Home Tags Posts tagged with "kartini turuntangan"

46

Bagi yang mengikuti Gathering Nasional (Gathnas) TurunTangan 2017 di Banjarmasin, pasti tak asing dengan perempuan satu ini. Dia adalah Latifah Hanim Lubis, koordinator TurunTangan Binjai yang sempat mendapatkan gelar Galuh di Gathnas TurunTangan 2017 lalu.

Siapa sangka di balik tingkahnya yang konyol, Hanim – begitu ia disapa – adalah pendiri gerakan TurunTangan Binjai. Keprihatinannya terhadap anak-anak muda Binjai yang dinilainya pasif, membuatnya tergerak untuk mendirikan TurunTangan Binjai pada 28 Oktober 2016. Hanim menilai TurunTangan adalah gerakan positif, baik, dan tempat untuk mengajak orang banyak terlibat aktif dalam sebuah perubahan.

Sebelum di gerakan TurunTangan, Hanim sudah berkecimpung di kegiatan sosial. Kurang lebih 12 tahun lamanya. Ia sangat concern dengan masalah pendidikan, kesehatan dan perempuan. Maka, di bawah kepemimpinannya, TurunTangan Binjai sangat gencar melakukan edukasi deteksi dini penyakit kanker serta pelatihan menggosok gigi dan cuci tangan yang baik. Di pendidikan, TurunTangan Binjai pernah melaksanakan kegiatan Passioniversity yaitu kelas untuk membangun minat dan bakat anak-anak serta pernah menggelar Pagelaran Seni (Peran) Binjai 2017.

Hanim juga pernah menggagas project Creative Women yaitu pelatihan bagi perempuan untuk menjadi ibu hebat bagi anak-anaknya. “Pelatihan ini, sebelumnya diperuntukkan bagi ibu-ibu kelurahan dan sekarang beranjak ke ibu-ibu wali murid di salah satu SD,” ujar perempuan yang saat ini memiliki kesibukan menjadi seorang istri dan mengelola panti rehabilitasi narkoba di bawah Kementrian Sosial (Kemensos).

Untuk project yang dijalankan di sekolah tersebut telah di jalankan pada awal tahun ajaran baru 2018. Para relawan memberikan pemahaman kepada orang tua murid tentang pola asuh yang sesuai dengan fase perkembangan setiap anak. Selain itu, project  ini juga memberikan metode komunikasi kreatif yang bisa dibangun dalam keluarga dan membangun kreativitas entrepreneur buat si ibu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mandiri.

Hanim menjelaskan alasannya kenapa sekolah yang dipilih. Menurutnya jika pelaksanaanya dilakukan di sekolah dapat memudahkan mereka dalam menghimpun orang tua melalui komunitas komite sekolah. Dengan adanya kekuatan instruksi arahan dari Kepala Sekolah, memudahkan dalam mengundang ibu-ibu wali murid untuk hadir dan berkumpul. “Project ini kedepannya akan menjadi program sekolah yang berkelanjutan,” katanya.

Di Hari Kartini ini, Hanim berpesan kepada semua perempuan Indonesia untuk menyudahi sikap ‘powerless’ atas label ketidakberdayaan gender perempuan, karena perempuan enggak melulu soal lemah hati namun sudah saatnya berkarya!

56

Keprihatinan terhadap kondisi anak-anak di daerah tempat tinggalnya yang terjerat narkoba, tawuran dan free sex , menggerakkan Fenty Asnath mendirikan Rumah Belajar Rawamangun (Rumbelraw). Berbekal ilmu yang ia dapat ketika mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, Fenty memulai misinya menjauhkan anak-anak dari aktivitas negatif tersebut dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih positif.

“Aku pernah aktif di Rumah Belajar di daerah Kalibata. Setiap hendak ke sana, anak-anak di sekitar rumah menyapaku. Mereka hanya sibuk bermain. Aku bertanya pada diri sendiri, apa ini adil? Aku kontribusi di tempat lain padahal anak-anak di sini perlu dibantu,” papar perempuan berdarah Ambon yang resmi menjadi relawan TurunTangan pada 2014 ini.

Suatu hari Fenty membaca informasi program Muda Membangun di laman TurunTangan.org. Ia kemudan tertarik dan menyampaikan idenya mendirikan rumah belajar bagi anak-anak Rawamangun. Kala itu, Darul Syahdanul sebagai project leader Muda Membangun menyarankan Fenty berbicara kepada ketua RT, RW dan warga. Ternyata mereka mendukung niat baik ini, bahkan memberikan tempat untuk kegiatan belajar mengajar Rumbelraw.

Rumah belajar yang terletak di Gang Pemuda 3A, Rawamangun, Jakarta Timur itu, kini telah berusia empat tahun. Bahkan telah memiliki puluhan relawan pengajar dan ratusan murid yang menorehkan prestasi. Dua bulan lalu, anak-anak Rumbelraw memborong piala pada perlombaan yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerja sama dengan USDOJ/ICITAP Indonesia pada kegiatan “Perlindungan Anak dan Masalah Sosial”.

Fenty telah memberikan contoh, lewat impian yang sederhana, perempuan bisa menyalakan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Untuk itu, ia berpesan kepada perempuan-perempuan Indonesia untuk terus bermimpi, belajar dan bertanggung jawab sehingga bisa melahirkan generasi Indonesia yang hebat.

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]