Home Kabar Terbaru TurunTangan Medan Tingkatkan Kolaborasi

392

Analisa Medan – Komunitas TurunTangan (TT) Medan meningkatkan kolaborasi antar anggota se-Indonesia demi memperkuat kontribusi pergerakan sosial untuk negeri. Hal tersebut diwujudkan dalam diskusi proyek sosial masing-masing relawan TT di daerahnya dalam gathering nasional di Gedung LPMP Jalan Bunga Raya Kelurahan Asam Kumbang Medan, Jum’at (25/11).

“Gathering ini bertujuan untuk saling menularkan semangat, ide, dan pergerakan dari setiap daerah,” sebut Ketua Panitia Gathnas TurunTangan 2016 Ahmad Azhar Can Aritonang.

Ada enam relawan berbagi cerita tentang proyek sosial masing-masing dalam agenda panggung ide. Proyek-proyek tersebut antara lain Ruang Sinau TurunTangan Malang, Olimpiade Sekolah Rakyat TurunTangan Surabaya, Kelas Negarawan TurunTangan Jakarta, Banjarmasin City Scale Mapping TurunTangan Banjarmasin, dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic) TurunTangan Pusat.

“Mereka saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman terkait kegiatan yang telah dijalani selama setahun belakangan,” ucap Penanggung Jawab Gathering Nasional TurunTangan Pusat Dimitri Dwi Putra. Kegiatan ni juga menjadi etalase dan gambaran kepada masyarakat bahwa TurunTangan tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Gathering nasional ini diadakan kedua kalinya oleh Komunitas TurunTangan dengan turut menghadirkan narasumber pemuda-pemuda inspiratif berbagai bidang, yakni Muhammad Alfatih Timur, CEO dan Founder portal Crowdfunding (penggalangan donasi) kitabisa.com, Lia Toriana selaku Manajer Youth Department Transparency International Indonesia. Kemudian, Antonia Sipayung SP selaku Research and Advocacy Staff Foresty and Plantation Sector dan Tengku Adri sebagai pendiri Nyfara Foundation.

Alfatih Timur mengatakan kolaborasi penting untuk membantu sesama, seperti yang ia lakukan dalam menjalankan kitabisa.com. Dibangun sejak 2013, kitabisa.com telah banyak menampung kampanye donasi dan membantu pendanaan untuk mereka yang membutuhkan. Tanpa kepeduliaan dalam kolaborasi, niat baik bisa berhenti di rencana. “Stop jadi thinker (pemikir), mulailah menjadi doer (pelaku atau penggerak),” tegasnya.

Sedikitnya 130 peserta hadir dari berbagai daerah, antara lain, Aceh, Lhokseumawe, Medan, Binjai, Pekanbaru, Banten, Yogya, Banjarmasin, dan Kendari. Lia Maisarah, peserta dari Lhokseumawe mengaku menyambut apresiatif kegiatan ini. Ini merupakan kesempatan pertamanya menghadiri gathering nasional TurunTangan.

“Kegiatannya bermanfaat, saya jadi memperoleh banyak pengetahuan dari pemuda-pemudi berbagai daerah,” tukasnya.

Sumber: Koran Analisa Medan Tanggal 26 November 2016

Ayo TurunTangan untuk Indonesia! Kirimkan karyamu ke blog@turuntangan.org!

Komentar