Home Kabar Terbaru
Kabar terbaru dari TurunTangan

324

Tahukah kamu? Berdasarkan hasil Studi Universitas Harvard dan Universitas Columbia, 91.600 jiwa meninggal dunia akibat krisis kebakaran hutan Indonesia pada tahun 2015.

Kebakaran hutan tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghabisi satwa yang dilindungi, mengancam kebudayaan lokal dan ribuan orang mengalami infeksi saluran pernafasan. Hal ini dirasakan oleh Nilus Kasmi, pria asal Suku Dayak yang pernah menjadi korban. “Kebakaran hutan membuat anak-anak saya dan ribuan anak di Kalimantan, Sumatera, dan Papua sesak nafas setiap tahunnya,” ujar Nilus.

Penderitaan Nilus kala dulu, membuatnya berupaya agar anak dan istrinya dapat menghirup udara bersih setiap hari. Nilus bertekad, kebakaran hutan tidak boleh terjadi lagi dengan menjadi Tim Cegah Api, gerakan menghentikan api dan mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan pada masa mendatang di Indonesia yang diinisiasi oleh Greenpeace Indonesia.

September lalu, Nilus bersama rekan lainnya berangkat ke Riau. Tim berhasil memadamkan beberapa titik api di Kabupaten Rokan Hilir Riau. Sayangnya, peralatan seperti selang air, pompa air, boots yang dimiliki sudah bertahun-tahun usianya. Usang dan tidak bekerja maksimal.

Nilus dan Tim Cegah Api tentu membutuhkan peralatan baru dengan kualitas yang lebih baik dan bisa memberikan kemudahan saat aktivitas pencegahan dan pemadaman api. Mari turun tangan bantu Nilus dan Tim Cegah Api memperoleh peralatan baru untuk aktivitas pencegahan dan pemadaman api, dengan cara berdonasi di sini:

http://ktbs.in/turuntangancegahapi

 

Salam Hijau Damai,

 

Tim Cegah Api

Greenpeace Indonesia

TurunTangan

 

408

Alam Indonesia menawarkan kebebasan penuh untuk berpetualang tanpa  akhir. Mengarungi hutan, gunung, laut yang seakan tak bertepi. Masyarakat Indonesia telah banyak yang menyadari. Sehingga geliat traveling di alam bebas semakin diminati akhir-akhir ini.

Tak hanya untuk menguji adrenalin, menikmati alam Indonesia dan mengabadikannya dalam lensa kamera, kegiatan alam bebas juga bisa menjadi sarana untuk fundraising (penggalangan dana) untuk kegiatan sosial. Hal itu dibuktikan oleh Komunitas TurunTangan Tangerang Raya yang belakangan ini berubah menjadi TurunTangan Banten. Mereka melakukan kegiatan traveling sekaligus donasi yang diberi nama “Tripforcare” atau disingkat “Trip4Care”.

Trip4Care diinisiasi tahun lalu oleh relawan penggerak TurunTangan Banten Kushendra Tarwana, Angger Sutawijaya dan Fauzan Arrasyid. Ide ini muncul ketika mereka sedang membahas progres fundraising Gerakan Banten Mengajar (GBM) yaitu project TurunTangan Banten yang mengajak semua pihak agar ambil bagian menyelesaikan masalah pendidikan di Banten. Ketiga penggerak tersebut memiliki hobi yang sama, traveling di alam bebas, sehingga terpikir membuat trip pendakian sekaligus fundraising untuk GBM.

Pada 25 – 27 Desember 2015 mereka bertiga mendaki Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Konsep pendakian adalah sharing cost yang sudah include dengan donasi. Tak hanya donasi, mereka juga memungut sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Papandayan.

Usai mendaki, mereka melakukan evaluasi dan sepakat kegiatan tersebut tak hanya dilakukan sekali dan dibuka untuk masyarakat luas. Tak hanya mendukung GBM, tetapi juga mendukung gerakan sosial lainnya. Mereka percaya, semakin Trip4Care sering melaksanakan open trip, akan semakin banyak orang yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program gerakan sosial.

Selama satu tahun Trip4Care berkembang. Kushendra-akrab dipanggil Hendra- mengatakan hampir  200 orang dari berbagai daerah dan profesi ikut dalam trip bareng Trip4Care. Seluruh peserta mendapat pengalaman baru sebab setiap kegiatan selalu ada acara sharing session. Yaitu sebuah ajang memperkenalkan program gerakan sosial yang didukung oleh Trip4Care dan momen saling memperkenalkan diri. Harapannya, dari sharing session tersebut terjalin silaturahmi antara peserta dan terjalin sinergi antara komunitas atau gerakan sosial yang mereka ikuti.

Selama perjalanannya Trip4Care sudah melaksanakan tujuh kali open trip yang mendukung tujuh program gerakan sosial. Yaitu Pendakian ke Gunung Papandayan (support GBM Batch 1), Campoengan (Camping di Kampung) Situ Gintung (support SDI Ruhul Amin), Backpacker ke Gunung Pulosari & Pantai Carita (support Indonesian Share), Nanjak Bareng ke Gunung Cikuray (support GBM Batch 2),  Explore Ujung Kulon National Park (Pulau Peucang) (support Iuran Guru), Cultural Trip ke Baduy Dalam (support TurunTangan Banten), dan Exploring Papandayan (support GBM Batch 3).

Trip4Care juga melakukan aksi sosial lainnya seperti menggalang donasi untuk Korban Banjir Garut dan menyalurkannya secara langsung ke lokasi beberapa waktu lalu. Rencana ke depan, Trip4Care akan membentuk struktur pengurus yang di dalamnya ada biro bisnis. Unit bisnisnya tidak hanya open trip, tetati penyewaan alat mendaki, membuka toko peralatan pendakian, percetakan/sablon t-shirt, topi, dan sebagainya. “Kami berharap, konsep Trip4Care dapat diduplikasi oleh para pecinta alam dan semakin banyak anak muda yang mau terlibat dalam kegiatan fun draising dengan cara yang asyik,” ujar Hendra.

274

Gempa berkekuatan 6, 5 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Aceh pada Rabu (07/11) pagi. Ratusan meninggal dunia dan puluhan rumah rusak. Sementara warga yang selamat mengungsi di beberapa lokasi. Tak ingin berpangku tangan, relawan TurunTangan seluruh Indonesia melakukan aksi sosial dengan menggalang dana dari membuka donasi, turun ke jalan, sampai membuka posko.

Social Media and Campaigner TurunTangan Neildeva Despendya mengatakan aksi yang dilakukan setiap daerah berbeda-beda dan akan berlangsung sampai 17 Desember 2016. Di Banjarmasin, relawan TurunTangan melakukan penggalangan dana dengan cara mengamen di Kawasan Menara Pandang Banjarmasin, Jum’at (9/12). Di Lhokseumawe, relawan menggalang dana dengan menjual puding di jalan. Kemudian di Medan, relawan TurunTangan menggalang dana di Simpang Juanda Medan. Lalu di Malang, relawan menggalang dana di depan Dieng Plaza Malang. Sementara di Aceh, relawan TurunTangan membuka posko peduli Pidie Jaya dan Aceh Singkil.

Aksi penggalangan dana juga dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dan Yogyakarta serta akan disusul oleh beberapa daerah lainnya, seperti Jakarta, Bandung, dan Binjai. “Relawan TurunTangan Jakarta akan melakukan penggalangan dana Minggu besok di Taman Suropati,” ujar Neildeva.

Rencananya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada relawan TurunTangan Aceh. Nantinya relawan TurunTangan Aceh yang akan menyerahkan langsung kepada korban bencana gempa. “Mereka tak hanya menyerahkan donasi saja tapi juga sembako dan melakukan trauma healing kepada korban bencana di kamp pengungsian,” katanya.

TurunTangan juga membuka donasi kemanusiaan gempa Aceh melalui rekening BCA Yayasan TurunTangan di 00 6322 6677. “Kami berharap masyarakat tergugah untuk membantu korban bencana Aceh melalui TurunTangan. Selagi kita mampu, mari saling membantu,” tutup Neildeva.

329

Analisa Medan – Komunitas TurunTangan (TT) Medan meningkatkan kolaborasi antar anggota se-Indonesia demi memperkuat kontribusi pergerakan sosial untuk negeri. Hal tersebut diwujudkan dalam diskusi proyek sosial masing-masing relawan TT di daerahnya dalam gathering nasional di Gedung LPMP Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Medan, Jum’at (25/11).

“Gathering ini bertujuan untuk saling menularkan semangat, ide, dan pergerakan dari setiap daerah,” sebut Ketua Panitia Gathnas TurunTangan 2016 Ahmad Azhar Can Aritonang.

Ada enam relawan berbagi cerita tentang proyek sosial masing-masing dalam agenda panggung ide. Proyek-proyek tersebut antara lain Ruang Sinau TurunTangan Malang, Olimpiade Sekolah Rakyat TurunTangan Surabaya, Kelas Negarawan TurunTangan Jakarta, Banjarmasin City Scale Mapping TurunTangan Banjarmasin, dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) TurunTangan Pusat.

“Mereka saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman terkait kegiatan yang telah dijalani selama setahun belakangan,” ucap Penanggung Jawab Gathering Nasional TurunTangan Pusat Dimitri Dwi Putra. Kegiatan ni juga menjadi etalase dan gambaran kepada masyarakat bahwa TurunTangan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Gathering nasional ini diadakan kedua kalinya oleh Komunitas TurunTangan dengan turut menghadirkan narasumber pemuda-pemuda inspiratif berbagai bidang, yakni Muhammad Alfatih Timur, CEO dan Founder portal Crowdfunding (penggalangan donasi) kitabisa.com, Lia Toriana selaku Manajer Youth Department Transparency International Indonesia. Kemudian, Antonia Sipayung SP selaku Research and Advocacy Staff Foresty and Plantation Sector dan Tengku Adri sebagai pendiri Nyfara Foundation.

Alfatih Timur mengatakan kolaborasi penting untuk membantu sesama, seperti yang ia lakukan dalam menjalankan kitabisa.com. Dibangun sejak 2013, kitabisa.com telah banyak menampung kampanye donasi dan membantu pendanaan untuk mereka yang membutuhkan. Tanpa kepeduliaan dalam kolaborasi, niat baik bisa berhenti di rencana. “Stop jadi thinker (pemikir), mulailah menjadi doer (pelaku atau penggerak),” tegasnya.

Sedikitnya 130 peserta hadir dari berbagai daerah, antara lain, Aceh, Lhokseumawe, Medan, Binjai, Pekanbaru, Banten, Yogya, Banjarmasin, dan Kendari. Lia Maisarah, peserta dari Lhokseumawe mengaku menyambut apresiatif kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan pertamanya menghadiri gathering nasional TurunTangan.

“Kegiatannya bermanfaat, saya jadi memperoleh banyak pengetahuan dari pemuda-pemudi berbagai daerah,” tukasnya.

Sumber: Koran Analisa Medan Tanggal 26 November 2016

290

Tribunnews Medan - Turun Tangan merupakan gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat untuk peduli dan terlibat aktif mewujudkan Indonesia memiliki pemimpin berintegritas.

Dalam mewujudkannya, Turun Tangan akan menggelar gathering nasional di kota Medan pada 25-27 November 2016 di LPMP Sumut, Jl. Bunga Raya No. 96 Kelurahan Asam Kumbang, Sunggal.

Menurut Ahmad Azhar Can Aritonang, selaku ketua panitia dari Turun Tangan Medan, Gathering Nasional ini sebagai wadah berkumpulnya relawan Turun Tangan yang ada di Indonesia untuk menyampaikan ide pergerakan dari setiap daerah yang hadir.

“Gathering Nasional ini bertujuan untuk saling menularkan semangat, ide dan pergerakan dari setiap daerah”, ujar Azhar pada (23/11/2016) di Universitas Sumatera Utara.

Senada dengan Azhar, Dimitri Dwi Putra, PIC Gathnas Turun Tangan Pusat mengatakan, Gathnas sendiri merupakan ajang bagi relawan yang selama ini telah melahirkan inisiatif-inisiatif di daerah tempat mereka tinggal. Di gathnas, para penggerak akan saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman mengenai apa yang telah mereka lakukan.

“Medan menjadi tuan rumah dan titik temu untuk mereka yang telah bergerak dan di titik temu inilah para penggerak dari barat hingga timur Indonesia akan menceritakan pengalaman dan pencapaian mereka selama lebih dari setahun setelah Gathnas 2015,” ujar Dimitri dihubungi via What’s Up (25/11/2016) sore.

Gathering Nasional ini sendiri mengangkat Tema “Barat Timur Tetap Bergerak” menunjukan gerakan Turun Tangan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, memiliki satu tujuan dan konsisten untuk bergerak serta turun langsung ke permasalahan yang ada di Indonesia, khususnya di daerah masing-masing.

Menurut Dimitri, Kegiatan ini juga terbuka untuk umum, tepatnya di hari pertama, para undangan akan diajak untuk melihat kegiatan-kegiatan Turun Tangan yang ada dari Barat Indonesia sampai Timur Indonesia. Ajang gathnas menjadi etalase dan gambaran bagi para undangan bahwa Turun Tangan tidak hanya ada di Medan, atau Jakarta. Namun hadir di hampir tujuh belas kota atau kabupaten di Indonesia, dan masing-masingnya terus bergerak dan tetap bergerak dengan kearifannya masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Turun Tangan, tapi secara umum kegiatan ini juga mengajak masyarakat atau tamu undangan untuk ikut bergerak bersama,” Kata Dimitri.

“Karena Turun Tangan merupkan gerakan sosial yang berusaha membangun ekosistem untuk mendukung para penggerak dalam mengaktualisasi diri dan mengembangkan gagasan-gagasan yang mereka miliki”, sambungnya.

Kegaiatan Gathering Nasional ini turut mengundang CEO dan Co-founder KitaBisa.com M. Alfatih Timur, Manajer Youth Department Transparency International Indonesia Lia Toriana, Research and Advocacy Staff for Foresty and Plantation Sector Antonio Sipayung SP, dan Founder Nyfara FoundationTengku Adri sebagai pemberi materi.

Kegiatan ini juga akan dihadiri seratus empat puluh empat relawan Turun Tangan yang berasal dari empat belas daerah, yaitu Lhokseumawe, Aceh, Medan, Binjai, Pekanbaru, Palembang, Banten, Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Kendari.

Sumber: Tribunnews Medan

 

285

Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau (KIJP) mengadakan Pameran Foto dan Video di Galeri Indonesia Kaya (GIK) Jakarta, Minggu-Jum’at (23-28/10). Kegiatan yang bertajuk “Kami Poetra dan Poetri Indonesia” ini digelar untuk mengapresiasi rekaman lensa dan cahaya puluhan relawan dokumentator komunitas ini.

KIJP merupakan perkumpulan relawan yang terdiri dari profesional yang peduli terhadap pendidikan dasar anak di kepulauan Indonesia dengan cara berbagi, menginspirasi, membangun cita-cita dan karakter. Seluruh kegiatan KIJP mengarah kepada satu tujuan yaitu kemajuan anak-anak di pulau yang memiliki tantangan dalam mendapatkan akses untuk meraih masa depan yang lebih baik.

TurunTangan  sebagai wadah bagi pemuda untuk melunasi janji kemerdekaan dengan ikut andil dalam menyelesaikan masalah yang ada di sekitar, salah satunya permasalahan pendidikan, mendukung pameran foto dan video tersebut. “Baik TurunTangan maupun KIJP memiliki visi dan misi yang sama dalam pendidikan,  untuk itu kami mendukung kegiatan KIJP dengan menjadi media partner,” ujar Social Media and Campaigner TurunTangan Neildeva Despendya.

Adapun yang dilakukan oleh TurunTangan adalah menyebarluaskan informasi kegiatan tersebut kepada masyarakat melalui sosial media. “Karena kebaikan akan menyebar lebih luas lagi jika kita berkolaborasi,” tambah Neil.

308

Baru-baru ini, sosial media @turuntangan diwarnai oleh kampanye digital baru yang digagas oleh TurunTangan bersama Indorelawan bernama #ManfaatJadiRelawan. Kampanye digital berupa short video ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness) kepada anak muda untuk segera mewujudkan aksi baik, salah satunya ikut kegiatan kerelawanan.

Kampanye digital ini terdiri dari 8 episode, menceritakan pengalaman berbagai relawan project sosial di Indonesia serta manfaat apa saja yang mereka rasakan. Mulai dari ketemu jodoh sampai membantu perkembangan karier. Oh iya, buat kamu yang suka sama pemikiran Adjie Silarus, penulis buku “Sadar Penuh Hadir Utuh”, nanti akan ada video beliau juga lho! Pokoknya di kampanye ini, kita jadi tahu hal positif apa saja yang bisa kita dapat saat menjadi relawan. Rangkaian short video #KampanyeJadiRelawan bisa kamu saksikan di sosial media @turuntangan dan Youtube @indorelawan setiap Rabu pukul 20.00 WIB sampai akhir November 2016.

329

Modernisasi melahirkan banyak teknologi digital baru yang memudahkan masyarakat. Teknologi digital juga bisa melahirkan berbagai ide brilian untuk menyelesaikan problem-problem yang ada di masyarakat. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi “The Digital Energy of Asia” di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Oktober ini, TurunTangan diajak berkolaborasi untuk mendukung gerakan nasional #1000StartUpDigital. Kedepannya, diharapkan relawan-relawan TurunTangan bisa ikut andil untuk mendukung gerakan ini. Dengan menjadi peserta tahap ignition, menjadi volunteer, dan lain-lain. Gerakan nasional #1000StartUpDigital ini membutuhkan banyak kolaborasi dari berbagai elemen di masyarakat. Untuk kepo lebih lanjut, kunjungi 1000startupdigital.id, sekarang!

287

Provinsi Banten masuk ke dalam 101 daerah yang akan menggelar Pilkada 2017 pada 15 Februari mendatang. Tahun ini akan  diikuti oleh dua pasangan calon, yakni pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarif dan Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Jauh dari penetapan calon gubernur dan wakil gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum Banten, relawan TurunTangan Banten telah menginisiasi project Kawal Pilkada untuk kota Banten yang diberi nama Untuk Banten.

Untuk Banten adalah gerakan yang mengajak publik untuk terlibat dalam proses politik di Banten dengan cara memberikan edukasi politik, pengawalan proses politik (pilkada dan pasca pilkada) dan mendorong orang baik untuk terlibat di politik.

Gerakan ini diinsiasi oleh relawan TurunTangan Banten Dewi Mulyani sejak pertengahan tahun 2016. Sebelumnya Dewi melakukan ziarah ke Pandeglang. Sempat ke daerah pelosok dan menemukan banyak spanduk dan baliho yang mempromosikan bakal-bakal calon gubernur. Mayoritas bakal calon berasal dari dinasti Atut dan memiliki track record buruk. Kondisi ini membuat Dewi gelisah dan terpikir untuk membuat gerakan yang akan mensosialisasikan pilkada dan calon-calonnya, serta menyadarkan masyarakat akan permasalahan yang ada di Banten sehingga bisa memilih sosok yang tepat. “Momen pilkada ini harus bisa jadi turning point untuk Banten,” ujar mahasiswi Jurusan Politik Universitas Indonesia.

Setelah melewati proses diskusi dengan para relawan TurunTangan Banten, ide tersebut terealisasi. Di awali dengan open recruitment relawan pada Agustus 2016. Kini Untuk Banten telah berhasil menjaring puluhan relawan dan telah memiliki visi misi serta time line aktivitas yang jelas. “Antusias anak muda untuk mengawal Pilkada Banten luar biasa. Bahkan ada yang berasal dari luar daerah,” ujar Koordinator Umum TurunTangan Banten Andi Angger.

Adapun visi Untuk Banten adalah menjadikan Banten sebagai provinsi yang dipenuhi oleh pemimpin-pemimpin yang berintegritas. Sementara misi dari gerakan ini menjadi wadah partisipasi aktif masyarakat dalam aksi kerelawanan di bidang politik, kanal edukasi dan informasi yang komprehensif terkait perhelatan pilkada di Banten dan mendorong orang baik di Banten untuk terlibat di ranah politik.

Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Untuk Banten adalah produksi konten dan infografis yang disebarkan melalui media sosial, tweet talk, debat tim sukses cagub dan cawagub, debat cagub dan cawagub, sekolah demokrasi Banten, Banten Youth Leader dan mengawal suara saat pencoblosan.

Informasi mengenai project ini dapat dilihat di website www.untukbanten.org, facebook Untuk Banten, twitter dan instagram @untukbanten. Atau bisa langsung datang ke sekretariat Untuk Banten di Ruang Penggerak, Jalan Haji Abdul Gani No. 44 Rt. 002 Rw. 02 Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

 

344

Kota Cimahi, Jawa Barat telah melewati beberapa kali pemilu. Mulai dari pemilihan tingkat kota hingga provinsi, pemilihan presiden dan legislatif. Namun, pendidikan politik di Kota Cimahi belum optimal, dibuktikan dengan tingkat partisipasi pemilu di kota ini yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Komisi Pemilihan Umum merilis partisipasi pemilih pada Pilkada 2012 menurun sebesar 3, 53 persen, dari 73, 59 persen pada 2007 menjadi 70, 6 persen pada 2012.

Partisipasi pemilu merupakan salah satu bagian dari partisipasi politik, salah satu indikatornya adalah jumlah partisipan dalam pemilu itu sendiri. Penurunan partisipasi di Kota Cimahi mencerminkan tingkat pendidikan politik masyarakat yang rendah. Pendidikan politik masih bersifat parsial dan temporal. Ketika pemilu masyarakat di edukasi, di luar masa itu, tidak.

Kesuksesan Pilkada adalah tanggung jawab KPUD atau pemerintah, tetapi peran serta masyarakat sangat diperlukan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2015 tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Pendidikan politik harus disosialisasikan secara tuntas kepada masyarakat agar mereka dapat berpartipasi dalam pemilu secara cerdas dan bertanggung jawab. Untuk mencapai itu dibutuhkan gerakan kolaboratif berbagai pihak, khususnya pemuda.

Sekumpulan pemuda Cimahi yang tergabung dalam Komunitas TurunTangan Bandung peduli dengan fenomena tersebut. Mereka berinisiatif membuat gerakan untuk meningkatkan kembali awaraness pemilih terutama pemilih pemula di Cimahi agar berperan aktif dalam pengawalan, pencerdasan dan pemilihan walikota Cimahi. Gerakan ini diberi nama Cimahi Memilih.

Visi Cimahi Memilih adalah meningkatkan partisipasi pemilu bagi pemuda di Kota Cimahi dan terpilihnya pemimpin Cimahi terbaik dari proses pemilihan yang berlangsung dengan baik. “Misi kami adalah kolaborasi, koordinasi, informasi, edukasi, kajian, dan kawal,” papar Project Leader Cimahi Memilih Risma Damayanti.

Cimahi Memilih akan berkolaborasi dengan himpunan mahasiswa perguruann tinggi di Cimahi dan komunitas, organisasi masyarakat, NGO (Non Government Organization), stakeholder dan pemerintah. Bentuk kegiatannya ada lima yakni kenal kandidat, cerdas memilih, dialog terbuka, Cimahi goes to school, dan festival Cimahi Memilih.

Kenal kandidat yaitu suatu program yang bertujuan mengenalkan secara lebih awal dan lebih dalam sosok calon pemimpin Kota Cimahi kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan informasi gmelalui media sosial berupa infografis trackrecord dan prestasi mengenai calon walikota.

Cerdas memilih merupakan program yang bertujuan membentuk kesadaran dalam diri masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dan mewujudkan pemilihan walikota bersih. Sama seperti kenal kandidat, dengan memberikan informasi melalui media sosial berupa infografis mengenai pentingnya memilih pemimpin.

Dialog terbuka akan mempertemukan para calon pemimpin dengan masyarakat agar dapat saling bertukar pikiran dengan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan masyarakat.

Cimahi goes to school adalah program yang bertujuan memberikan pendidikan politik bagi remaja dan mensosialisasikan tentang seluruh kegiatan pemilu, seperti memperkenalkan calon beserta visi misinya, cara dan waktu pemilihan.

Festival Cimahi Memilih  akan menyemarakan pemilu dengan pesta demokrasi. Beragam acara menarik seperti konser band, pameran komunitas dan hobi.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dapat mengunjungi instagram @cimahimemilih, facebook Cimahi Memilih dan line @ilk0782o atau bisa menghubungi langsung Project Leader Cimahi Memilih Risma di 08562251636. “Bersiap memperbaiki keadaan, tapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak sempurna dan ikhtiar tidak akan pernah selesai. Come and join us!” tutup Risma.

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]