Home Ayo Bergerak! Indonesia Darurat Sampah, Ayo Turun Tangan!

434

Indonesia sedang mengalami darurat sampah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Komunitas Peduli Lingkungan Greeneration, Indonesia menghasilkan sampah rumah tangga tak kurang dari 175.000 ton per hari. Sebagian sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) dan laut karena  masyarakat dan pemerintah belum mampu mengolahnya dengan baik.

Mayoritas sampah yang terbuang di lautan adalah sampah plastik. Hasil riset Jenna R Jambeck di www.sciencemag.org pada 12 Februari 2015 menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam dan Sri Langka.

Dalam riset tersebut, Indonesia disebut bertanggung jawab atas 3,2 juta ton sampah plastik yang mengambang di lautan. Biota laut, seperti plankton, ikan, dan burung-burung laut, bisa saja mengonsumsi sampah plastik itu. Padahal banyak orang Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari laut dan hasilnya. Jika ini terus menerus dibiarkan terjadi maka ancamannya adalah manusia itu sendiri. Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam pastik mengurai dalam tubuh biota laut. Ketika masuk ke dalam tubuh manusia tentu dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Kerugian lain yang terjadi akibat sampah bagi manusia pernah melanda Indonesia pada 21 Februari 2005. Tumpukan sampah longsor dan menghapus dua kampung di daerah Bandung dari peta. Kampung Cilimus dan Kampung Pojok tertimbung sampah yang berasal dari TPA Leuwi Gajah. Sekitar 157 orang terkubur dan ratusan keluarga kehilangan harta benda. Maka, untuk mengingatkan masyarakat akan bahayanya sampah, Kementrian Lingkungan Hidup menetapkan 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Menyongsong HPSN, TurunTangan mengajak anak muda di seluruh Indonesia untuk mengatasi permasalahan sampah di daerahnya masing-masing. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti bersih-bersih lingkungan sekitar, memilah sampah organik dan anorganik, melakukan penyuluhan pengelolaan sampah yang baik kepada masyarakat, dan lain-lain.

Saat ini, sudah ada enam komunitas TurunTangan yang akan melakukan aksi sosial:  TurunTangan Lhokseumawe, Pidie, Langsa, dan Subulussalam dengan aksi bersih-bersih “Cleaning City”, TurunTangan Jakarta berkolaborasi dengan Rumah Belajar Rawamangun dan Komunitas Dongeng Indonesia akan membagikan tong sampah kepada warga Rawamangun Jakarta Timur, dan TurunTangan Bandung membuat prakarya dari sampah bareng anak-anak rumah susun.

Kamu bisa menginisiasi gerakan baru, menduplikasi gerakan yang sudah ada atau bergerak bersama relawan TurunTangan di enam daerah tersebut. Rangkul kanan kirimu, ajak mereka turun tangan menyelamatkan bumi  untuk masa depan yang lebih baik. Informasi lebih lanjut bisa kontak kami melalui email relawan@turuntangan.org.

Pejuang, bukan? Hadapi!

Yus bergabung dengan TurunTangan sejak 2013. Sarjana Matematika lulusan Universitas Lampung ini memiliki minat besar di bidang jurnalistik dan sempat bekerja di salah satu media lokal di Lampung sebagai jurnalis. Untuk itu ia dipercaya menjadi Staf Hubungan Masyarakat dan mengelola buletin TurunTangan, Kabar Relawan.

Komentar