Home Profil Relawan Wiwit yang Muda dan Visioner

376

Wiwit Tri Rahayu atau sering disapa Wiwit, menjadi satu-satunya Koordinator TurunTangan daerah perempuan saat ini. Perjalanan Wiwit menuju puncak di TurunTangan Surabaya bisa dibilang cukup singkat. Dia baru saja bergabung dengan TurunTangan pertengahan 2015 lalu dan terpilih menjadi Koordinator TurunTangan Surabaya pada November 2015.

Pada pemilihan Koordinator TurunTangan Surabaya saat itu, Wiwit bersaing dengan dua calon lainnya. Semua calon diminta untuk berkampanye. Perempuan kelahiran Trenggalek, 8 Juni 1995 ini, mengusung visi, “Terwujudnya relawan yang solid sebagai penguat dalam kontrol perubahan, pengenalan, dan pemberdayaan Surabaya.” Dan misi, “Menumbuhkan kapabilitas dan solidaritas melalui kaderisasi relawan, memberikan memberikan kajian yang berhubungan dengan arah gerakan (sosial, pendidikan, politik), mengadakan agenda berorientasi Surabaya, dan membangun hubungan internal dan eksternal ntuk memenuhi kepentingan.”

Visi dan misi itu berhasil mengantarkan Wiwit pada tampuk kepemimpinan. Berdasarkan hasil musyawarah mufakat anggota TurunTangan Surabaya, ia terpilih menjadi Koordinator TurunTangan Surabaya selama satu tahun kedepan.

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga ini, menceritakan awal mula bergabung dengan TurunTangan. Dimatanya, TurunTangan adalah komunitas yang memiliki concern menyelesaikan masalah yang sesuai dengan minatnya. Selain itu, TurunTangan adalah komunitas yang terbuka untuk siapapun yang ingin menyelesaikan permasalahan lingkungan.

“TurunTangan membuat saya bisa bergerak lebih luas dalam membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar,”

katanya.

Sehingga saat terpilih menjadi koordinator, Wiwit langsung menyiapkan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Poin pengenalannya, TurunTangan Surabaya mampu menumbuhkan rasa cinta dan mengangkat Surabaya sebagai kota yang layak untuk dikunjungi. “Nanti Insya Allah akan ada sambang Surabaya, yaitu kegiatan yang mengajak relawan dan beberapa anak jalanan untuk mengunjungi beberapa tempat penting atau bersejarah di Surabaya. Mirip dengan edu wisata,” jelasnya yang memiliki motto “every star has its own light.”

Agar rencananya terlaksana, banyak hal yang mesti dibenahi. Menurutnya, saat ini TurunTangan Surabaya butuh pelatihan tentang leadership, personal branding relawan, dan team work. Solusinya, setiap tahun minimal sekali akan mengadakan workshop terkait hal tersebut. “Ini penting banget karena banyak sekali sebenernya relawan yang ingin gabung dan kami TurunTangan Surabaya ingin memberikan bekal-bekal substansial kepada para relawan agar tidak hanya gabung namun juga turut berkontribusi,” paparnya.

 

Yus bergabung dengan TurunTangan sejak 2013. Sarjana Matematika lulusan Universitas Lampung ini memiliki minat besar di bidang jurnalistik dan sempat bekerja di salah satu media lokal di Lampung sebagai jurnalis. Untuk itu ia dipercaya menjadi Staf Hubungan Masyarakat dan mengelola buletin TurunTangan, Kabar Relawan.

Komentar