Home Kabar Terbaru
Kabar terbaru dari TurunTangan

276

Menjelang Pilkada DKI Jakarta, relawan TurunTangan Jakarta mengumpulkan pendapat dan aspirasi warga Jakarta atas permasalahan yang dirasakan dan perlu diperbaiki pada periode pemerintah provinsi DKI Jakarta berikutnya, di Car Free Day Sudirman, Minggu (16/10). Rencananya, semua rekaman dan video masyarakat yang dikumpulkan akan diberikan kepada ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

 

301

TurunTangan Palu baru terbentuk pada 17 September 2016. Meski tergolong baru, para relawan aktif melakukan pergerakan di daerahnya. Belum lama ini mereka mengadakan aksi bersih-bersih, kegiatan Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu), dan ikut serta dalam Festival Literasi Indonesia 2016.

Aksi Bersih-Bersih

Kegiatan ini dilakukan di Pantai Talise dan Pantai Teluk Palu. Kedua pantai itu cukup kotor akibat warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Kondisi ini menimbulkan keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan relawan TurunTangan Palu membersihkan sampah yang berserakan di pantai tersebut.

Kegiatan bersih-bersih di Pantai Talise dilaksanakan pada Minggu (18/9) dan Pantai Teluk Palu pada Rabu (28/9) bersama dengan para pemuda palu yang tergabung dalam komunitas dan organisasi.  Koordinator kegiatan bersih-bersih Pantai Talise Fidra menyampaikan aksi tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga dan pengunjung agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

TurunTangan Palu berharap pemerintah Kota Palu memperbanyak tempat sampah di sepanjang Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan. “Pantai Talise menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni. Sangat disayangkan jika pantainya penuh sampah. Saran kami petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” ujarnya.

Relawan TurunTangan Palu Aragib Laminu mengatakan aksi bersih ini membuktikan masih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. “Ada banyak orang yang mau turun tangan langsung mulai dari hal kecil seperti ini. Semoga bisa berdampak besar ke depannya,“ ujarnya.

Aksi Palu Ayo Baper

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Palu, TurunTangan Palu mengadakan aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu)” di Anjungan Pantai Talise Palu, Minggu (23/10). Kegiatannya berupa menggelar buku hasil donasi dari pegiat literasi di Kota Palu. Masyarakat dipersilahkan untuk membacanya.

”Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel di sela-sela aksi.

Fadel berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadi manusia yang kaya ilmu pengetahuan. “Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refresing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel.

Berpartisipasi dalam Festival Literasi Indonesia

Kota Palu menjadi tuan rumah Festival Literasi Indonesia 2016 dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI). Ratusan pegiat maupun komunitas berkumpul selama tiga hari penyelenggaraan, Selasa-Kamis (18-20/10) di Halaman Pagombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah. TurunTangan Palu ikut serta dalam festival tahunan itu.

Seperti dengan pegiat literasi, komunitas dan organisasi, TurunTangan Palu membuka stand pameran memperkenalkan profil dan kegiatan yang sudah dilakukan kepada masyarakat.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas Turun Tangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di Turun Tangan Palu mempunyai fokus bidang gerakan yakni sosial, pendidikan, dan lingkungan,” ujar Koordinator Umum Turun Tangan Palu Fadel.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas Turun Tangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

Turun tangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

 

322

Sukses menyulap bantaran Sungai Martapura menjadi cantik, TurunTangan Banjarmasin mulai dicari-cari oleh awak media. Pada 18-24 September lalu TurunTangan Banjarmasin mengudara di J Radio dan tampil di kolom komunitas Banjarmasin Post.

Beberapa bulan belakangan ini, TurunTangan Banjarmasin memang sangat aktif bergerak. Dari mengadakan kegiatan beautification Kampung Sasirangan,  gathering relawan hingga Banjarmasin city scale mapping. Mereka juga kerap mengajak pemuda di Banjarmasin untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Relawan TurunTangan Banjarmasin Muhammad Syahreza mengatakan, selama ini mereka bergerak secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan sepeserpun. Tagline “Kami Relawan Bukan Bayaran” selalu digaungkan dan menarik perhatian media cetak dan elektronik. “Kami telah roadshow di tiga radio Banjarmasin. Sky Radio, J Radio dan Bpost Radio,” ujar Reza.

Saat ini pemerintah kota setempat juga mendukung kegiatan yang dilakukan dan sering melibatkan mereka dalam beberapa kegiatan.

Sementara itu, TurunTangan Malang juga mengudara di Radio Andalus 91.1 FM, Kamis (13/10) dan TurunTangan Palu di Dialog Kabar Sulawesi Tenggara, Jum’at (7/10).

258

Indonesia sedang menghadapi persoalan dalam mempersiapkan diri agar gemilang di kancah global. TurunTangan Malang menyadari kebutuhan persaingan global bukan hanya sekedar nilai dalam bentuk angka, namun kepemilikan kualitas diri yang lengkap sehingga siswa dapat memahami minat dan bakatnya.

Mereka menginisiasi Ruang Sinau 3 yang memberikan ruang bagi siswa SDN 2 Donowari Karangploso untuk mendalami potensi non-akademik lewat kegiatan ekstrakulikuler setiap hari Sabtu. Selama ini SD 2 Donowari Karangploso tidak menyediakan kegiatan ekstrakulikuler. Padahal dari hasil survey relawan TurunTangan Malang siswa-siswa di sekolah tersebut memiliki bakat non-akademik yang bisa dikembangkan.

Di Ruang Sinau 3, relawan TurunTangan Malang yang disebut tutor, mengajarkan siswa menari tarian tradisional, bermain sepak bola, bermain voli, teknis dasar menggambar, bahasa inggris, paduan suara, dan lain-lain.

383

Relawan Bangun Jakarta (Bajak) akhirnya turun ke lapangan. Setelah sekitar enam bulan dilatih untuk belajar teknik urban farming menggunakan polybag, para relawan project lingkungan TurunTangan ini kemudian datang ke RW 08 Jalan Kompos, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (2/10). Kedatangan mereka dalam rangka pelatihan menanam di kota, mengajarkan warga RW 08 caranya menanam pangan seperti cabai.

Peserta yang datang mulai dari anak-anak, remaja Karang Taruna, sampai ibu-ibu PKK. Mereka tampak bersemangat ketika melakukan aksi menanam ini. Peserta di bagi ke beberapa kelompok, masing-masing kelompok memiliki satu mentor yang mengajar dan memantau perkembangan hasil tanam mereka sampai tahap panen nanti.

Bajak telah secara resmi mendapat izin dari RW setempat untuk melaksanakan pelatihan menanam tersebut. Warga bahkan sangat antusias, mengingat mereka juga merasakan dampak dari kenaikan kebutuhan pokok seperti cabai yang menjadi bumbu utama masakan khas Indonesia.

Urgensi Bajak untuk melakukan pelatihan menanam adalah menumbuhkan budaya mandiri pangan sehingga warga ikut berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat untuk Indonesia. Jakarta sendiri masih bergantung pada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan karena sumber daya manusianya fokus pada okupasi lain, jarang ada yang sadar pentingnya menanam.

Programme Management Officer Environment Dimitri Dwi Putra mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu membantu warga dalam segi ekonomi. Kedepannya, warga didorong agar mampu memproduksi hasil pangan mereka sendiri dan kemudian bisa dijual. “Selain memberdayakan diri mereka sendiri, juga bisa menciptakan Indonesia yang mandiri pangan,” ujarnya.

340

Festival literasi Indonesia 2016 yang diselenggarakan di kota Palu, Sulawesi Tengah tidak disia-siakan oleh sejumlah relawan komunitas Turun Tangan Palu untuk berpartisipasi.

Bersama sejumlah pegiat literasi, komunitas, dan forum taman baca masyarakat (FTBM) se-Sulawesi Tengah, TurunTangan Palu membuka stand pameran yang memperkenalakan produk dan profil dari masing-masing komunitas yang hadir.

Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel mengatakan keikutsertaan Komunitas yang dipimpinnya tersebut dalam festival literasi ialah selain untuk memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu juga untuk ikut serta menggelorakan semangat gerakan literasi di Indonesia, khususnya di kota Palu.

“Sejak terbentuk pada 17 September 2016, kami berusaha untuk terus memperkenalkan komunitas TurunTangan Palu ini khususnya kepada para pegiat literasi dan komunitas kerelawanan yang ada di Palu, juga sekaligus kita mencoba berpartisipasi dalam menggelorakan semangat gerakan membaca karena kita di TurunTangan Palu mempunyai focus bidang gerakan yakni Sosial, Pendidikan, dan Lingkungan,” ujarnya.

Selain membuka stand yang diisi dengan beragam dokumentasi dan pernak pernik khas TurunTangan, Komunitas TurunTangan Palu juga menggelar berbagai aksi kegiatan dalam festival literasi tersebut.

“Kita juga ada aksi donasi buku, dan aksi kampanye literasi serta pengumpulan tanda tangan berisi harapan untuk kota Palu bagi pengunjung yang hadir,” tandasnya.

TurunTangan Palu berharap melalui keikutsertaan dalam festival literasi ini adalah wujud kepedulian mereka dalam ikut menggelorakan semangat literasi dan gerakan semangat membaca bagi masyarakat.

“Ini juga sebagai bentuk kita dalam melunasi janji kemerdekaan yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Koordinator umum TurunTangan Palu.

314

PALU-Komunitas anak muda yang bernama TurunTangan Palu mengajak masyarakat Kota Palu untuk meningkatkan minat baca buku agar memiliki kualitas sebagai manusia yang kaya dengan ilmu dan pengetahuan.

“Tidak ada kata lain untuk membuka jendela ilmu dunia, hanya dengan giat membaca. Untuk itu gerakan meningkatkan minat baca ini harus masif dilakukan oleh semua orang,” Ujar Koordinator Umum TurunTangan Palu, Fadel di sela-sela aksi “Palu Ayo Baper (Baca Itu Perlu) ” di Anjungan Pantai Talise, Palu, Ahad pagi (23/10).

Dirinya menuturkan kegiatan aksi baca buku bersama yang mengambil tema “Palu Ayo Baper” tersebut merupakan inisiatif komunitasnya dalam rangka untuk ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kegiatan sederhana ini hanya bermodalkan tikar bekas spanduk dan ratusan judul buku sumbangan dari beberapa pegiat literasi yang ada di Kota Palu, mudah-mudahan ini terus menjadi menjadi rutinitas kita setiap minggunya dengan kegiatan yang sama demi meningkatkan dan menggelorakan semangat membaca masyarakat,” tuturnya.

Dirinya pun berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat terhindar sebagai manusia bodoh karena minimnya ilmu dan pengetahuan.

”Semoga dengan cara sederhana seperti yang kami dan teman-teman lakukan ini dapat memberikan dampak yang besar bagi peningkatan minat baca masyarakat Palu, sekaligus ini juga jadi refreshing dan bahan nongkrong yang bermanfaat,” kata Fadel yang juga Alumni Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako tersebut.

Dari pantauan Sulteng Post , aksi ini disambut cukup antusias oleh pengunjung yang ada di anjungan Talise , terbukti dengan banyaknya masyarakat yang turut serta membaca.

“Aksi ini bagus, agar membuat orang lain gemar membaca karena buku itu gudang ilmu dimanapun bisa kita jadikan tempat untuk membaca, semoga ini bisa terus berlanjut,” ucap Rusdi salah seorang pengunjung.

Sumber: Sulteng Post News

313

PALU-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kota Palu khususnya Pantai Teluk Palu, ratusan peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan melakukan aksi bakti sosial (Baksos) bersih – bersih pantai pada Rabu (28/9).

Aksi bakti sosial yang diinisiasi oleh Komunitas Gerakan Turun Tangan Palu bekerjasama dengan Pramuka Kwarcab Palu, Komunitas Baju Kertasku, LDK An Nafi STMIK Bina Mulia Palu, Komunitas Peduliku, dan Parkour Palu dilakukan secara bergotong-royong dengan membersihkan areal pantai dari sampah yang berserakan.

Aragib Laminu salah satu pengurus Turun Tangan Palu mengatakan kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan di seputaran Pantai Talise Palu juga sekaligus menjadi kampanye kepada masyarakat umum untuk mau turun tangan langsung berpastisipasi membersihkan lingkungan sekitar.

“Aksi bersih kali ini adalah bukti bahwa masih ada banyak orang yang mau peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dan mau turun tangan langsung, kita mulai dari hal kecil seperti ini semoga bisa berdampak besar ke depannya,” ujarnya.

Aragib menambahkan kegiatan ini juga adalah yang ke dua kalinya mereka laksanakan, namun kali ini dengan lebih banyak peserta yang mau ikut terlibat.

“Alhamdulillah, promosi kegiatan yang kita lakukan melalui media sosial direspon dan didukung oleh Pramuka Kwarcab Palu serta beberapa organisasi dan komunitas lainnya, sehingga harapan kami ini juga bisa kita jadikan momen untuk bagaimana kita bisa bekerja sama dalam suatu kegiatan yang positif ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Pramuka Kwarcab Palu, Imran, yang juga ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian organisasi Pramuka dalam masalah lingkungan yang ada di kota Palu.

“Dalam kegiatan ini kami mengerahkan kurang lebih tiga ratus anggota Pramuka dari beberapa sekolah yang ada di kota Palu mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA, ini juga bisa menjadi bukti bahwa Pramuka tidak sekedar berkemah tetapi mempunyai kegiatan sosial yang peduli terhadap masalah lingkungan,” pungkasnya.

Sumber: Sulteng Post News

340

PALU-Kondisi Pantai Talise, Palu yang masih cukup kotor di beberapa bagian akibat banyaknya sampah yang masih berserakan menjadi keresahan banyak pihak. Tak ingin berpangku tangan, puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas relawan “TurunTangan Palu” melakukan aksi sosial turun ke pantai untuk membersihkan sampah yang berserakan, pada Minggu pagi (18/9).

Koordinator kegiatan, Fidra menyampaikan, aksi bersih-bersih Pantai Talise tersebut merupakan upaya untuk menginspirasi warga maupun pengunjung yang ada di Pantai agar mau dan aktif menjaga kebersihan pantai.

“Tapi yang lebih penting, kami ingin memotivasi diri kami sendiri. Selebihnya, ya minimal warga yang lain dan wisatawan agar malu lah kalau buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Fidra yang juga merupakan pengurus dari komunitas TurunTangan Palu ini mengatakan bahwa kegiatan aksi sosial tersebut adalah merupakan bagian program kerja perdana yang dilakukan oleh TurunTangan Palu.

“Komunitas kita baru terbentuk satu bulan kemarin, dan ini merupakan aksi sosial pertama yang ingin kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita harus mau peduli dan ikut turun tangan langsung dalam menangani masalah lingkungan khususnya sampah,” tuturnya.

Secara praktis, Fidra juga menyarankan kepada pemerintah kota Palu untuk memperbanyak tempat sampah di sepanjang spot Pantai Teluk Palu khususnya di anjungan.

“Apalagi disini akan menjadi pusat sentral kegiatan festival Pesona Palu Nomoni, sangat disayangkan kalau pantainya masih penuh sampah, saran kami juga petugas bersih pantai perlu diperbanyak biar pantainya lebih bersih dan indah,” tandasnya.

Sumber: Sulteng Post News

17 Agustus. Tanggal di mana sang saka merah putih dengan anggunnya berkibar di berbagai penjuru Nusantara.

17 Agustus. Hari istimewa karena di hari tersebut lah deklarasi kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda terjadi.

17 Agustus. Perayaan seluruh rakyat Indonesia, bagaikan pesta yang masih manyala-nyala. Mulai dari mengibarkan Sang Saka Merah Putih, lomba-lomba tradisional khas 17an, serta tak lupa  melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat.

17 Agustus. TurunTangan pun ikut memeriahkan semaraknya. Tahun ini, 14 daerah yakni Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekanbaru, Palembang, Banten, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Kendari, dan Ambon, memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan beragam cara.

Seperti apa ya, keseruan relawan-relawan di 14 kota tersebut untuk memeriahkan semangat perjuangan? Ini dia ulasannya!

43

TurunTangan Aceh

Relawan TurunTangan Aceh merayakan hari kemenangan 17 Agustus bersama siswa-siswi SD Negeri Monsinget, Kahju, Aceh Besar, Kamis (18/8). Bertemakan “Aku Indonesia Aku Bangga”, mereka menggelar berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk dan tarik tambang.

IMG-20160817-WA0087

TurunTangan Lhokseumawe

Di Lhokseumawe, agenda 17-an diadakan di SDN 9 Dusun Abong-Abong Desa Sukajadi, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (17/8). Di sekolah ini mereka melaksanakan upacara dan menggelar perlombaan bertemakan kemerdekaan. Sebelum lomba dimulai, siswa-siswi diberikan pengetahuan mengenai pahlawan-pahlawan Aceh oleh relawan pendidikan TurunTangan Lhokseumawe.

19

TurunTangan Medan

Perayaan 17 Agustus di Medan dilakukan di Kampung Mesjid Bengkok, Jalan Kesawan, Kota Medan. Relawan TurunTangan mengadakan upacara yang dipimpin oleh Kepala Lingkungan Kampung Mesjid Bengkok. Setelah itu mengadakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh warga seperti lomba kelereng, menggendong teman, dan balap karung. TurunTangan Medan juga kedatangan Samsudin, pendukung gerakan perlindungan hutan dan hewan langka di Sumatera. Samsudin memberikan dongeng kepada anak-anak kampung tersebut agar kedepannya mereka sadar akan pentingnya menjaga hutan bersama-sama.

10

TurunTangan Pekanbaru

Relawan TurunTangan Pekanbaru mengadakan upacara bendera di SMP N 3 Pekanbaru. Tak hanya itu, mereka juga mengadakan napak tilas veteran dengan memutarkan film pendek perjuangan dan memberi pemaparan tentang kebangsaan. Kemudian relawan juga mengadakan nonton bareng film perjuangan di Jalan Pemuda Pekanbaru, Sabtu (20/8).

12

TurunTangan Palembang

Relawan TurunTangan Palembang memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke -71 dengan upacara pengibaran dan penurunan bendera di Panti Sosial Bina Anak Remaja KM 5 Palembang. Setelah upacara, relawan TurunTangan Palembang menggelar lomba tradisional untuk anak-anak panti. Yap, mereka berbagi kasih sayang dengan semangat perjuangan!

IMG_6855

TurunTangan Banten

Di Banten, relawan menggelar sepuluh perlombaan yang diadakan di SD Islam Ruhul Amin Tangerang Selatan. Lomba-lomba tersebut terdiri dari lomba makan kerupuk, pukul balon, injak balon, estafet karet, bersama masukan paku, pindah air, mewarnai, hafalan surat pendek dan cerdas cermat.

1

TurunTangan Jakarta

Berkolaborasi dengan Komunitas Sekolah Kolong Pelangi, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Rumah Belajar Rawamangun, TurunTangan Jakarta menggelar upacara di Kolong Jembatan Jalan By Pass Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (17/8). Relawan menghiasi kolong jembatan dengan balon merah putih setelah itu melakukan prosesi upacara bersama anak-anak binaan Sekolah Kolong Pelangi secara khidmat.

26

TurunTangan Bandung

Seperti TurunTangan regional lain, TurunTangan Bandung juga melakukan upacara pengibaran bendera dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-71. Yang membuat beda dan mengesankan, upacara kemerdekaan tersebut diselenggarakan di Lapas Anak Sukamiskin Bandung. Selain upacara, mereka juga menggelar perlombaan dan hiburan akustik.

30

TurunTangan Yogyakarta

Semarak 17-an di Yogyakarta diisi dengan kemeriahan lomba makan kerupuk, balap karung, egrang dan kelerengan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Yogyakarta, Sabtu (13/8). Pada 17 Agustus, TurunTangan Yogyakarta kembali menggelar kegiatan di SLB Negeri Pembina dengan upacara pengibaran bendera. Adik-adik SLB yang memenangkan lomba tersebut juga mendapatkan hadiah, lho! Wah, senangnya!

31

TurunTangan Surabaya

Relawan-relawan di Surabaya membuat acara “Gebyar Pitulas Agustus”. Rangkaian acaranya berupa upacara bendera dan perlombaan di Rumah Belajar Sabilul Khoir. Oh ya, adik-adik ini diajak ikut upacara karena banyak diantara mereka yang tidak mengenyam pendidikan di sekolah formal. Selain itu, lingkungan tempat tinggal adik-adik di Rumbel tersebut berdekatan dengan pusat prostitusi dan sulit ditemukan lahan kosong untuk bermain. “Gebyar Pitulas Agustus” menyuarakan semangat gotong royong, agar adik-adik tetap bisa seru bermain namun ingat dengan sesama. TurunTangan Surabaya sadar akan hal itu. Momen 17an merupakan momen yang berharga bagi adik-adik Sabilul Khoir karena mereka bisa bermain bersama secara edukatif.

TurunTangan - 9

TurunTangan Malang

Upacara pengibaran bendera Merah Putih dilaksakan di Balai Kota Malang. Upacara tersebut diikuti oleh para veteran yang ada di Kota Malang. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi sekolah binaan project Ruang Sinau 2.0, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudhatul Jannah di Desa Jabung Malang. Dalam kunjungan singkat itu relawan TurunTangan Malang turut dalam keceriaan siswa-siswi MI Raudhatul Jannah dalam perlombaan balap karung. TurunTangan Malang juga mengadakan kegiatan bersama veteran di MI Raudhatul Jannah, pada hari Sabtu (27/8). Mengusung tema “Apa Kabar Veteran”, relawan TurunTangan Malang memperkenalkan veteran kepada siswa-siswi sekolah itu dengan memutarkan video lebih dekat dengan veteran dan film pendek perjuangan.

33

TurunTangan Banjarmasin

Di pulau Kalimantan tepatnya di Banjarmasin, relawan TurunTangan disana mengadakan upacara di Siring Piere Tendean Kota Banjarmasin bersama berbagai komunitas dan organisasi di Banjarmasin. Setelah itu mereka berdiskusi dengan Forum Komunikasi Komunitas Kota Banjarmasin.

28

TurunTangan Kendari

Setiap selesai perayaan, sampah berserakan di sekitaran Tugu Religi Sulawesi Tenggara. Inilah yang menjadi problem yang tidak disadari masyarakat. Untuk itu, TurunTangan Kendari melakukan aksi bersih-bersih di tugu ini setelah upacara 17an. Mereka dibantu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo dan beberapa pelajar SMA Kendari. Relawan di Kendari juga mengajak mahasiswa dan pelajar untuk berdiskusi dan mengikuti lomba bola gotong. Di akhir kegiatan, para relawan menyerahkan hadiah, sertifikat dan Kabar Relawan kepada pemenang.

23

TurunTangan Ambon

Relawan-relawan Ambon sangat bersemangat melaksanakan upacara pengibaran bendera di kawasan Instalasi Pembuangan Sampah Terpadu (IPST), Kota Ambon, Maluku. Momen 17 Agustus digunakan relawan untuk refleksi kemerdekaan bersama warga. Selain itu mereka juga mengadakan kegiatan story telling dan berbagai lomba 17-an.

 

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]