Home Kabar Terbaru Cimahi Memilih, Gerakan Kolaboratif Pemuda Tingkatkan Partisipasi Politik

460

Kota Cimahi, Jawa Barat telah melewati beberapa kali pemilu. Mulai dari pemilihan tingkat kota hingga provinsi, pemilihan presiden dan legislatif. Namun, pendidikan politik di Kota Cimahi belum optimal, dibuktikan dengan tingkat partisipasi pemilu di kota ini yang semakin menurun dari tahun ke tahun.

Komisi Pemilihan Umum merilis partisipasi pemilih pada Pilkada 2012 menurun sebesar 3, 53 persen, dari 73, 59 persen pada 2007 menjadi 70, 6 persen pada 2012.

Partisipasi pemilu merupakan salah satu bagian dari partisipasi politik, salah satu indikatornya adalah jumlah partisipan dalam pemilu itu sendiri. Penurunan partisipasi di Kota Cimahi mencerminkan tingkat pendidikan politik masyarakat yang rendah. Pendidikan politik masih bersifat parsial dan temporal. Ketika pemilu masyarakat di edukasi, di luar masa itu, tidak.

Kesuksesan Pilkada adalah tanggung jawab KPUD atau pemerintah, tetapi peran serta masyarakat sangat diperlukan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 5 tahun 2015 tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Pendidikan politik harus disosialisasikan secara tuntas kepada masyarakat agar mereka dapat berpartipasi dalam pemilu secara cerdas dan bertanggung jawab. Untuk mencapai itu dibutuhkan gerakan kolaboratif berbagai pihak, khususnya pemuda.

Sekumpulan pemuda Cimahi yang tergabung dalam Komunitas TurunTangan Bandung peduli dengan fenomena tersebut. Mereka berinisiatif membuat gerakan untuk meningkatkan kembali awaraness pemilih terutama pemilih pemula di Cimahi agar berperan aktif dalam pengawalan, pencerdasan dan pemilihan walikota Cimahi. Gerakan ini diberi nama Cimahi Memilih.

Visi Cimahi Memilih adalah meningkatkan partisipasi pemilu bagi pemuda di Kota Cimahi dan terpilihnya pemimpin Cimahi terbaik dari proses pemilihan yang berlangsung dengan baik. “Misi kami adalah kolaborasi, koordinasi, informasi, edukasi, kajian, dan kawal,” papar Project Leader Cimahi Memilih Risma Damayanti.

Cimahi Memilih akan berkolaborasi dengan himpunan mahasiswa perguruann tinggi di Cimahi dan komunitas, organisasi masyarakat, NGO (Non Government Organization), stakeholder dan pemerintah. Bentuk kegiatannya ada lima yakni kenal kandidat, cerdas memilih, dialog terbuka, Cimahi goes to school, dan festival Cimahi Memilih.

Kenal kandidat yaitu suatu program yang bertujuan mengenalkan secara lebih awal dan lebih dalam sosok calon pemimpin Kota Cimahi kepada masyarakat. Caranya dengan memberikan informasi gmelalui media sosial berupa infografis trackrecord dan prestasi mengenai calon walikota.

Cerdas memilih merupakan program yang bertujuan membentuk kesadaran dalam diri masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dan mewujudkan pemilihan walikota bersih. Sama seperti kenal kandidat, dengan memberikan informasi melalui media sosial berupa infografis mengenai pentingnya memilih pemimpin.

Dialog terbuka akan mempertemukan para calon pemimpin dengan masyarakat agar dapat saling bertukar pikiran dengan melakukan dialog secara langsung dan terbuka dengan masyarakat.

Cimahi goes to school adalah program yang bertujuan memberikan pendidikan politik bagi remaja dan mensosialisasikan tentang seluruh kegiatan pemilu, seperti memperkenalkan calon beserta visi misinya, cara dan waktu pemilihan.

Festival Cimahi Memilih  akan menyemarakan pemilu dengan pesta demokrasi. Beragam acara menarik seperti konser band, pameran komunitas dan hobi.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap dapat mengunjungi instagram @cimahimemilih, facebook Cimahi Memilih dan line @ilk0782o atau bisa menghubungi langsung Project Leader Cimahi Memilih Risma di 08562251636. “Bersiap memperbaiki keadaan, tapi bersiap pula untuk melihat bahwa perbaikan itu tidak sempurna dan ikhtiar tidak akan pernah selesai. Come and join us!” tutup Risma.

 

Yus bergabung dengan TurunTangan sejak 2013. Sarjana Matematika lulusan Universitas Lampung ini memiliki minat besar di bidang jurnalistik dan sempat bekerja di salah satu media lokal di Lampung sebagai jurnalis. Untuk itu ia dipercaya menjadi Staf Hubungan Masyarakat dan mengelola buletin TurunTangan, Kabar Relawan.

Komentar