kata Hanim.

Bagi yang tergerak ingin membantu Khalisa dapat menyalurkan bantuan ke rekening Mandiri Syariah 7710203037 atas nama Sara Desfi Siregar. Untuk perkembangan kesehatan Khalisa dapat dilihat di instagram @turuntangan_binjai.

 

252

Tahukah kamu? Berdasarkan hasil Studi Universitas Harvard dan Universitas Columbia, 91.600 jiwa meninggal dunia akibat krisis kebakaran hutan Indonesia pada tahun 2015.

Kebakaran hutan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghabisi satwa yang dilindungi, mengancam kebudayaan lokal dan ribuan orang mengalami infeksi saluran pernafasan. Hal ini dirasakan oleh Nilus Kasmi, pria asal Suku Dayak yang pernah menjadi korban. “Kebakaran hutan membuat anak-anak saya dan ribuan anak di Kalimantan, Sumatera, dan Papua sesak nafas setiap tahunnya,” ujar Nilus.

Penderitaan Nilus kala dulu, membuatnya berupaya agar anak dan istrinya dapat menghirup udara bersih setiap hari. Nilus bertekad, kebakaran hutan tidak boleh terjadi lagi dengan menjadi Tim Cegah Api, gerakan menghentikan api dan mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang di Indonesia yang diinisiasi oleh Greenpeace Indonesia.

September lalu, Nilus bersama rekan lainnya berangkat ke Riau. Tim berhasil memadamkan beberapa titik api di Kabupaten Rokan Hilir Riau. Sayangnya, peralatan seperti selang air, pompa air, boots yang dimiliki sudah bertahun-tahun usianya. Usang dan tidak bekerja maksimal.

Nilus dan Tim Cegah Api tentu membutuhkan peralatan baru dengan kualitas yang lebih baik dan bisa memberikan kemudahan saat aktivitas pencegahan dan pemadaman api. Mari turun tangan bantu Nilus dan Tim Cegah Api memperoleh peralatan baru untuk aktivitas pencegahan dan pemadaman api, dengan cara berdonasi di sini:

http://ktbs.in/turuntangancegahapi

 

Salam Hijau Damai,

 

Tim Cegah Api

Greenpeace Indonesia

TurunTangan

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]