Home Artikel Populer Saya Siap Turun Tangan, Kamu?

“Jika selama ini kita menganggap politik itu kotor, akankah kita tetap diam dan membiarkan negara ini diurus oleh para politikus kotor? Karena itu, mari kita Turun Tangan!”

Setidaknya, itulah sepenggal alasan mengapa saya ikut Turun Tangan mendukung Anies Baswedan untuk memenangi konvensi Partai Demokrat dan diusung sebagai Capres 2014 nanti. Kesiapan dan keyakinan beliau untuk memenuhi undangan konvensi ini adalah sebuah niat baik yang patut diapresiasi dan didukung sepenuh hati.

Bagi seorang intelektual muda yang namanya sedang “naik daun” di negeri ini, keputusan untuk terjun ke dunia politik bukanlah sebuah keputusan populis, justru cenderung berakibat buruk bagi citra diri dan popularitas yang bersangkutan. Tapi, bagi seorang Anies Baswedan, justru bukan jalan yang penuh puja puji itu yang ia gemari, namun sebaliknya, ia lebih memilih jalan terjal yang butuh perjuangan demi sebuah kebenaran yang hakiki. Itulah mengapa, ketika saya mendengar niat baik beliau untuk ikut melunasi janji kemerdekaan ini, saya menyatakan siap Turun Tangan untuk ikut memperjuangkan kebenaran dan melunasi janji kemerdekaan.

Bagi saya pribadi, sosok Anies Baswedan telah berhasil mengembalikan kepercayaan saya pada dunia politik. Sebagai generasi muda yang hidup di tengah hiruk pikuk persoalan bangsa, saya semakin apatis dan pesimis pada kondisi politik negeri ini. Apalagi, semasa kuliah, saya cukup aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan dan bersentuhan dengan dunia politik dan pemerintahan. Semakin saya mendalami, semakin gusar dan bahkan menimbulkan rasa benci di hati.

Hal ini semakin menjadi-jadi ketika saya menjalani kegiatan magang sebagai seorang wartawan junior pada sebuah koran nasional. Sebagai seorang wartawan, saya tentu memiliki akses lebih banyak pada dunia politik dan pemerintahan. Saat itulah, saya semakin banyak mengetahui ‘sisi kelam’ dari politik, birokrasi, dan elemen pemerintahan lainnya. Hal ini membuat saya semakin antipati pada dunia birokrasi pemerintahan bahkan pada sistem politik yang berlaku di negeri ini.

Akan tetapi, setelah mengikuti dialog, diskusi, dan juga obrolan santai dengan Bapak Anies Baswedan, saya mulai menyadari kembali esensi makna politik yang sebenarnya. Memang, kita tidak bisa pungkiri bahwa terlalu banyak kesalahan dan wajah kelam politik negeri ini. Tapi kita juga tidak bisa menampik bahwa masih banyak orang baik yang mau terlibat dalam lingkaran politik itu. Karena itulah, kita harus ikut Turun Tangan untuk memperjuangkan orang-orang baik itu. Karena bagaimanapun, ketika kita semakin menghindari politik, maka para politisi busuk itu akan semakin mudah mengotori bangsa ini. Dan, itulah yang mereka kehendaki! Mereka ingin kita tidak peduli dan membiarkan politik menjadi arena kuasa mereka sendiri. Maka, ketika ada orang baik yang hendak terlibat, beramai-ramai mereka, para politisi busuk itu, menyerang dan menggunakan segala cara untuk menghadang si orang baik ini.

Karena itulah, saya percaya akan integritas Bapak Anies Baswedan untuk terjun dalam dunia politik saat ini. Beliau bukanlah malaikat atau pahlawan sok jagoan yang ingin maju sendiri dan berjuang seorang diri. Bukan! Anies Baswedan bukanlah tipikal orang seperti itu. Karena itulah, ia mengajak kita semua untuk ikut Turun Tangan membenahi persoalan bangsa ini. Majunya Anies Baswedan adalah sebuah momentum bagi kita untuk bersama-sama peduli bagi nasib bangsa ini. Harapan itu masih ada dan akan bisa kita raih kalau kita semua mau Turun Tangan, bukan sekedar Urun Angan!

Mahasiswa Pasca Sarjana sebuah Sekolah Tinggi Swasta di Jakarta. Saya ikut Turun Tangan, bukan sekedar Urun Angan!

Komentar