Home Tags Posts tagged with "turun tangan"

890

Sekarang ini, sistem politik hampir semua negara adalah sistem demokrasi yang merupakan titik terbaik dan terstabil dari suatu sistem pemerintahan. Setiap individu memiliki hak untuk menentukkan pemimpin yang akan mengatur masa depan negaranya dan setiap individu juga memiliki hak untuk memberikan aspirasinya ke pemerintah yang berkuasa. Oleh karena itu, demokrasi adalah sistem politik kerakyatan dan tanpa adanya patisipasi rakyat, demokrasi tidak akan berjalan dengan baik.

Masyarakat sebagai penggerak jalannya demokrasi tentunya harus sadar akan hak istimewa yang mereka miliki, khususnya kaum muda yang merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Sikap pasif kaum muda akan menjadi suatu proses pelemahan demokrasi, karena kaum muda merupakan individu yang sangat kritis dalam menganalisis regulasi dan peka akan pemimpin yang tepat untuk kemajuan negaranya. Generasi muda pun merupakan penerus bangsa memang dituntut untuk aktif dalam kehidupan sosial dan politik. UNDP (United Nations Development Programme) pun menguatkan pendapat ini, mereka memandang bahwa anak muda menjadi pasukan positif dalam perubahan sosial transformatif, sehingga partisipasi anak muda dalam kehidupan politik patut diperhitungkan, bukan hanya masuk hitungan (dalam Enhancing Youth Political Participation Throughout The Electoral Cycle, UNDP, 2012).

Namun, fenomena yang muncul pada saat ini adalah minat akan tema politik di antara anak-anak muda tampak tidak terlalu disukai. Berdasarkan laporan Lembaga Survei Indonesia pada tahun 2012, ketertarikan anak muda Indonesia akan persoalan politik hanya berkisar 21 % dari 64 % potensi generasi muda. Hal ini terjadi mungkin dikarenakan turunnya kepercayaan masyarakat akan politisi-politisi yang merupakan perwakilan rakyat, sehingga mereka menjadikan tema politik sebagai prioritas tak utama, dibawah masalah kesejahteraan, pekerjaan, kesehatan dan prioritas-prioritas lainnya. Sesungguhnya prioritas-prioritas tersebut sebenarnya diatur dan ditentukan oleh masalah politik bangsa dan negara.

Lalu sebenarnya apa makna politik yang dapat mengatur harkat dan martabat masyarakat suatu negara? Menurut artikel online http://www.kindersache.de, politik tidak hanya berkaitan erat dengan para politisi-politisi, tetapi masyarakat pun menentukan. Semua hal yang tidak terjadi di dalam rumah merupakan politik. Jadi semua hal yang terjadi di masyarakat umum pasti diatur oleh politik, contohnya tempat bermain, lalu lintas, sekolah, dan tempat umum lainnya. Berdasarkan etimologinya, Kata “politik” berasal dari bahasa Yunani, yakni polis atau kota dan memiliki makna, yakni hak seluruh masyarakat suatu kota dalam menentukkan takdir di masa yang akan datang.

Kemudian sebagai generasi muda kontribusi seperti apa yang dapat kita lakukan disamping memberikan suara untuk pemimpin yang tepat. Berdasarkan studi yang dilakukan Yayasan Friedrich Ebert atau Fredrich Ebert Stiftung (FES) bekerjasama dengan Deutschen Jugend-Institut (DJI), kontribusi generasi muda di Jerman menurut Johann de Rijke terdiri dari dua, yaitu partisipasi konvensional dan tidak konventional. Bekerja dan aktif dalam partai, serikat pekerja dan organisasi pemuda (kerelawanan) merupakan hal yang termasuk ke dalam partisipasi konvensional. Di samping itu, contoh dari partisipasi tidak konvensional adalah keikutsertaan dalam demonstrasi, petisi dan juga media sosial, seperti  diskusi-diskusi online atau aksi protes media sosial. Kedua kriteria partisipasi tersebut berdasarkan studi dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni ketidakmampuan seseorang, karena tidak memiliki waktu, uang atau kompetensi yang memadai, ketidakinginan karena tidak adanya motivasi serta pandangan yang sesuai, serta tidak adanya dorongan dari luar untuk aktif dalam kehidupan sosial politik.

Faktor-faktor penentu partisipasi politik menunjukkan bahwa selain alasan dan motivasi dalam diri anak muda untuk berkontribusi, terdapat juga faktor dorongan luar yang juga penting. Ketidakmampuan dan ketidakinginan dapat berubah menjadi kemampuan dan keinginan yang berpotensi, jika anak muda paham pentingnya dan berharganya kontribusi mereka dalam proses perkembangan demokrasi Indonesia. Pasti suatu awal akan diawali dari perubahan dalam dirinya. Pada proses perubahan ini, faktor luar menjadi penentu dan juga sarana dalam memahami dan menampung ide dan gagasan yang berharga untuk pembangunan Negara. Pemerintah pun telah mengambil beberapa kebijakan untuk mendorong anak muda agar nantinya aktif dalam perkembangan politik, seperti kegiatan edukasi di sekolah melalui mata pelajaran kewarganegaraan atau kegiatan kunjungan ke beberapa institusi pemerintahan. Sayangnya, setelah kegiatan belajar-mengajar, ketertarikan anak muda akan terkikis oleh rutinitas, kepentingan sendiri dan gaya hidup. Pada kasus ini, peran gerakan edukasi menjadi penting untuk mengajak aktif dalam berpolitik dan sharing gagasan. Saat ini, gerakan edukasi politik di Indonesia masih terbilang kurang dibandingkan jumlah anak muda yang ingin memahami dan ikut aktif dalam kegiatan politik.

Untuk menyadarkan anak muda mengenai hak istimewa dan manfaat dari pengetahuan politik, Turun Tangan di bulan April ini mengadakan kegiatan diskusi yang terbuka untuk kamu, seluruh generasi muda baik yang masih bersekolah, kuliah atau sudah bekerja, yang ingin menjadi pemimpin dan penggerak untuk Indonesia. Dengan tema ”Ready to Get Political — Why Is It Matters for the Youth?”, segala pertanyaan dan perspektif kamu akan berubah mengenai hal yang berkaitan dengan politik. Kegiatan diskusi ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 April 2017 Pukul 10.00-13.00 WIB di  QLUE Headquarter, Jakarta Selatan dan dihadiri oleh tokoh-tokoh yang berkompeten di bidangnya seperti Founder Limitless dan Pegiat Pendidikan Rene Suhardono.

Acara diskusi ini adalah acara kita semua sebagai generasi muda. Untuk itu mari kita sadari pentingnya hak dan kontribusi kita terhadap bangsa dan negara. Tidak ada kata “tunggu” untuk suatu perubahan baik! #GenerasiMelekPolitik, Progressively Move!

303

Nama TurunTangan sebenarnya merupakan ajakan kepada mereka semua yang percaya akan nilai/semangat ambil bagian untuk menciptakan dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya. Namun memang selama ini saat kita bicara mengenai dampak nyata, yang ada di benak kita selalu berbicara masalah-masalah yang besar dan makro ketimbang berbicara masalah yang sederhana dan mengena langsung di masyarakat.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana sih caranya kita untuk TurunTangan langsung tanpa perlu menunggu-nunggu orang banyak, atau dalam istilah TurunTangan bagaimana caranya kita buat project sosial sederhana?

Lihat Masalah Disekitarmu

Sebelum memulai sesuatu hal tentunya kita harus melihat dan mencari tahu terlebih dahulu ada masalah apa disekitar kita? Caranya dengan bertanya dengan anggota keluarga, teman sebaya, ataupun mungkin tokoh masyarakat seperti RT/RW di sekitar lingkungan rumahmu, catatkan semua insight yang kamu dapatkan dan kumpulkan menjadi poin-poin utama yang mungkin dapat kamu selesaikan. Dari pengetahuan kita terhadap masalah inilah seringkali muncul ide-ide yang dapat menjadi solusi dan berbuah menjadi sebuah project sederhana.

Mulai dengan yang Paling Sederhana

Setelah kamu memiliki daftar masalah di lingkungan sekitar, coba kamu cari masalah apa yang paling sederhana dan mungkin cukup kamu seorang saja masalah itu sebenarnya bisa diselesaikan, dari masalah paling sederhana inilah biasanya kita mulai bisa memetakan solusi-solusi apa saja sih yang sebenarnya dibutuhkan? Atau peran apa saja yang sebenarnya dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Catatkan idemu dan jangan sampai menguap begitu saja!

Atur Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat menjadi hal yang paling penting! Kenapa? Karena project yang kamu inisiasi akan berjalan sukses jika diadakan di tempat yang tepat dalam waktu yang pas. Mengatur waktu juga akan membuat kamu dapat bersiap-siap terlebih dahulu.

Ajak Orang di Sekitarmu untuk Bergerak

Rangkul kanan dan kirimu. Kenapa? Karena bergerak sendirian itu kadang kurang asyik. Yakinlah bahwa orang-orang disekitar mu akan tertarik untuk bergabung dengan project yang kamu inisiasi, jangan pernah ragu untuk bercerita mengenai gagasan dan project yang akan kamu lakukan, karena dari berbagi cerita inilah akan menemukan banyak masukan dan atau mungkin menemukan makin banyak orang yang ingin terlibat.

Pelajaran penting untuk membuat kamu berhasil menginisiasi dan menjalankan project-mu adalah jangan pernah menyerah meskipun pada akhirnya hanya kamu seorang yang bergerak, teruslah bergerak dan sebarkan kabar baiknya, karena pada akhirnya orang lain akan membaca ceritamu dan ikut tergerakan.

 

 

360

Khalisa Qairen Sakhi (1) asal Bireun, sudah berbulan-bulan tergolek lemah. Benjolan sebesar bola tenis di mata kanannya membuatnya lebih banyak diam karena membatasi pergerakannya.

Anak pasangan Abu Bakar dan Sri Wahyuni ini divonis menginap kanker mata oleh dokter 10 bulan lalu. Awalnya mata memerah, terjadi pembengkakan dan semakin membesar. Kini sel-sel kanker itu telah menjalar ke otak, sehingga dokter menyatakan penyakit Khalisa sudah sulit untuk di sembuhkan.

Meskipun begitu, kedua orang tua Khalisa tetap optimis. Anaknya masih bisa sembuh. Mereka membawa Khalisa ke Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital Medan untuk menjalani pengobatan.

Tahun lalu, pengobatan Khalisa ditanggung oleh sebuah yayasan budha. Sempat membaik, tetapi akhir tahun lalu kambuh lagi dan langsung mengganas dua kali lipat.

Saat ini, satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan adalah kemoterapi. Seperti yang diketahui biaya untuk sekali kemo cukup besar. Sehingga Khalisa membutuhkan bantuan kita semua.

Sepupu Khalisa merupakan relawan TurunTangan Binjai. Mengetahui hal tersebut, TurunTangan Binjai tergerak membantu Khalisa dengan membuka donasi dan sampai sekarang masih dibuka. “Kanker bukan penyakit seperti demam yang sekali berobat bisa sembuh. Butuh banyak biaya jadi tidak bisa hanya sekali bikin penggalangan dana lalu selesai. Jadi tidak akan berhenti sampai ada vonis Khalisa sembuh,” ujar Koordinator TurunTangan Binjai, Latifah Hanim Lubis.

Menurut Hanim, beberapa relawan TurunTangan Binjai adalah pendamping anak-anak penderita kanker. Sehingga tak hanya membuka donasi, mereka pun sering menjenguk Khalisa di rumah sakit. “Dokter bilang Khalisa sulit disembuhkan. Tapi orang tuanya tetap berusaha. Siapa yang tega membiarkan semangat orang tua yang punya ikhtiar sebesar itu,” ujarnya.

Hanim melanjutkan, sejak lima tahun mendampingi anak-anak penderita kanker, banyak penderita yang meninggal dunia karena usaha yang dilakukan belum maksimal. Banyak orang tua yang langsung pasrah padahal anak-anak juga punya hak untuk diperjuangkan. “Bertemu dengan orang tua Khalisa yang berjuang seperti ini, membuat kami tergerak untuk berjuang juga,” kata Hanim.

Bagi yang tergerak ingin membantu Khalisa dapat menyalurkan bantuan ke rekening Mandiri Syariah 7710203037 atas nama Sara Desfi Siregar. Untuk perkembangan kesehatan Khalisa dapat dilihat di instagram @turuntangan_binjai.

 

Ayo #JadiRelawanTT

Caranya adalah :

  1. Isi Form bit.ly/JadiRelawanTT –> Setelah mengisi email di link ini, Kamu akan mendapatkan Profile TurunTangan.
  2. Daftar di http://www.turuntangan.org/daftar. Dalam tautan ini, Kamu perlu mengisi form yang cukup banyak, jadi sediakan waktu yang agak panjang untuk mendaftar ya.
  3. Cari komunitas TurunTangan di daerahmu. Ikut bergabung bersama mereka untuk bergerak. Jika daerahmu belum ada Komunitas TurunTangan di daerahmu. Kamu dan teman-temanmu bisa jadi pendirinya. Tata Caranya klik di tautan di sini
  4. Ikuti Project yang ada di bawah TurunTangan atau bisa juga inisiasi project serupa di Project TurunTangan
  5. Jangan lupa untuk Ikuti akun media sosial TurunTangan. Twitter,Instagram : @turuntangan . Facebook di http://facebook.com/TurunTanganorg

jadirelawan-01

 

Ayo jadi Relawan !!

 

Ayo #BikinKomunitasTT

Untuk mendirikan Komunitas TurunTangan, tata caranya adalah :

  1. Cari minimal 5 orang yang bersepakat untuk mendirikan TurunTangan
  2. Buat media sosial komunitas mu, (Twitter, Facebook, Instagram) dengan username : turuntangan_(Kota/Kab)
  3. Buat Kegiatan Sederhana sebagai peringatan hari lahir komunitasmu
  4. Mention Akun TurunTangan pusat dan kirim dokumentasi ke relawan@turuntangan.org

Jangan lupa untuk daftarkan dirimu dan teman-temanmu di http://bit.ly/JadiRelawanTT

 

bikinkomunitas-02

Minggu terakhir di bulan April adalah waktu paling sibuk tapi membahagiakan bagi kami, keluarga relawan Turun Tangan Jogja. Jum’at (26/4), kami berombongan menghadiri acara Mata Najwa on Stage di GSP UGM. Setelah malam sebelumnya sibuk dengan bedah buku “Melunasi Janji Kemerdekaan” yg dihadiri lebih dari seratus orang, padahal persiapannya hanya dua hari. Pagi itu, ada dua hal yg kurasakan. Lelah fisik, tapi batinnya bahagia luar biasa. Kehadiran Pak Anies di Jogja jelas memberikan suntikan semangat bagi kami.

Kami siap #MerahkanGSP!

Pukul 08.30 WIB, sesampainya aku di GSP UGM, selain relawan turun tangan Jogjaa, ada relawan dari Bandung dan Klaten yang sudah standby. Untuk kesekian kalinya, hatiku dibuat bergetar. Asli, anak-anak turun tangan betul-betul pejuang.

Kami berkumpul di satu titik setelah sebelumnya bersepakat mengenakan kaos turun tangan untuk menghadiri acara ini.

Lokasi mulai ramai, dan kami ikut bergabung bersama para peserta yg menunggu pintu ruangan di buka.

Kami bahkan beberapa kali ngobrol dengan bapak-bapak di sana.
“Tim suksesnya Anies Baswedan, Mbak?” Tanya beliau.
“Kami berjuang bukan untuk Pak Anies saja kok, Pak.” Kupamerkan senyum termanisku. Beliau nampak kaget mendengar jawabanku.
“Kami berjuang, bersama Pak Anies, untuk Indonesia.” Lanjutku. Dan beliau tersenyum sumringah sambil menganggukkan kepala.

Tidak semua relawan turun tangan Jogja dapat berkumpul sejak pagi. Beberapa relawan juga harus turun tangan di tempat lain, kampus dan kantor. Lagi-lagi ini membuatku merinding bangga.

Setelah menunggu hingga siang dan melawan teriknya matahari, kami akhirnya bisa masuk. Dan yang lebih bahagianya lagi, rasa lelah menunggu di lokasi sejak pagi itu, rasanya hilang setelah kami bisa masuk ruangan, dan….., duduk di depan.

Barisan depan penuh dengan warna merah dari rombongan turun tangan.

Para narasumber yang hadir di acara tersebut merupakan bagian dari orang baik yang harus di dukung. Kang Emil, Pak Mahfud MD, Pak CT, dan Sri Sultan, dan tentunya Pak Anies Baswedan merupakan sosok pejuang masa kini.

Kata demi kata yang beliau-beliau lontarkan semakin membuat semangat kami bergelora.

Pak Anies, dengan senyum khasnya, menyapa kami dari atas panggung. Semua perkataa beliau membuat kami merefleksi diri dan ingat niat awal untuk ikut berperan perbaiki negeri ini, bergerak berdaulat, dan mendukung orang baik.

Beberapa kali aku melihat Kang Emil dan Pak CT yang nampak takjub dengan barisan merah di bagian depan yang sejak awal acara terlihat antusias.

Di Mata Najwa on Stage juga ada penampilan dari Sentilun (Butet Kertarajasa). Guyonannya yang tak kadang penuh sindirian itu bukan hanya membuat kami tertawa, tapi juga menggelengkan kepala.

“Jadi, selama ini, politik dan kepemimpinan di Indonesia layak jadi guyonan, ya? Lucu.” Tanyaku dalam hati.
Ini membuat semangatku meningkat. Semakin yakin bahwa semua ini tidak akan baik-baik saja jika kita hanya diam dan serahkan semuanya pada pemerintah.

“Anies Baswedan ini, cocoknya jadi ketua FPI. Front Pembela Indonesia. Wes, Indonesia banget pokoknya.” Kata Mas Butet dalam penampilannya.

Rombongan relawan turun tangan langsung berteriak lantang, pertanda setuju dengan apa yang beliau ungkapkan.

Di akhir acara, Mbak Najwa Shihab bertanya pada para narasumber, “Kalau di suruh milih, pingin ngambil kekuatan dari super hero siapa, untik memimpin Indonesia?”.

Para Narasumber sibuk menyebutkan tokoh-tokoh yg mereka inginkan. Mulai dari Batman sampai Iron Man.

Lalu, bagaimana dengan Pak Anies?
“Menurut saya, pemimpin itu bukan sekadar yang bisa jadi hero, tapi yg bisa menciptakan dan menggerakkan hero-hero lainnya untuk ikut turun tangan. Saya pilih The Avangers.” Jawab beliau.

Tepuk tangan meriah langsung terdengar. Para relawan yang hadir bahkan sampai ada yang standing applause.

Terima kasih sudah pulang ke Jogja dan menyuntikkan semangat bagi kami relawan turun tangan Jogja, Pak Anies. Salam pejuang!

Salam,
Rizka Amalia,
1 dari 23.000+++++ relawan turun tangan.

Mata Najwa “Dari Jogja untuk Bangsa” akan tayang di:
Metro TV, Rabu 30 April pukul 20:05 WIB

Anies Baswedan Mata Najwa

Anies Baswedan Mata Najwa

 

'+
1
'+
2 - 3
4 - 5
6 - 7
8 - 9
10 - 11
12 - 13
13 - 14
[x]