Home Kabar Terbaru
Kabar terbaru dari TurunTangan

430

Kota Cimahi, Jawa Barat telah melewati beberapa kali pemilu. Mulai dari pemilihan tingkat kota hingga provinsi, pemilihan presiden dan legislatif. Namun, pendidikan politik di Kota Cimahi belum optimal, dibuktikan dengan tingkat partisipasi pemilu di kota ini yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Komisi Pemilihan Umum merilis partisipasi pemilih pada Pilkada 2012 menurun sebesar 3, 53 persen, dari 73, 59 persen pada 2007 menjadi 70, 6 persen pada 2012.

Partisipasi pemilu merupakan salah satu bagian dari partisipasi politik, salah satu indikatornya adalah jumlah partisipan dalam pemilu itu sendiri. Penurunan partisipasi di Kota Cimahi mencerminkan tingkat pendidikan politik masyarakat yang rendah. Pendidikan politik masih bersifat parsial dan temporal. Ketika pemilu masyarakat di edukasi, di luar masa itu, tidak.

Kesuksesan Pilkada adalah tanggung jawab KPUD atau pemerintah, tetapi peran serta masyarakat sangat diperlukan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2015 tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Pendidikan politik harus disosialisasikan secara tuntas kepada masyarakat agar mereka dapat berpartipasi dalam pemilu secara cerdas dan bertanggung jawab. Untuk mencapai itu dibutuhkan gerakan kolaboratif berbagai pihak, khususnya pemuda.

Sekumpulan pemuda Cimahi yang tergabung dalam Komunitas TurunTangan Bandung peduli dengan fenomena tersebut. Mereka berinisiatif membuat gerakan untuk meningkatkan kembali awaraness pemilih terutama pemilih pemula di Cimahi agar berperan aktif dalam pengawalan, pencerdasan dan pemilihan walikota Cimahi. Gerakan ini diberi nama Cimahi Memilih.

Visi Cimahi Memilih adalah meningkatkan partisipasi pemilu bagi pemuda di Kota Cimahi dan terpilihnya pemimpin Cimahi terbaik dari proses pemilihan yang berlangsung dengan baik. “Misi kami adalah kolaborasi, koordinasi, informasi, edukasi, kajian, dan kawal,” papar Project Leader Cimahi Memilih Risma Damayanti.

Cimahi Memilih akan berkolaborasi dengan himpunan mahasiswa perguruann tinggi di Cimahi dan komunitas, organisasi masyarakat, NGO (Non Government Organization), stakeholder dan pemerintah. Bentuk kegiatannya ada lima yakni kenal kandidat, cerdas memilih, dialog terbuka, Cimahi goes to school, dan festival Cimahi Memilih.

Kenal kandidat yaitu suatu program yang bertujuan mengenalkan secara lebih awal dan lebih dalam sosok calon pemimpin Kota Cimahi kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan informasi gmelalui media sosial berupa infografis trackrecord dan prestasi mengenai calon walikota.

Cerdas memilih merupakan program yang bertujuan membentuk kesadaran dalam diri masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dan mewujudkan pemilihan walikota bersih. Sama seperti kenal kandidat, dengan memberikan informasi melalui media sosial berupa infografis mengenai pentingnya memilih pemimpin.

Dialog terbuka akan mempertemukan para calon pemimpin dengan masyarakat agar dapat saling bertukar pikiran dengan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan masyarakat.

Cimahi goes to school adalah program yang bertujuan memberikan pendidikan politik bagi remaja dan mensosialisasikan tentang seluruh kegiatan pemilu, seperti memperkenalkan calon beserta visi misinya, cara dan waktu pemilihan.

Festival Cimahi Memilih  akan menyemarakan pemilu dengan pesta demokrasi. Beragam acara menarik seperti konser band, pameran komunitas dan hobi.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dapat mengunjungi instagram @cimahimemilih, facebook Cimahi Memilih dan line @ilk0782o atau bisa menghubungi langsung Project Leader Cimahi Memilih Risma di 08562251636. “Bersiap memperbaiki keadaan, tapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak sempurna dan ikhtiar tidak akan pernah selesai. Come and join us!” tutup Risma.

 

328

Menjelang Pilkada DKI Jakarta, relawan TurunTangan Jakarta mengumpulkan pendapat dan aspirasi warga Jakarta atas permasalahan yang dirasakan dan perlu diperbaiki pada periode pemerintah provinsi DKI Jakarta berikutnya, di Car Free Day Sudirman, Minggu (16/10). Rencananya, semua rekaman dan video masyarakat yang dikumpulkan akan diberikan kepada ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

 

342

TurunTangan Palu baru terbentuk pada 17 September 2016. Meski tergolong baru, para relawan aktif melakukan pergerakan di daerahnya. Belum lama ini mereka mengadakan aksi bersih-bersih, kegiatan Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu), dan ikut serta dalam Festival Literasi Indonesia 2016.

Aksi Bersih-Bersih

Kegiatan ini dilakukan di Pantai Talise dan Pantai Teluk Palu. Kedua pantai itu cukup kotor akibat warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Kondisi ini menimbulkan keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan relawan TurunTangan Palu membersihkan sampah yang berserakan di pantai tersebut.

Kegiatan bersih-bersih di Pantai Talise dilaksanakan pada Minggu (18/9) dan Pantai Teluk Palu pada Rabu (28/9) bersama dengan para pemuda palu yang tergabung dalam komunitas dan organisasi.  Koordinator kegiatan bersih-bersih Pantai Talise Fidra menyampaikan aksi tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga dan pengunjung agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

TurunTangan Palu berharap pemerintah Kota Palu memperbanyak tempat sampah di sepanjang Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan. “Pantai Talise menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni. Sangat disayangkan jika pantainya penuh sampah. Saran kami petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” ujarnya.

Relawan TurunTangan Palu Aragib Laminu mengatakan aksi bersih ini membuktikan masih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. “Ada banyak orang yang mau turun tangan langsung mulai dari hal kecil seperti ini. Semoga bisa berdampak besar ke depannya,“ ujarnya.

Aksi Palu Ayo Baper

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Palu, TurunTangan Palu mengadakan aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu)” di Anjungan Pantai Talise Palu, Minggu (23/10). Kegiatannya berupa menggelar buku hasil donasi dari pegiat literasi di Kota Palu. Masyarakat dipersilahkan untuk membacanya.

”Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel di sela-sela aksi.

Fadel berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi manusia yang kaya ilmu pengetahuan. “Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refresing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel.

Berpartisipasi dalam Festival Literasi Indonesia

Kota Palu menjadi tuan rumah Festival Literasi Indonesia 2016 dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI). Ratusan pegiat maupun komunitas berkumpul selama tiga hari penyelenggaraan, Selasa-Kamis (18-20/10) di Halaman Pagombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. TurunTangan Palu ikut serta dalam festival tahunan itu.

Seperti dengan pegiat literasi, komunitas dan organisasi, TurunTangan Palu membuka stand pameran memperkenalkan profil dan kegiatan yang sudah dilakukan kepada masyarakat.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas Turun Tangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di Turun Tangan Palu mempunyai fokus bidang gerakan yakni sosial, pendidikan, dan lingkungan,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas Turun Tangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

Turun tangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

 

374

Sukses menyulap bantaran Sungai Martapura menjadi cantik, TurunTangan Banjarmasin mulai dicari-cari oleh awak media. Pada 18-24 September lalu TurunTangan Banjarmasin mengudara di J Radio dan tampil di kolom komunitas Banjarmasin Post.

Beberapa bulan belakangan ini, TurunTangan Banjarmasin memang sangat aktif bergerak. Dari mengadakan kegiatan beautification Kampung Sasirangan,  gathering relawan hingga Banjarmasin city scale mapping. Mereka juga kerap mengajak pemuda di Banjarmasin untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Relawan TurunTangan Banjarmasin Muhammad Syahreza mengatakan, selama ini mereka bergerak secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan sepeserpun. Tagline “Kami Relawan Bukan Bayaran” selalu digaungkan dan menarik perhatian media cetak dan elektronik. “Kami telah roadshow di tiga radio Banjarmasin. Sky Radio, J Radio dan Bpost Radio,” ujar Reza.

Saat ini pemerintah kota setempat juga mendukung kegiatan yang dilakukan dan sering melibatkan mereka dalam beberapa kegiatan.

Sementara itu, TurunTangan Malang juga mengudara di Radio Andalus 91.1 FM, Kamis (13/10) dan TurunTangan Palu di Dialog Kabar Sulawesi Tenggara, Jum’at (7/10).

307

Indonesia sedang menghadapi persoalan dalam mempersiapkan diri agar gemilang di kancah global. TurunTangan Malang menyadari kebutuhan persaingan global bukan hanya sekedar nilai dalam bentuk angka, namun kepemilikan kualitas diri yang lengkap sehingga siswa dapat memahami minat dan bakatnya.

Mereka menginisiasi Ruang Sinau 3 yang memberikan ruang bagi siswa SDN 2 Donowari Karangploso untuk mendalami potensi non-akademik lewat kegiatan ekstrakulikuler setiap hari Sabtu. Selama ini SD 2 Donowari Karangploso tidak menyediakan kegiatan ekstrakulikuler. Padahal dari hasil survey relawan TurunTangan Malang siswa-siswa di sekolah tersebut memiliki bakat non-akademik yang bisa dikembangkan.

Di Ruang Sinau 3, relawan TurunTangan Malang yang disebut tutor, mengajarkan siswa menari tarian tradisional, bermain sepak bola, bermain voli, teknis dasar menggambar, bahasa inggris, paduan suara, dan lain-lain.

479

Relawan Bangun Jakarta (Bajak) akhirnya turun ke lapangan. Setelah sekitar enam bulan dilatih untuk belajar teknik urban farming menggunakan polybag, para relawan project lingkungan TurunTangan ini kemudian datang ke RW 08 Jalan Kompos, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (2/10). Kedatangan mereka dalam rangka pelatihan menanam di kota, mengajarkan warga RW 08 caranya menanam pangan seperti cabai.

Peserta yang datang mulai dari anak-anak, remaja Karang Taruna, sampai ibu-ibu PKK. Mereka tampak bersemangat ketika melakukan aksi menanam ini. Peserta di bagi ke beberapa kelompok, masing-masing kelompok memiliki satu mentor yang mengajar dan memantau perkembangan hasil tanam mereka sampai tahap panen nanti.

Bajak telah secara resmi mendapat izin dari RW setempat untuk melaksanakan pelatihan menanam tersebut. Warga bahkan sangat antusias, mengingat mereka juga merasakan dampak dari kenaikan kebutuhan pokok seperti cabai yang menjadi bumbu utama masakan khas Indonesia.

Urgensi Bajak untuk melakukan pelatihan menanam adalah menumbuhkan budaya mandiri pangan sehingga warga ikut berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat untuk Indonesia. Jakarta sendiri masih bergantung pada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan karena sumber daya manusianya fokus pada okupasi lain, jarang ada yang sadar pentingnya menanam.

Programme Management Officer Environment Dimitri Dwi Putra mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu membantu warga dalam segi ekonomi. Kedepannya, warga didorong agar mampu memproduksi hasil pangan mereka sendiri dan kemudian bisa dijual. “Selain memberdayakan diri mereka sendiri, juga bisa menciptakan Indonesia yang mandiri pangan,” ujarnya.

398

Festival literasi Indonesia 2016 yang diselenggarakan di kota Palu, Sulawesi Tengah tidak disia-siakan oleh sejumlah relawan komunitas Turun Tangan Palu untuk berpartisipasi.

Bersama sejumlah pegiat literasi, komunitas, dan forum taman baca masyarakat (FTBM) se-Sulawesi Tengah, TurunTangan Palu membuka stand pameran yang memperkenalakan produk dan profil dari masing-masing komunitas yang hadir.

Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel mengatakan keikutsertaan Komunitas yang dipimpinnya tersebut dalam festival literasi ialah selain untuk memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu juga untuk ikut serta menggelorakan semangat gerakan literasi di Indonesia, khususnya di kota Palu.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di TurunTangan Palu mempunyai focus bidang gerakan yakni Sosial, Pendidikan, dan Lingkungan,” ujarnya.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas TurunTangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

TurunTangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk kita dalam melunasi janji kemerdekaan yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Koordinator umum TurunTangan Palu.

364

PALU-Komunitas anak muda yang bernama TurunTangan Palu mengajak masyarakat Kota Palu untuk meningkatkan minat baca buku agar memiliki kualitas sebagai manusia yang kaya dengan ilmu dan pengetahuan.

“Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” Ujar Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel di sela-sela aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu) ” di Anjungan Pantai Talise, Palu, Ahad pagi (23/10).

Dirinya menuturkan kegiatan aksi baca buku bersama yang mengambil tema “Palu Ayo Baper” tersebut merupakan inisiatif komunitasnya dalam rangka untuk ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kegiatan sederhana ini hanya bermodalkan tikar bekas spanduk dan ratusan judul buku sumbangan dari beberapa pegiat literasi yang ada di Kota Palu, mudah-mudahan ini terus menjadi menjadi rutinitas kita setiap minggunya dengan kegiatan yang sama demi meningkatkan dan menggelorakan semangat membaca masyarakat,” tuturnya.

Dirinya pun berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat terhindar sebagai manusia bodoh karena minimnya ilmu dan pengetahuan.

”Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refreshing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel yang juga Alumni Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako tersebut.

Dari pantauan Sulteng Post , aksi ini disambut cukup antusias oleh pengunjung yang ada di anjungan Talise , terbukti dengan banyaknya masyarakat yang turut serta membaca.

“Aksi ini bagus, agar membuat orang lain gemar membaca karena buku itu gudang ilmu dimanapun bisa kita jadikan tempat untuk membaca, semoga ini bisa terus berlanjut,” ucap Rusdi salah seorang pengunjung.

Sumber: Sulteng Post News

370

PALU-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kota Palu khususnya Pantai Teluk Palu, ratusan peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan melakukan aksi bakti sosial (Baksos) bersih – bersih pantai pada Rabu (28/9).

Aksi bakti sosial yang diinisiasi oleh Komunitas Gerakan Turun Tangan Palu bekerjasama dengan Pramuka Kwarcab Palu, Komunitas Baju Kertasku, LDK An Nafi STMIK Bina Mulia Palu, Komunitas Peduliku, dan Parkour Palu dilakukan secara bergotong-royong dengan membersihkan areal pantai dari sampah yang berserakan.

Aragib Laminu salah satu pengurus Turun Tangan Palu mengatakan kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan di seputaran Pantai Talise Palu juga sekaligus menjadi kampanye kepada masyarakat umum untuk mau turun tangan langsung berpastisipasi membersihkan lingkungan sekitar.

“Aksi bersih kali ini adalah bukti bahwa masih ada banyak orang yang mau peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dan mau turun tangan langsung, kita mulai dari hal kecil seperti ini semoga bisa berdampak besar ke depannya,” ujarnya.

Aragib menambahkan kegiatan ini juga adalah yang ke dua kalinya mereka laksanakan, namun kali ini dengan lebih banyak peserta yang mau ikut terlibat.

“Alhamdulillah, promosi kegiatan yang kita lakukan melalui media sosial direspon dan didukung oleh Pramuka Kwarcab Palu serta beberapa organisasi dan komunitas lainnya, sehingga harapan kami ini juga bisa kita jadikan momen untuk bagaimana kita bisa bekerja sama dalam suatu kegiatan yang positif ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Pramuka Kwarcab Palu, Imran, yang juga ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian organisasi Pramuka dalam masalah lingkungan yang ada di kota Palu.

“Dalam kegiatan ini kami mengerahkan kurang lebih tiga ratus anggota Pramuka dari beberapa sekolah yang ada di kota Palu mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, ini juga bisa menjadi bukti bahwa Pramuka tidak sekedar berkemah tetapi mempunyai kegiatan sosial yang peduli terhadap masalah lingkungan,” pungkasnya.

Sumber: Sulteng Post News

391

PALU-Kondisi Pantai Talise, Palu yang masih cukup kotor di beberapa bagian akibat banyaknya sampah yang masih berserakan menjadi keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas relawan “TurunTangan Palu” melakukan aksi sosial turun ke pantai untuk membersihkan sampah yang berserakan, pada Minggu pagi (18/9).

Koordinator kegiatan, Fidra menyampaikan, aksi bersih-bersih Pantai Talise tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga maupun pengunjung yang ada di Pantai agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

“Tapi yang lebih penting, kami ingin memotivasi diri kami sendiri. Selebihnya, ya minimal warga yang lain dan wisatawan agar malu lah kalau buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Fidra yang juga merupakan pengurus dari komunitas TurunTangan Palu ini mengatakan bahwa kegiatan aksi sosial tersebut adalah merupakan bagian program kerja perdana yang dilakukan oleh TurunTangan Palu.

“Komunitas kita baru terbentuk satu bulan kemarin, dan ini merupakan aksi sosial pertama yang ingin kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita harus mau peduli dan ikut turun tangan langsung dalam menangani masalah lingkungan khususnya sampah,” tuturnya.

Secara praktis, Fidra juga menyarankan kepada pemerintah kota Palu untuk memperbanyak tempat sampah di sepanjang spot Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan.

“Apalagi disini akan menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni, sangat disayangkan kalau pantainya masih penuh sampah, saran kami juga petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” tandasnya.

Sumber: Sulteng Post News

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]