Home Profil Relawan Muhammad Arkan Risadian, Melunasi Janji Kemerdekaan Lewat Animasi

442

Kabar Relawan edisi lalu mendapat pujian dari pembaca. “Design Kabar Relawannya bagus”, begitu kata mereka. Media Sosial TurunTangan pun tak luput dari komentar positif. Sejumlah poster dan video dengan karakter kartun lucu dan unik meramaikan facebook, instagram, line, dan youtube TurunTangan akhir-akhir ini. Ratusan akun juga memberikan like lantaran poster dan video yang diunggah itu dinilai kreatif dan menggugah.

“Majalahnya bagus. Tapi layout-nya masih belum nyaman dibaca,” ujar Muhammad Arkan Risadian, di Rumah Relawan TurunTangan, Jalan Aup Barat 2 No. 24 Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/8). Sambil membaca e-magazine karya salah satu komunitas di Indonesia, designer muda lulusan International Design School (IDS) Jakarta itu berceloteh lagi, “Layout majalah yang bagus itu yang ada tempat buat mata istirahat. Enggak banyak teks dan gambar maksudnya. Ini ramai sekali.”

Arkan – panggilan akrabnya – adalah orang di balik cerita sukses Kabar Relawan dan media sosial itu. Dia baru dua bulan bergabung dengan TurunTangan, tapi karyanya tak dapat diragukan. Hari itu dia mendapat tugas me-layout Kabar Relawan edisi Agustus. Seniornya di divisi Hubungan Masyarakat menyodorkan e-magazine sebagai contoh. Alih-alih agar Arkan terinspirasi, ternyata design-nya tak cukup baik untuk ditiru.

“Saya sok tahu saja sih. Karena baru pertama kali layout majalah di TurunTangan,” kata Arkan tertawa – merendah. “Kemarin sebelum me-layout observasi dulu sama Kabar Relawan yang sebelumnya. Kok enggak enak dibaca ya? Ternyata banyak teksnya, persis seperti e-magazine tadi.”

Dua jam sebelum itu, Arkan baru saja mempersentasikan video animasi #turuntangan17an kepada pengurus TurunTangan pusat. Video itu berdurasi 1 menit 90 detik dan mengajak generasi muda memaknai kemerdekaan dengan cara melunasi janji kemerdekaan. Tepuk tangan dan sorak sorai membuat ruang 3 x 4 meter itu terdengar gaduh. Mereka terpukau dan senang. “TurunTangan bangkit lagi,” celetuk salah satu pengurus.

Di IDS, pria kelahiran Yogyakarta, 28 november 1993 ini mengambil jurusan Digital Animation. Wajar jika mayoritas karyanya berupa kartun dengan karakter yang sangat khas. Tokoh-tokoh kartun seperti Batman, Dragon Ball, Doraemon, Power Rangers dan Scoobydoo adalah inspirasinya selama ini. “Kartun sewaktu kecil saya tonton semua. Malah saya punya koleksi komik Dragon Ball lengkap di rumah.”

Sejak kecil, Arkan suka menggambar. Hobi itu menjadi cara untuk menyalurkan ekspresi dan pendapat. “Alasan masuk Digital Animation simpel. Ingin karakter yang saya buat bisa gerak.”

Setelah lulus, ia kemudian bekerja di perusahaan televisi swasta. Merasa jenuh ia memutuskan resign dan menerima tawaran bekerja di TurunTangan. Menurutnya ada perbedaan bekerja di perusahaan dan organisasi masyarakat. Bekerja di organisasi lebih merdeka ketika berkarya dibanding perusahaan yang biasanya sudah ada rule-nya. “Di sini (TurunTangan) diberi kesempatan dan dukungan kalau membuat sesuatu, contohnya video animasi tadi.”

Dengan keterampilan dan minat yang dimiliki, Arkan ingin membuat TurunTangan menjadi bank ide bagi anak-anak muda di Indonesia untuk memecahkan masalah di daerahnya. Caranya dengan mengemas TurunTangan menarik secara visual dan konten. “Harapan awal kalau saya ditanya kerja di mana dan saya jawab TurunTangan, orang langsung respon “Oooh… Yang menginisiasi project keren-keren itu ya?” tutupnya.

 

Yus bergabung dengan TurunTangan sejak 2013. Sarjana Matematika lulusan Universitas Lampung ini memiliki minat besar di bidang jurnalistik dan sempat bekerja di salah satu media lokal di Lampung sebagai jurnalis. Untuk itu ia dipercaya menjadi Staf Hubungan Masyarakat dan mengelola buletin TurunTangan, Kabar Relawan.

Komentar